Efek Samping dan Interaksi Obat Temazepam
Temazepam dapat menimbulkan efek samping yang berkaitan dengan depresi sistem saraf pusat, termasuk kantuk siang hari, pusing, ataksia, gangguan konsentrasi dan memori, serta kelemahan otot, dengan risiko lebih tinggi pada lansia. Temazepam memiliki potensi interaksi bermakna dengan obat lain yang bersifat depresan sistem saraf pusat, seperti opioid dan alkohol, yang dapat meningkatkan risiko sedasi berlebihan.[2-4]
Efek Samping
Efek samping temazepam terutama berkaitan dengan depresi sistem saraf pusat, dengan manifestasi klinis yang bervariasi dari ringan hingga berat. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi sedasi residual, kantuk di siang hari, pusing, sakit kepala, ataksia, kelemahan otot, serta gangguan kognitif seperti penurunan konsentrasi dan amnesia anterograd.
Selain efek neurologis, temazepam juga dapat menyebabkan efek samping psikiatrik dan perilaku, termasuk kebingungan, agitasi, iritabilitas, mimpi buruk, halusinasi, serta perubahan mood atau perilaku yang bersifat paradoks, meskipun kejadian ini relatif jarang.
Pada beberapa pasien dapat terjadi gangguan psikomotor, penurunan kewaspadaan, serta complex sleep-related behaviors seperti berjalan, makan, atau mengemudi saat tidur, yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serius.
Efek samping serius lainnya mencakup depresi napas, hipotensi, dan sedasi berat, terutama bila temazepam digunakan bersamaan dengan opioid, alkohol, atau depresan sistem saraf pusat lain. Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi berisiko menyebabkan toleransi, ketergantungan, serta gejala putus obat (seperti insomnia rebound, kecemasan, tremor, hingga kejang) bila penghentian dilakukan secara mendadak.[2-4]
Interaksi Obat
Temazepam memiliki potensi interaksi obat yang signifikan terutama melalui efek aditif terhadap depresi sistem saraf pusat (SSP). Pemberian bersamaan dengan obat lain yang juga bersifat depresan SSP, seperti alkohol, opioid, antidepresan, dan antipsikotik lain, dapat meningkatkan risiko sedasi berlebih, gangguan psikomotor, depresi napas, hipotensi, hingga koma.
Dalam konteks penyalahgunaan obat, penggunaan temazepam secara bersamaan dengan buprenorfin, khususnya dalam bentuk “cocktail”, dilaporkan meningkatkan risiko overdosis secara bermakna. Kombinasi ini dapat memperkuat depresi SSP dan menekan pusat pernapasan.
Selain interaksi yang meningkatkan efek sedatif, beberapa obat dapat menurunkan efektivitas temazepam. Pemberian teofilin atau aminofilin diketahui dapat mengurangi efek sedatif temazepam dan benzodiazepin lainnya melalui antagonisme fungsional terhadap aksi GABA di SSP.
Sementara itu, penggunaan kontrasepsi oral dapat menurunkan efektivitas temazepam dan mempercepat waktu paruh eliminasinya, yang berpotensi mengurangi respons klinis terhadap terapi.[2,5]