Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Efek Samping dan Interaksi Obat Temazepam annisa-meidina 2026-01-08T14:38:33+07:00 2026-01-08T14:38:33+07:00
Temazepam
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Efek Samping dan Interaksi Obat Temazepam

Oleh :
dr.Novita Mawar Hadini, Sp.FK
Share To Social Media:

Temazepam dapat menimbulkan efek samping yang berkaitan dengan depresi sistem saraf pusat, termasuk kantuk siang hari, pusing, ataksia, gangguan konsentrasi dan memori, serta kelemahan otot, dengan risiko lebih tinggi pada lansia. Temazepam memiliki potensi interaksi bermakna dengan obat lain yang bersifat depresan sistem saraf pusat, seperti opioid dan alkohol, yang dapat meningkatkan risiko sedasi berlebihan.[2-4]

Efek Samping

Efek samping temazepam terutama berkaitan dengan depresi sistem saraf pusat, dengan manifestasi klinis yang bervariasi dari ringan hingga berat. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi sedasi residual, kantuk di siang hari, pusing, sakit kepala, ataksia, kelemahan otot, serta gangguan kognitif seperti penurunan konsentrasi dan amnesia anterograd.

Selain efek neurologis, temazepam juga dapat menyebabkan efek samping psikiatrik dan perilaku, termasuk kebingungan, agitasi, iritabilitas, mimpi buruk, halusinasi, serta perubahan mood atau perilaku yang bersifat paradoks, meskipun kejadian ini relatif jarang.

Pada beberapa pasien dapat terjadi gangguan psikomotor, penurunan kewaspadaan, serta complex sleep-related behaviors seperti berjalan, makan, atau mengemudi saat tidur, yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serius.

Efek samping serius lainnya mencakup depresi napas, hipotensi, dan sedasi berat, terutama bila temazepam digunakan bersamaan dengan opioid, alkohol, atau depresan sistem saraf pusat lain. Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi berisiko menyebabkan toleransi, ketergantungan, serta gejala putus obat (seperti insomnia rebound, kecemasan, tremor, hingga kejang) bila penghentian dilakukan secara mendadak.[2-4]

Interaksi Obat

Temazepam memiliki potensi interaksi obat yang signifikan terutama melalui efek aditif terhadap depresi sistem saraf pusat (SSP). Pemberian bersamaan dengan obat lain yang juga bersifat depresan SSP, seperti alkohol, opioid, antidepresan, dan antipsikotik lain, dapat meningkatkan risiko sedasi berlebih, gangguan psikomotor, depresi napas, hipotensi, hingga koma.

Dalam konteks penyalahgunaan obat, penggunaan temazepam secara bersamaan dengan buprenorfin, khususnya dalam bentuk “cocktail”, dilaporkan meningkatkan risiko overdosis secara bermakna. Kombinasi ini dapat memperkuat depresi SSP dan menekan pusat pernapasan.

Selain interaksi yang meningkatkan efek sedatif, beberapa obat dapat menurunkan efektivitas temazepam. Pemberian teofilin atau aminofilin diketahui dapat mengurangi efek sedatif temazepam dan benzodiazepin lainnya melalui antagonisme fungsional terhadap aksi GABA di SSP.

Sementara itu, penggunaan kontrasepsi oral dapat menurunkan efektivitas temazepam dan mempercepat waktu paruh eliminasinya, yang berpotensi mengurangi respons klinis terhadap terapi.[2,5]

Referensi

2. National Center for Biotechnology Information. PubChem Compound Summary for CID 5391, Temazepam. 2025. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Temazepam.
3. ASHP. Temazepam. 2025. https://www.drugs.com/monograph/temazepam.html
4. Drugbank. Temazepam. 2025. https://go.drugbank.com/drugs/DB00231
5. Fluyau D, Ponnarasu S, Patel P. Temazepam. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK599496/

Indikasi dan Dosis Temazepam
Penggunaan pada Kehamilan dan Ib...

Artikel Terkait

  • Studi Literatur - Bahaya Blue Light
    Studi Literatur - Bahaya Blue Light
  • Antihistamin Tidak Disarankan untuk Penatalaksanaan Insomnia
    Antihistamin Tidak Disarankan untuk Penatalaksanaan Insomnia
  • Hindari Penghentian Diazepam secara Tiba-Tiba
    Hindari Penghentian Diazepam secara Tiba-Tiba
  • Efektivitas dan Keamanan Obat Antidepresan untuk Insomnia
    Efektivitas dan Keamanan Obat Antidepresan untuk Insomnia
  • Perbandingan Lemborexant dengan Obat Insomnia Lain
    Perbandingan Lemborexant dengan Obat Insomnia Lain

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 30 Juli 2025, 08:38
Zolpidem apakah dapat diresepkan oleh dokter umum?
Oleh: Anonymous
0 Balasan
ALO Dokter, selamat pagi, saya mau bertanya.Untuk pasien yang mengalami sulit memulai tidur. Sebaiknya obat apa yang diberikan? Apakah zolpidem dapat...
Anonymous
Dibalas 28 Juni 2025, 23:23
Bolehkah meresepkan obat tidur untuk pasien wanita dengan insomnia akut?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter. Saya mendapatkan pasien wanita usia 34 tahun dengan keluhan tidak dapat tidur mendadak sejak 3 hari, pasien lalu pasien merasa demam namun tidak...
Anonymous
Dibalas 01 Februari 2025, 08:46
Terapi insomnia dan ansietas pada pasien usia kerja
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo Dokter, mhn arahan dan step terapi mengenai pasien usia kerja 30-35 thn dg kecenderungan insomnia dan ansietas....jika mungkin ada gangguan psikotik,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.