Bukti Medis Terkini Manfaat Konsumsi Zinc untuk Meringankan Gejala Flu

Oleh dr. Hunied Kautsar

Common cold atau flu merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi sehingga obat yang dapat meringankan gejala flu sangat dibutuhkan. Tinjauan pustaka terkini mengenai manfaat zinc untuk meringankan gejala flu.

Common cold atau dikenal juga sebagai batuk-pilek atau flu (walau penggunaan kata flu rancu karena lebih tepat digunakan untuk penyakit influenza) adalah self limiting disease yang akan sembuh dengan sendirinya jika daya tahan tubuh pasien dijaga dengan baik. Namun, dengan padatnya aktivitas sehari-hari, kebanyakan pasien memilih untuk mengkonsumsi obat-obatan yang dapat meringankan gejala flu.

Selain mengkonsumsi obat-obatan yang meringankan gejala flu, terkadang pasien juga mengkonsumsi vitamin C dan zinc, salah satunya dalam bentuk tablet effervescent yang dijual bebas. Untuk sediaan khusus zinc, tersedia dalam bentuk tablet, tablet hisap (lozenges), kapsul, dan sirup.

flu-alodokter

Efek Konsumsi Zinc Lozenges Terhadap Gejala Flu

  • Dalam jurnal berupa systematic review, Harri Hemilia[1] menelaah beberapa penelitian yang meneliti efek dari konsumsi zinc lozenges terhadap gejala flu.

  • Beberapa penelitian tersebut terbagi jadi 2 kelompok; zinc dosis rendah (<75 mg/hari) dan dosis tinggi (>75 mg/hari).

  • Dosis yang signifikan secara statistik dapat mengurangi gejala flu adalah dosis > 75 mg/hari.[1]
  • Terdapat dua macam sediaan zinc yang dapat dikonsumsi untuk mengurangi gejala flu, yakni zinc gluconate dan zinc acetate.

  • Tablet hisap yang mengandung zinc gluconate memiliki efektivitas yang sama dengan tablet hisap yang mengandung zinc acetate dalam mengurangi durasi gejala flu.[2]

  • Tablet hisap yang mengandung zinc lebih dari 100 mg tidak terbukti memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam mengurangi durasi gejala flu.[2]

  • Efektivitas tablet zinc lozenges juga bergantung pada komposisi dari tablet tersebut. Tambahan elemen lain seperti asam sitrat dapat mengurangi jumlah free zinc ions sehingga menurunkan efektivitas dari tablet zinc.[1]

  • Zinc sebaiknya dikonsumsi pada hari pertama timbulnya gejala flu. Namun pemberian dalam tiga hari pertama masih menunjukkan manfaat.

  • Tablet hisap dikonsumsi setiap 2-3 jam, bergantung pada dosis setiap tablet.
  • Tidak ada perbedaan yang signifikan dari efek zinc lozenges terhadap gejala flu yang berasal dari regio anatomi yang berbeda.[3]

  • Konsumsi zinc pada pasien yang memiliki alergi (bukan alergi terhadap zinc) tidak mempengaruhi efektivitas zinc dalam mengurangi gejala flu.[4]

Mekanisme Zinc Dalam Memerangi Virus Penyebab Batuk Pilek

  • Batuk pilek paling banyak disebabkan oleh human rhinovirus
  • Virus ini menempel pada dinding epitel hidung melalui reseptor molekul adesi intraselular-1 (ICAM-1)
  • Ion zinc, berdasarkan muatan listriknya, juga memiliki kemampuan untuk melekat pada reseptor ICAM-1 di struktur virus dan juga di dinding epitel hidung sehingga mencegah virus untuk berkembang.[5]

  • Oleh karena itu, zinc dalam bentuk tablet hisap atau sirup dianggap lebih efektif dalam memerangi virus karena bertahan di dalam tenggorokan dan berkontak langsung dengan virus.

Keamanan Konsumsi Zinc

Walaupun dosis zinc yang disarankan jauh melebihi rekomendasi harian zinc (lihat tabel 1), namun uji klinis yang dilakukan tidak menemukan adanya efek samping atau kerusakan yang permanen.

Tabel 1. Rekomendasi Asupan Zinc Perhari berdasarkan AKG (Angka Kecukupan Gizi) bagi Bangsa Indonesia

Jenis Kelamin Usia

Asupan zinc perhari (mg)

Laki-laki dan perempuan 0-6 bulan -
7-11 bulan 3
1-3 tahun 4
4-6 tahun 5
7-9 tahun 11
Laki-laki 10-12 tahun 14
13-15 tahun 18
16-18 tahun 17
19->80 tahun 13
Perempuan 10-12 tahun 13
13-15 tahun 16
16-18 tahun 14
19->80 tahun 10
Ibu Hamil (tergantung usia Ibu) Trimester 1 +2
Trimester 2 +4
Trimester 3 +10
Ibu Menyusui (tergantung usia Ibu) 6 bulan pertama +5
6 bulan kedua +5

  • Hampir sama seperti di Indonesia, di Amerika rekomendasi asupan zinc per hari untuk pria dewasa adalah 11mg/hari sedangkan untuk wanita dewasa adalah 8 mg/hari.[6]

  • Beberapa clinical trial menggunakan asupan zinc lebih dari 150 mg/hari dalam jangka waktu beberapa bulan.[7,8]]

  • Clinical trial ini tidak menyebabkan efek samping atau kerusakan yang permanen.[7,8]

Efek Samping

  • Rasa tidak enak dalam mulut yang menyebabkan mual dan muntah. Rasa mual akan langsung hilang ketika konsumsi zinc dosis tinggi dihentikan.
  • Rasa tidak enak dalam mulut akibat konsumsi zinc dapat dikurangi dengan cara mengunyah permen karet tanpa gula, membersihkan lidah dengan sikat lidah atau menambah frekuensi menyikat gigi.
  • Konstipasi
  • Diare
  • Kurang peka terhadap rasa dan bau
  • Keram perut
  • Mulut kering
  • Meningkatkan resiko perdarahan, tidak disarankan untuk penderita kelainan darah.
  • Menurunkan level glukosa dalam darah, dosis harus disesuaikan bagi penderita diabetes.
  • Penurunan dosis tembaga dan perubahan hematologis, namun efek samping ini akan hilang ketika konsumsi zinc dosis tinggi dihentikan.[9]

Konsumsi Zinc Untuk Ibu Hamil dengan Common Cold

  • Tidak ada penelitian yang menyatakan dosis konsumsi zinc bagi ibu hamil atau menyusui yang menderita common cold.

  • Asupan zinc tambahan bagi ibu hamil atau menyusui yang menderita common cold sebaiknya berasal dari sumber alami seperti daging merah, daging ayam, udang, kacang-kacangan dan keju.

  • Asupan zinc bagi ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak melebihi Tolerable Upper Intake Level (UL) bagi orang dewasa (usia 19 tahun keatas) dalam satu hari, yakni tidak melebihi 40 mg perhari.[10]

 

Referensi