Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Paromomycin
Pada kehamilan, penggunaan paromomycin secara oral memiliki absorpsi yang sangat rendah sehingga paparan terhadap janin diperkirakan minimal. Meski begitu, belum terdapat data terkontrol yang memadai mengenai keamanan penggunaan pada ibu hamil. Pada ibu menyusui, belum diketahui apakah paromomycin dikeluarkan ke ASI, tetapi mengingat absorpsi yang rendah, obat ini diperkirakan hanya sedikit atau tidak masuk ke ASI.[1,11]
Penggunaan pada Kehamilan
Paromomycin digunakan untuk indikasi infeksi protozoa intestinal, seperti amebiasis. FDA dan TGA tidak memasukkan paromomycin dalam kategori kehamilan apapun. Secara umum, paromomycin yang digunakan per oral memiliki absorpsi yang sangat rendah sehingga paparan terhadap janin diperkirakan minimal.
Walau begitu, belum terdapat data terkontrol yang memadai pada manusia terkait keamanan penggunaan selama kehamilan. Penggunaan paromomycin pada ibu hamil perlu mempertimbangkan rasio manfaat dan risiko pada masing-masing kasus.[1,11]
Penggunaan pada Ibu Menyusui
Paromomycin hanya sedikit sekali diabsorbsi setelah pemberian secara oral dengan hampir 100% obat ditemukan dalam bentuk tidak berubah di feses. Oleh karena itu, diperkirakan obat yang mencapai ASI berjumlah sangat sedikit dan diperkirakan tidak menyebabkan efek samping bagi bayi yang mendapat ASI.[1,11]