Epidemiologi Leukorrhea
Berdasarkan data epidemiologi, leukorrhea atau keputihan patologis paling banyak disebabkan oleh bakterial vaginosis, kandidiasis vulvovaginal, dan trikomoniasis. Keluhan leukorrhea paling banyak ditemukan pada kelompok usia 21-30 tahun.[16]
Global
Bakterial vaginosis adalah kondisi terbanyak yang menyebabkan leukorrhea patologis, diikuti dengan kandidiasis dan trikomoniasis. Insidensi tertinggi leukorrhea dilaporkan pada kelompok usia 21-30 tahun.[16]
Kandidiasis vulvovaginitis memiliki prevalensi global sebesar 3871 per 100.000 wanita dan 50% wanita yang terkena kandidiasis mengalami infeksi berulang.[17,18]
Menurut data di Uni Eropa, terdapat lebih dari 230.000 kasus klamidiasis terkonfirmasi di 27 negara Uni Eropa pada tahun 2023, dengan angka notifikasi kasar sebesar 70,4 per 100.000 populasi. Ini menunjukkan peningkatan sebesar 3% dibandingkan tahun 2022 dan 13% dibandingkan tahun 2014, menandakan beban klamidiasis yang terus meningkat di kawasan tersebut.[19]
Di lain pihak, prevalensi trikomoniasis di Amerika Serikat tahun 2014 dilaporkan sebesar 1,8% pada populasi wanita.[20]
Indonesia
Belum ada data nasional tentang jumlah kasus leukorrhea di Indonesia.
Mortalitas
Angka kematian dari leukorrhea relatif kecil dan terjadi akibat komplikasi yang terjadi secara langsung (misal penyakit radang panggul) maupun tidak langsung (misal kehamilan ektopik). Mortalitas akibat infeksi menular seksual dilaporkan menurun sebesar 49% dari tahun 1999 ke 2010, yaitu dari 5,3 menjadi 2,7 kematian per 100.000.[21]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha