Kontraindikasi dan Peringatan Zanamivir
Kontraindikasi absolut zanamivir adalah pasien dengan riwayat reaksi hipersensitivitas terhadap zanamivir serta komponen lain di dalamnya. Peringatan khusus yang perlu diwaspadai adalah risiko terjadinya bronkospasme dan reaksi alergi serius.[2-4]
Kontraindikasi
Satu-satunya kontraindikasi absolut zanamivir adalah riwayat hipersensitivitas terhadap zanamivir dan/atau salah satu komponen formulasinya, termasuk protein susu.[2-4]
Peringatan
Zanamivir mungkin menimbulkan bronkospasme dan serangkaian reaksi alergi serius lainnya. Selain itu, obat ini mungkin menimbulkan gangguan neuropsikiatri.[2-4]
Bronkospasme
Penggunaan zanamivir tidak direkomendasikan untuk terapi atau profilaksis influenza pada individu dengan penyakit saluran napas seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kasus bronkospasme serius, termasuk kematian, telah dilaporkan pada pasien dengan maupun tanpa penyakit saluran napas yang mendasari.[2-4]
Apabila zanamivir harus diberikan pada pasien dengan riwayat penyakit saluran napas, maka pertimbangkan potensi risiko dan manfaatnya dengan cermat. Selain itu, lakukan pemantauan fungsi pernapasan, observasi ketat, dan perawatan suportif yang tepat, termasuk memastikan ketersediaan bronkodilator yang bekerja cepat.[2-4]
Reaksi Alergi
Reaksi alergi, termasuk edema orofaring, ruam kulit serius, dan reaksi anafilaksis, telah dilaporkan terjadi pada penggunaan zanamivir. Apabila terjadi atau diduga terjadi reaksi alergi, maka penggunaan zanamivir harus dihentikan dan pengobatan yang tepat harus segera diberikan.[2-4]
Gangguan Neuropsikiatri
Ada laporan mengenai terjadinya delirium dan perilaku abnormal yang menyebabkan cedera pada pasien influenza yang menerima inhibitor neuraminidase (NAI), termasuk zanamivir. Penyakit influenza juga dapat dikaitkan dengan berbagai gejala neurologis dan perilaku, termasuk kejang, halusinasi, delirium, dan perilaku abnormal, yang dalam beberapa kasus berakibat fatal.[2-4]
Kejadian ini dapat terjadi dalam kondisi ensefalitis atau ensefalopati, tetapi dapat terjadi tanpa adanya penyakit parah yang jelas. Gangguan neuropsikiatri terutama terjadi pada pasien anak dan sering kali memiliki onset yang tiba-tiba dan resolusi yang cepat.[2-4]