Pengawasan Klinis Temazepam
Pengawasan klinis temazepam mencakup evaluasi penyebab insomnia, termasuk kemungkinan gangguan medis, neurologis, atau psikiatrik yang mendasari. Penilaian awal harus mencakup riwayat penggunaan alkohol atau obat lain yang bersifat depresan sistem saraf pusat, serta faktor risiko ketergantungan obat.
Respons klinis terhadap terapi temazepam perlu dievaluasi dalam 7–10 hari pertama. Kegagalan perbaikan gejala insomnia, perburukan gejala, atau munculnya gejala baru perlu ditindaklanjuti untuk menyingkirkan kondisi dasar yang belum terdiagnosis.
Selama terapi, pengawasan juga dilakukan terkait munculnya efek samping neurologis dan psikiatrik, seperti sedasi berlebihan, gangguan kognitif dan psikomotor, amnesia, perubahan perilaku, atau reaksi paradoks. Pemantauan terutama diperlukan pada populasi berisiko tinggi, termasuk lansia, pasien dengan gangguan fungsi pernapasan, gangguan hati, atau depresi.
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)