Pedoman Klinis Resusitasi Jantung Paru
Pedoman klinis untuk resusitasi jantung paru (RJP) adalah:
- Segera setelah menemukan tanda henti jantung, jangan tunda RJP, khususnya kompresi dada
- Kompresi dada pada resusitasi jantung paru harus minimal interupsi
- Kompresi dada dilakukan dengan kecepatan 100-120 kali per menit dengan kedalaman 5-6 cm (push hard push fast)
Defibrilasi segera setelah ada indikasi meningkatkan kemungkinan kembalinya sirkulasi spontan. RJP harus tetap dilakukan sampai saat defibrilasi hendak dilakukan dan langsung dilanjutkan segera setelah defibrilasi
- Hiperventilasi pada resusitasi jantung paru maupun pada perawatan pasca henti jantung dapat meningkatkan tekanan intratorakal berlebihan sehingga dapat mengurangi curah jantung. Pastikan laju ventilasi pada dewasa 8-10 napas per menit dan 12-20 pada anak
- Pasien yang sirkulasi spontannya kembali setelah henti jantung perlu mendapat perawatan pasca henti jantung yang optimal untuk mengurangi risiko terjadinya henti jantung kembali[1-2,8,10-12]