Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Leukorrhea general_alomedika 2025-12-26T08:41:05+07:00 2025-12-26T08:41:05+07:00
Leukorrhea
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan
  • Panduan e-Prescription

Pendahuluan Leukorrhea

Oleh :
dr. Nathania S. Sutisna
Share To Social Media:

Leukorrhea, atau juga disebut keputihan, adalah kondisi ketika ada cairan bening atau putih kental keluar dari vagina. Leukorrhea sering dikaitkan dengan servisitis, vaginitis, dan ektopik mukoid. Pada banyak kasus, penyebab leukorrhea bersifat jinak, tetapi leukorrhea juga bisa disebabkan oleh kondisi yang lebih serius.

Penyebab dari leukorrhea secara umum bisa dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Non-infektif: proses fisiologis, ektopik serviks, benda asing, dermatitis vulva
  • Non-infeksi menular seksual: bakterial vaginosis, infeksi candida

  • Infeksi menular seksual: klamidiasis, gonorrhea, dan trikomoniasis.[1]

leucorrhea, Leukorrhea, keputihan

Pada anamnesis dapat ditanyakan karakteristik cairan yang keluar, serta keluhan penyerta seperti nyeri dan gatal. Pada pemeriksaan fisik dapat dilakukan inspeksi melalui inspekulo untuk melihat adanya kelainan pada genitalia eksterna, vagina, dan serviks. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk membedakan organisme penyebab, misalnya dengan tes whiff dan sediaan apus vagina.

Leukorrhea fisiologis bersifat jernih atau putih susu, tidak berbau menyengat, tidak disertai gatal, nyeri, atau iritasi, dan biasanya berkaitan dengan perubahan hormonal normal seperti ovulasi, kehamilan, atau penggunaan kontrasepsi hormonal. Sebaliknya, leukorrhea patologis ditandai perubahan warna, bau tidak sedap, konsistensi abnormal, serta gejala penyerta seperti pruritus, disuria, atau nyeri panggul yang mengarah pada infeksi atau kondisi patologis lain.

Penatalaksanaan leukorrhea dilakukan berdasarkan etiologinya. Leukorrhea yang disebabkan karena infeksi, baik infeksi menular seksual maupun bukan infeksi menular seksual, diobati dengan regimen antimikrobial yang sesuai. Perawatan dan kebersihan daerah vagina merupakan aspek penting dalam penatalaksanaan nonmedikamentosa.[2]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Spence D, Melville C. Vaginal discharge. BMJ, 2007;335(7630):1147-1151.
2. Geer K MD, MPH, Klega A MD. Vaginitis: Diagnosis and Treatment. Am Fam Physician. 2025 Nov;112(5):504-512.

Patofisiologi Leukorrhea

Artikel Terkait

  • Pemberian Probiotik pada Bacterial Vaginosis
    Pemberian Probiotik pada Bacterial Vaginosis
  • Bahaya Penggunaan Douche Vagina
    Bahaya Penggunaan Douche Vagina
  • Perbandingan Efikasi Antifungal Peroral dan Intravaginal pada Kandidiasis Vulvovaginal Nonkomplikata
    Perbandingan Efikasi Antifungal Peroral dan Intravaginal pada Kandidiasis Vulvovaginal Nonkomplikata
  • Hindari Pemberian Antibiotik Berikut pada Pasien Hamil
    Hindari Pemberian Antibiotik Berikut pada Pasien Hamil
  • Doxycycline sebagai Profilaksis Pasca Pajanan Infeksi Menular Seksual
    Doxycycline sebagai Profilaksis Pasca Pajanan Infeksi Menular Seksual

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas kemarin, 11:51
Apakah ada terapi lain untuk candidiasis vulva?
Oleh: Anonymous
4 Balasan
ALO Dokter. selamat pagi dokter ijin berdiskusi pasien perempuan 30 tahun keluhan gatal pada kemaluan dekat area klitoris sejak agustus 2025 tidak tampak...
Anonymous
Dibalas 06 Juni 2025, 19:27
Candidosis Vulvovaginalis dari PERDOSKI
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Maaf saya izin buka diskusi saja, Saya Melihat dari PERDOSKI terbaru bahwa candidosis Vulvovaginalis masuk dalam kategori Infeksi menular seksual dan terapi...
Anonymous
Dibalas 07 Maret 2025, 11:11
Efektivitas tatalaksana candidiasis oral pasien HIV
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo Dokter mau tanya. Pasien hiv dgn candidiasis oral lebih efektif mana pake obat nistatin tab atau nistatin suspensi yaa ts ? Mohon pencerahannya

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.