Pendahuluan Temazepam
Temazepam diindikasikan secara klinis untuk terapi jangka pendek insomnia, khususnya pada pasien dengan kesulitan mempertahankan tidur (sleep maintenance insomnia). Obat ini termasuk golongan benzodiazepin yang bekerja sebagai agonis alosterik positif pada reseptor γ-aminobutyric acid tipe A (GABA_A), dengan meningkatkan afinitas GABA terhadap reseptornya sehingga memperkuat inhibisi neuron di sistem saraf pusat.
Efek farmakologis temazepam menghasilkan sedasi, anxiolisis, dan penurunan latensi serta peningkatan durasi tidur, dengan onset kerja yang relatif cepat dan waktu paruh menengah. Meski begitu, temazepam memiliki black box warning yang menekankan risiko serius depresi napas, sedasi berat, koma, hingga kematian bila digunakan bersamaan dengan opioid, alkohol, atau depresan sistem saraf pusat lainnya.
Selain itu, penggunaan benzodiazepin, termasuk temazepam, berisiko menyebabkan ketergantungan, toleransi, serta gejala putus obat yang berpotensi mengancam nyawa bila penghentian dilakukan secara mendadak, terutama setelah penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi. Temazepam harus diresepkan dengan prinsip dosis efektif terendah, durasi sesingkat mungkin, dan pemantauan ketat terhadap efek samping serta potensi penyalahgunaan.[1-3]
Tabel 1. Deskripsi Singkat Temazepam
| Perihal | Deskripsi |
| Kelas | Benzodiazepin.[1,3,4] |
| Subkelas | - |
| Akses | Resep.[1,3,4] |
| Wanita hamil | Kategori FDA: X Kategori TGA: C.[2-4] |
| Wanita menyusui | Temazepam dikeluarkan ke ASI.[2-4] |
| Anak-anak | Belum ada studi memadai mengenai data keamanan dan efikasi penggunaan temazepam untuk anak.[3] |
| FDA | Approved.[3] |