Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • SKP
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Disfagia general_alomedika 2021-11-03T15:16:36+07:00 2021-11-03T15:16:36+07:00
Disfagia
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Disfagia

Oleh :
dr. Nindy Adhilah
Share To Social Media:

Prognosis disfagia berbeda-beda tergantung etiologi yang mendasari. Disfagia umumnya disebabkan oleh penyakit jinak kronis, meskipun begitu disfagia tetap dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup yang signifikan. Aspirasi, malnutrisi, dan dehidrasi merupakan beberapa komplikasi yang mungkin timbul akibat disfagia.[1]

Komplikasi

Tingkat keparahan disfagia bervariasi, mulai dari kesulitan ringan hingga ketidakmampuan untuk menelan. Disfagia dapat menimbulkan malnutrisi atau dehidrasi akibat penurunan efikasi deglutisi. Disfagia juga bisa menyebabkan pasien tersedak dan mengalami aspirasi trakeobronkial yang dapat mengakibatkan pneumonia.

Pneumonia Aspirasi

Proses menelan yang inadekuat meningkatkan risiko terjadinya aspirasi dan pneumonia aspirasi. Pneumonia aspirasi dapat ditandai dengan gejala nonspesifik seperti demam, nyeri kepala, mual muntah, dan myalgia; maupun gejala spesifik seperti batuk, sesak, tersedak, dan nyeri dada.

Pneumonia aspirasi merupakan komplikasi disfagia yang dapat mengakibatkan kematian. Angka mortalitas dari pneumonia aspirasi dapat mencapai 65% pada pasien berusia lebih dari 65 tahun.[4,6,8]

Malnutrisi dan Dehidrasi

Kesulitan menelan akan menyebabkan kurangnya asupan nutrisi dan berisiko menimbulkan malnutrisi dan dehidrasi jika tidak mendapatkan penanganan. Kondisi ini nantinya berakibat pada peningkatan risiko infeksi, penurunan imunitas, durasi rawat inap yang lebih lama, serta peningkatan mortalitas.[4,6]

Prognosis

Prognosis pasien dengan disfagia bervariasi tergantung penyebab yang mendasarinya. Pada pasien dengan stroke, kondisi disfagia cenderung akan membaik secara bertahap dan memakan waktu sekitar 3 minggu sampai 6 bulan atau lebih. Intervensi terapi yang dilakukan biasanya dapat memberikan perbaikan. Gangguan disfagia yang bertahan selama lebih dari 6 bulan biasanya berkaitan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Kondisi disfagia yang disebabkan kelainan anatomi seperti esophageal web, atau tumor dapat membaik dengan pembedahan.[1,5]

Referensi

1. Azer SA, Kshirsagar RK. Dysphagia. [Updated 2021 Jun 15]. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. 2021. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559174/
4. Wirth R, Dziewas R, Beck AM, Clavé P, Hamdy S, Heppner HJ, Langmore S, Leischker AH, Martino R, Pluschinski P, Rösler A, Shaker R, Warnecke T, Sieber CC, Volkert D. Oropharyngeal dysphagia in older persons – from pathophyisiology to adequate intervention: a review and summary of an international expert meeting. Clinical Interventions in Aging. 2016; 11:189-208.
5. Paik NJ. Dysphagia. Medscape. 2020. https://emedicine.medscape.com/article/2212409-overview
6. Dylczyk-Sommer A. Dysphagia. Part 1: General Issues. Anaesthesiol Intensive Ther. 2020; 52(3): 226-232.
8. Carucci LR, Turner MA. Dysphagia Revisited: Common and Unusual Causes. RadioGraphics. 2015; 35:105-122.

Penatalaksanaan Disfagia
Edukasi dan Promosi Kesehatan Di...
Diskusi Terbaru
dr. Gabriela Widjaja
Hari ini, 09:00
Dislipidemia Tidak Menyebabkan Nyeri Kepala - Artikel SKP Alomedika
Oleh: dr. Gabriela Widjaja
2 Balasan
ALO Dokter! Pasien yang datang dengan keluhan nyeri kepala tentunya sering Anda temui dalam praktik sehari-hari.  Anda juga pasti pernah ditanyai pasien 1...
Anonymous
Hari ini, 06:23
Terapi untuk anak kejang demam tanpa rawat inap
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, mohon berdiskusi....apakah anak dg kejang demam harus di rawat inap? Kadang org tua tdk tahu beda kejang dan menggigil....adakah pedoman terapi...
Anonymous
Kemarin, 20:37
Cekungan di dada terutama saat tarik napas dalam pada anak usia 20 bulan
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Izin tanya dok. Bayi 20 bulan mengalami cekungan di kosta kanan ke 7 dan 8, cekungan terlihat di perbatasan kartilago dan kosta terutama saat tarik nafas...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya, Gratis!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2021 Alomedika.com All Rights Reserved.