Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Indikasi dan Dosis Zanamivir annisa-meidina 2026-01-21T11:27:35+07:00 2026-01-21T11:27:35+07:00
Zanamivir
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Indikasi dan Dosis Zanamivir

Oleh :
dr. Karina Sutanto
Share To Social Media:

Indikasi zanamivir dalam bentuk inhalasi oral adalah untuk tata laksana dan profilaksis influenza A dan B. Sementara itu, zanamivir parenteral digunakan untuk tata laksana kasus influenza A dan B yang rumit. Dosis zanamivir disesuaikan dengan indikasi dan bentuk sediaannya.[2-4,10]

Tata Laksana Influenza A dan B

Untuk tata laksana influenza A dan B pada orang dewasa, zanamivir bubuk inhalasi oral diberikan dengan dosis 10 mg (2 inhalasi) sebanyak 2 kali sehari selama 5 hari melalui alat inhalasi. Terapi dimulai dalam 48 jam setelah timbulnya gejala.[2-4,8]

Untuk tata laksana influenza A dan B pada anak berusia ≥5 tahun (bukti efikasi dan keamanan pada anak berusia <7 tahun sebenarnya masih terbatas), zanamivir bubuk inhalasi oral diberikan dengan dosis 10 mg (2 inhalasi) sebanyak 2 kali sehari selama 5 hari melalui alat inhalasi. Terapi dimulai dalam 36 jam setelah timbul gejala.[2-4,8]

Untuk tata laksana influenza A dan B pada pasien dengan kasus infeksi yang rumit dan berpotensi mengancam jiwa, resisten, dan/atau tidak cocok dengan pengobatan lain, zanamivir intravena diindikasikan. Rekomendasi dosis zanamivir intravena adalah:

  • Orang dewasa: 600 mg sebanyak 2 kali sehari selama 5-10 hari, diberikan melalui infus selama 30 menit
  • Anak 6 bulan sampai <6 tahun: 14 mg/kgBB sebanyak 2 kali sehari, diberikan melalui infus selama 30 menit dengan durasi terapi selama 5-10 hari
  • Anak ≥6 tahun: 12 mg/kgBB sebanyak 2 kali sehari, maksimal 600 mg sebanyak 2 kali sehari. Terapi diberikan melalui infus selama 30 menit dengan durasi selama 5-10 hari[2,3,10]

Profilaksis Influenza A dan B

Untuk profilaksis influenza A dan B (bila ada paparan di rumah tangga atau ada kontak dekat), zanamivir bubuk inhalasi oral diberikan dengan dosis dewasa 10 mg (2 inhalasi) sebanyak 1 kali sehari selama 10 hari melalui alat inhalasi. Sementara itu, dosis dewasa untuk profilaksis terhadap wabah di masyarakat adalah 10 mg (2 inhalasi) sebanyak 1 kali sehari hingga 28 hari melalui alat inhalasi. Profilaksis dimulai dalam 36 jam setelah kontak.[2,3,8]

Penggunaan pada Populasi Khusus

Penggunaan zanamivir memerlukan penyesuaian dosis pada populasi khusus, yakni populasi dengan gangguan renal. Zanamivir diberikan setelah sesi dialisis pada pasien yang menjalani hemodialisis intermiten atau dialisis peritoneal. Penyesuaian dosis pada pasien gangguan renal dibagi berdasarkan usia, berat, dan klirens kreatinin (CrCl).[2,3]

Tabel 2. Dosis Dewasa dan Anak ≥6 Tahun dengan Berat ≥50 kg

CrCl (mL/ menit) Dosis
<15 Dosis awal 600 mg diikuti dengan 60 mg sebanyak 2 kali sehari, dimulai 48 jam setelah dosis awal.
15-<30 Dosis awal 600 mg diikuti dengan 150 mg sebanyak 2 kali sehari, dimulai 24 jam setelah dosis awal.
30-<50 Dosis awal 600 mg diikuti dengan 250 mg sebanyak 2 kali sehari, dimulai 12 jam setelah dosis awal.
50-<80 Dosis awal 600 mg diikuti dengan 400 mg sebanyak 2 kali sehari, dimulai 12 jam setelah dosis awal.

Tabel 3. Dosis Anak 6 Tahun Sampai <18 Tahun dengan Berat <50 kg

CrCl (mL/ menit) Dosis
<15 Dosis awal 12 mg/kgBB diikuti dengan 1,2 mg/kgBB sebanyak 2 kali sehari, dimulai 48 jam setelah dosis awal.
15-<30 Dosis awal 12 mg/kgBB diikuti dengan 3 mg/kgBB sebanyak 2 kali sehari, dimulai 24 jam setelah dosis awal.
30-<50 Dosis awal 12 mg/kgBB diikuti dengan 5 mg/kgBB sebanyak 2 kali sehari, dimulai 12 jam setelah dosis awal.
50-<80 Dosis awal 12 mg/kgBB diikuti dengan 8 mg/kgBB sebanyak 2 kali sehari, dimulai 12 jam setelah dosis awal.

Tabel 4. Dosis Anak 6 Bulan Sampai <6 Tahun dengan Berat ≥42,8 kg

CrCl (mL/ menit) Dosis
<15 Dosis awal 600 mg diikuti dengan 60 mg sebanyak 2 kali sehari, dimulai 48 jam setelah dosis awal.
15-<30 Dosis awal 600 mg diikuti dengan 150 mg sebanyak 2 kali sehari, dimulai 24 jam setelah dosis awal.
30-<50 Dosis awal 600 mg diikuti dengan 250 mg sebanyak 2 kali sehari, dimulai 12 jam setelah dosis awal.
50-<80 Dosis awal 600 mg diikuti dengan 400 mg sebanyak 2 kali sehari, dimulai 12 jam setelah dosis awal.

Tabel 5. Dosis Anak 6 Bulan Sampai <6 Tahun dengan Berat <42,8 kg

CrCl (mL/ menit) Dosis
<15 Dosis awal 14 mg/kgBB diikuti dengan 1,4 mg/kgBB sebanyak 2 kali sehari, dimulai 48 jam setelah dosis awal.
15-<30 Dosis awal 14 mg/kgBB diikuti dengan 3,5 mg/kgBB sebanyak 2 kali sehari, dimulai 24 jam setelah dosis awal.
30-<50 Dosis awal 14 mg/kgBB diikuti dengan 5,8 mg/kgBB sebanyak 2 kali sehari, dimulai 12 jam setelah dosis awal.
50-<80 Dosis awal 14 mg/kgBB diikuti dengan 9,3 mg/kgBB sebanyak 2 kali sehari, dimulai 12 jam setelah dosis awal.

Referensi

2. MIMS. Zanamivir. 2025. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/zanamivir?mtype=generic
3. FDA. Relenza. 2018. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2018/021036s030lbl.pdf
4. Eiland LS, Eiland EH. Zanamivir for the prevention of influenza in adults and children age 5 years and older. Ther Clin Risk Manag. 2007 Jun;3(3):461-5.
8. Drugs.com. Zanamivir (Inhalation). 2025. https://www.drugs.com/cons/zanamivir.html
10. Marty FM, Man CY, van der Horst C, et al. Safety and pharmacokinetics of intravenous zanamivir treatment in hospitalized adults with influenza: an open-label, multicenter, single-arm, phase II study. J Infect Dis. 2014 Feb 15;209(4):542-50.

Formulasi Zanamivir
Efek Samping dan Interaksi Obat ...

Artikel Terkait

  • Efikasi Konsumsi Zinc untuk Meringankan Gejala Common Cold
    Efikasi Konsumsi Zinc untuk Meringankan Gejala Common Cold
  • Vaksin Influenza untuk Pencegahan Sekunder Infark Miokard Akut pada Pasien Risiko Tinggi
    Vaksin Influenza untuk Pencegahan Sekunder Infark Miokard Akut pada Pasien Risiko Tinggi
  • Pemberian Oseltamivir untuk Penyakit Serupa Influenza di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer – Telaah Jurnal
    Pemberian Oseltamivir untuk Penyakit Serupa Influenza di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer – Telaah Jurnal
  • Oseltamivir Tidak Bermanfaat untuk Pasien Influenza - Artikel Terkini!
    Oseltamivir Tidak Bermanfaat untuk Pasien Influenza - Artikel Terkini!
  • Vaksin Influenza: Siapakah yang Memerlukan
    Vaksin Influenza: Siapakah yang Memerlukan

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 24 November 2025, 09:43
Benjolan di ketiak pada ibu hamil TM 3
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, izin bertanya. Jika ada pasien ibu hamil dengan keluhan batuk pilek dan terdapat benjolan di ketiak setelah flu, apakah terapi yg tepat bisa...
dr. Risna Safitri
Dibalas 21 November 2025, 17:03
Apakah akhir-akhir ini meningkat kasus influenza, covid, atau pneumonia?
Oleh: dr. Risna Safitri
5 Balasan
ALO Dokter. Akhir2 ini banyak sekali kasus demam tinggi 3 hari, sakit tenggorokan dan batuk. Tanpa disertai adanya flu. Bahkan napasnya menjadi berat, hingga...
dr. Intan Fajriani
Dibalas 13 Februari 2023, 10:35
Live Webinar Alomedika - Pengujian Kombo COVID-19 dan Influenza A/B untuk Diagnosa dan Terapi yang Cepat dan Akurat.Sabtu, 11 Februari 2023.
Oleh: dr. Intan Fajriani
7 Balasan
ALO, Dokter!Jangan lewatkan Live Webinar dengan topik, "Pengujian Kombo COVID-19 dan Influenza A/B untuk Penentuan Diagnosa dan Terapi yang Cepat dan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.