Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Kontraindikasi dan Peringatan Furosemide general_alomedika 2022-09-29T09:03:48+07:00 2022-09-29T09:03:48+07:00
Furosemide
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan Pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Kontraindikasi dan Peringatan Furosemide

Oleh :
Debtia Rahmah
Share To Social Media:

Kontraindikasi pemberian furosemide adalah pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap furosemide atau komponen penyusun obat ini. Keadaan anuria juga merupakan kontraindikasi pemberian furosemide. Peringatan penggunaan furosemide diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, karena furosemide dapat menimbulkan nefrotoksisitas.

Kontraindikasi

Penggunaan furosemide dikontraindikasikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap furosemide maupun komponen penyusun obat ini. Pasien dengan alergi terhadap antibiotik sulfonamide, misalnya sulfadiazine atau sulfamethoxazole, juga sebaiknya tidak menggunakan furosemide, karena mungkin terjadi reaksi silang.

Kontraindikasi juga diberikan pada pasien anuria. Bila terjadi peningkatan azotemia dan oliguria selama terapi, sebaiknya pemberian furosemide dihentikan. Kondisi hiponatremia, hipovolemia, dehidrasi, atau hipotensi juga merupakan kontraindikasi pemberian furosemide.[3,4]

Peringatan

Peringatan pemberian furosemide diberikan terkait efek diuretik poten dan ototoksisitas dari furosemide. Peringatan juga diberikan saat memberikan furosemide pada pasien di atas 65 tahun, serta pada pasien dengan gangguan fungsi hepar.

Efek Diuretik Furosemide

Furosemide merupakan diuretik poten yang dapat mengakibatkan kehilangan air dan elektrolit dalam jumlah besar. Pasien dapat mengalami dehidrasi dengan kekurangan elektrolit. Risiko hipokalemia terutama meningkat pada pasien yang menerima furosemide dosis tinggi, misalnya lebih dari 80 mg/hari.[4,7]

Pasien Geriatri

Pemberian furosemide pada pasien di atas 65 tahun perlu dilakukan dengan berhati-hati. Pasien geriatri berisiko mengalami hiponatremia akibat terjadinya syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH). Pemeriksaan kadar natrium perlu dilakukan saat pemberian awal, atau ketika meningkatkan dosis pada pasien geriatri.[2,4]

Ototoksisitas

Beberapa kondisi dapat membuat pasien lebih berisiko mengalami ototoksisitas, seperti penggunaan furosemide dosis tinggi atau dengan kecepatan infus yang cepat, adanya komorbiditas yang menyebabkan hipoalbuminemia, penggunaan furosemide bersamaan dengan obat ototoksik lain, misalnya ethacrynic acid atau golongan aminoglikosida, seperti eritromisin. Efek ototoksik juga meningkat pada pasien dengan gangguan ginjal.[2]

Pasien dengan Gangguan Hepar

Pada pasien yang mengalami sirosis hepatis dan asites, pemberian furosemide sebaiknya dilakukan dalam keadaan rawat inap. Perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit pada pasien sirosis dapat mengakibatkan koma hepatikum. Oleh sebab itu, perlu pemberian furosemide perlu dilakukan dengan berhati-hati.[4]

 

 

Direvisi oleh: dr. Livia Saputra

Referensi

2. Khan TM, Patel R, Siddiqui AH. Furosemide. StatPearls Publishing. 2022 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499921/
3. American Society of Health-System Pharmacists. Furosemide. Drugs.com. 2022 https://www.drugs.com/monograph/furosemide.html#pharmacokinetics
4. Medsafe. APO-Furosemide. 2019. https://www.medsafe.govt.nz/profs/Datasheet/a/apofurosemidetab.pdf
7. Drugs.com. Furosemide Prescribing Information. 2022 https://www.drugs.com/pro/furosemide.html#s-34071-1

Penggunaan Pada Kehamilan dan Ib...
Pengawasan Klinis Furosemide

Artikel Terkait

  • Waspadai Obat yang Dapat Memperparah Kondisi Gagal Jantung Berikut Ini
    Waspadai Obat yang Dapat Memperparah Kondisi Gagal Jantung Berikut Ini
  • Pedoman Diet Garam Natrium pada Hipertensi
    Pedoman Diet Garam Natrium pada Hipertensi
  • Pemilihan Obat Antihipertensi Lini Pertama
    Pemilihan Obat Antihipertensi Lini Pertama
  • Waktu Optimal Konsumsi Obat Antihipertensi: Pagi atau Malam?
    Waktu Optimal Konsumsi Obat Antihipertensi: Pagi atau Malam?
Diskusi Terkait
dr. Karel Dourman HS, SpPD, SpJP
Dibuat 29 Januari 2026, 16:50
Bagaimana terapi gagal jantung Pada diabetes dan CKD ( Chronic Kidney disease?
Oleh: dr. Karel Dourman HS, SpPD, SpJP
0 Balasan
CHF ec HHD (Ejection Fraction 35 %) lalu timbul diabetes dan karena CKD akhirnya Hemodialisis (HD)
Anonymous
Dibalas 30 Januari 2026, 12:26
Obat HT seumur hidup
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dokter, untuk obat HT apakah seumur hidup harus diminum? Di lapangan, kdng saya ketemu pasien yg hanya beberapa bln saja minum obat HT tp lalu disarankan...
dr.Taufik Hidayat, SpJP, FIHA
Dibuat 20 Januari 2026, 09:14
Gagal Jantung di Layanan Primer: Deteksi Awal yang Menentukan Prognosis
Oleh: dr.Taufik Hidayat, SpJP, FIHA
0 Balasan
Gagal jantung merupakan salah satu masalah kardiovaskular yang paling sering ditemui dan menjadi penyebab utama rawat inap, terutama pada pasien usia lanjut....

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.