Efek Samping dan Interaksi Obat Zanamivir
Efek samping zanamivir dapat berpotensi fatal, salah satunya bronkospasme. Interaksi obat mungkin terjadi bila zanamivir diberikan bersamaan dengan vaksin influenza.[2,3]
Efek Samping
Efek samping yang berpotensi fatal dari penggunaan zanamivir adalah bronkospasme dan penurunan fungsi paru-paru. Selain itu, beberapa efek samping lainnya yang juga perlu diwaspadai adalah anafilaksis, edema wajah dan orofaring, eritema multiforme, sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik. Waspadai juga kejadian neuropsikiatri pada pasien anak (delirium, halusinasi, kejang, dan melukai diri sendiri) dan cedera hepatoseluler.[2-4]
Beberapa efek samping lainnya sesuai sistem organ:
- Gangguan gastrointestinal: nyeri abdomen, diare, peningkatan level enzim hati (SGOT dan SGPT) sementara
- Gangguan sistem saraf: reaksi seperti vasovagal, pusing
- Gangguan respiratori: dispnea, konstriksi atau sesak tenggorokan
- Gangguan kulit dan jaringan subkutan: ruam, urtikaria[2,3,8]
Interaksi Obat
Penggunaan zanamivir bersamaan dengan vaksin influenza hidup yang dilemahkan (LAIV) intranasal belum dievaluasi. Namun, karena adanya potensi interferensi antara keduanya, LAIV tidak diperkenankan untuk diberikan dalam 2 minggu sebelum atau 48 jam setelah pemberian zanamivir, kecuali atas indikasi medis. Kekhawatiran tentang kemungkinan interferensi muncul dari potensi obat antivirus menghambat replikasi virus vaksin hidup.[2,3]