Pendahuluan Paromomycin
Paromomycin adalah antibiotik golongan aminoglikosida yang digunakan untuk mengatasi leishmaniasis dan infeksi protozoa usus, seperti pada amebiasis dan giardiasis. Paromomycin bekerja dengan mengikat subunit 30S ribosom bakteri pada rRNA 16S di situs A, sehingga menyebabkan kesalahan pembacaan mRNA dan terbentuknya protein abnormal yang akhirnya menghambat fungsi sel serta menyebabkan kematian bakteri.[1,2]
Paromomycin merupakan antibiotik golongan aminoglikosida (amino cyclitol glycoside) yang diperoleh dari berbagai spesies Streptomyces. Obat ini memiliki aktivitas spektrum luas sebagai antibakteri, antiprotozoa, serta antiparasit.[2]
Secara klinis, paromomycin umumnya diberikan dalam bentuk garam sulfat untuk mengatasi infeksi protozoa intestinal, seperti amebiasis dan giardiasis, serta pengobatan leishmaniasis viseral. Meski demikian, paromomycin tidak efektif terhadap infeksi protozoa ekstraintestinal.[1,2]
Paromomycin perlu digunakan dengan hati-hati karena membawa risiko nefrotoksisitas, ototoksisitas, dan blokade neuromuskular. Penggunaan juga perlu diperhatikan pada pasien dengan varian gen MT-RNR1 karena akan meningkatkan risiko ototoksisitas.[1]
Tabel 1. Deskripsi Singkat Paromomycins
| Perihal | Deskripsi |
| Kelas | Antibakteri.[1] |
| Subkelas | Antiprotozoa.[1] |
| Akses | Resep.[3] |
| Wanita hamil | Kategori FDA: tidak tersedia.[1,3] Kategori TGA: tidak tersedia.[4] |
| Wanita menyusui | Diperkirakan tidak dikeluarkan ke ASI karena absorpsi usus yang kurang baik.[1,2] |
| Anak-anak | Bisa digunakan sesuai anjuran.[1] |
| FDA | Approved.[1,2] |