Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Farmakologi Temazepam annisa-meidina 2026-01-08T14:35:11+07:00 2026-01-08T14:35:11+07:00
Temazepam
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Farmakologi Temazepam

Oleh :
dr.Novita Mawar Hadini, Sp.FK
Share To Social Media:

Secara farmakologi, temazepam merupakan benzodiazepin dengan karakteristik utama sebagai agonis alosterik positif reseptor γ-aminobutyric acid tipe A (GABA_A), yang berikatan pada situs benzodiazepin di antara subunit α dan γ reseptor tersebut.

Ikatan ini meningkatkan frekuensi pembukaan kanal klorida yang dimediasi oleh GABA tanpa mengaktivasi reseptor secara langsung, sehingga memperkuat inhibisi neuron postsinaptik di sistem saraf pusat.[2-4]

Farmakodinamik

GABA dianggap sebagai neurotransmiter inhibitor utama dalam tubuh manusia. Ketika GABA berikatan dengan reseptor GABA_A yang terdapat di sinapsis neuron, ion klorida dihantarkan melintasi membran sel neuron melalui saluran ion di reseptor.

Dengan jumlah ion klorida yang cukup, potensial membran neuron lokal yang terkait mengalami hiperpolarisasi, sehingga potensial aksi lebih sulit atau lebih kecil kemungkinannya untuk terpicu. Mekanisme ini pada akhirnya mengakibatkan berkurangnya eksitasi neuron.[2-5]

Benzodiazepin seperti temazepam dapat berikatan dengan reseptor benzodiazepin yang merupakan komponen dari berbagai jenis reseptor GABA_A. Pengikatan ini berperan untuk meningkatkan efek GABA dengan meningkatkan afinitas GABA terhadap reseptor GABA_A, yang pada akhirnya meningkatkan pengikatan ligan GABA pada reseptor.

Peningkatan pengikatan ligan neurotransmiter inhibitor GABA pada reseptor ini meningkatkan konduksi ion klorida yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga menghasilkan membran sel yang terhiperpolarisasi yang mencegah eksitasi lebih lanjut pada sel-sel neuron terkait.

Aktivitas ini kemudian memfasilitasi berbagai efek seperti sedasi, hipnosis, relaksasi otot rangka, aktivitas antikonvulsan, dan anxiolitik. Secara klinis, temazepam digunakan untuk insomnia.[4,5]

Farmakokinetik

Penelitian menunjukkan bahwa temazepam diabsorpsi secara baik pada pemberian oral. Kadar plasma puncak terjadi dalam rerata 1,5 jam. Metabolisme terjadi terutama di hepar.[2-5]

Absorbsi

Studi menunjukkan bahwa 90 hingga 100% dosis temazepam yang diberikan secara oral diserap dengan sangat baik. Pemberian temazepam oral dengan dosis 15-45 mg menghasilkan penyerapan yang cepat dengan kadar darah yang signifikan tercapai dalam 30 menit dan kadar puncak tercapai dalam 2-3 jam.

Setelah konsumsi temazepam oral 30 mg, konsentrasi plasma dapat terukur dalam 10-20 menit setelah pemberian dosis, dengan kadar plasma puncak berkisar antara 666-982 ng/mL (rata-rata 865 ng/mL). Kadar plasma puncak  muncul sekitar 1,2-1,6 jam (dengan rata-rata 1,5 jam) setelah pemberian dosis.[4,5]

Distribusi

Volume distribusi temazepam adalah 1,3-1,5 L/kg berat badan, dan khususnya 43-68 L/kg untuk fraksi yang tidak terikat (tidak terpengaruh dengan usia dan jenis kelamin). Sekitar 96% temazepam yang tidak berubah terikat pada protein.[4,5]

Metabolisme

Metabolisme lintas pertama temazepam sekitar 5-8% dari dosis yang diberikan. Temazepam sebagian besar dimetabolisme di hati, yang merupakan tempat sebagian besar obat yang tidak berubah langsung terkonjugasi menjadi glukuronida dan diekskresikan melalui urin.

Metabolit utama yang terdapat dalam darah adalah konjugat-O. Kurang dari 5% obat didemetilasi menjadi oksazepam dan selanjutnya dieliminasi sebagai glukuronida. Meskipun demikian, glukuronida temazepam tidak menunjukkan aktivitas saraf pusat yang nyata dan diyakini tidak ada metabolit aktif yang terbentuk. Karena temazepam terutama mengalami reaksi konjugasi Fase II, diduga bahwa obat ini tidak memiliki interaksi CYP450.[4,5]

Eliminasi

Setelah dosis tunggal, 80-90% dosis ditemukan dalam urin, terutama sebagai metabolit konjugat O, dan 3-13% dosis ditemukan dalam feses. Kurang dari 2% dosis diekskresikan tanpa perubahan atau sebagai N-desmetiltemazepam dalam urin. Waktu paruh temazepam antara 3,5-18,4 jam, dengan rata-rata 8.8 atau 9 jam. Klirens total temazepam 1,03 ml/menit/kg dan 31 ml/menit/kg untuk  temazepam yang tidak terikat.[4,5]

Referensi

2. National Center for Biotechnology Information. PubChem Compound Summary for CID 5391, Temazepam. 2025. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Temazepam.
3. ASHP. Temazepam. 2025. https://www.drugs.com/monograph/temazepam.html
4. Drugbank. Temazepam. 2025. https://go.drugbank.com/drugs/DB00231
5. Fluyau D, Ponnarasu S, Patel P. Temazepam. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK599496/

Pendahuluan Temazepam
Formulasi Temazepam

Artikel Terkait

  • Studi Literatur - Bahaya Blue Light
    Studi Literatur - Bahaya Blue Light
  • Antihistamin Tidak Disarankan untuk Penatalaksanaan Insomnia
    Antihistamin Tidak Disarankan untuk Penatalaksanaan Insomnia
  • Hindari Penghentian Diazepam secara Tiba-Tiba
    Hindari Penghentian Diazepam secara Tiba-Tiba
  • Efektivitas dan Keamanan Obat Antidepresan untuk Insomnia
    Efektivitas dan Keamanan Obat Antidepresan untuk Insomnia
  • Perbandingan Lemborexant dengan Obat Insomnia Lain
    Perbandingan Lemborexant dengan Obat Insomnia Lain

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 30 Juli 2025, 08:38
Zolpidem apakah dapat diresepkan oleh dokter umum?
Oleh: Anonymous
0 Balasan
ALO Dokter, selamat pagi, saya mau bertanya.Untuk pasien yang mengalami sulit memulai tidur. Sebaiknya obat apa yang diberikan? Apakah zolpidem dapat...
Anonymous
Dibalas 28 Juni 2025, 23:23
Bolehkah meresepkan obat tidur untuk pasien wanita dengan insomnia akut?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter. Saya mendapatkan pasien wanita usia 34 tahun dengan keluhan tidak dapat tidur mendadak sejak 3 hari, pasien lalu pasien merasa demam namun tidak...
Anonymous
Dibalas 01 Februari 2025, 08:46
Terapi insomnia dan ansietas pada pasien usia kerja
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo Dokter, mhn arahan dan step terapi mengenai pasien usia kerja 30-35 thn dg kecenderungan insomnia dan ansietas....jika mungkin ada gangguan psikotik,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.