Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Paromomycin annisa-meidina 2026-10-15T10:15:02+07:00 2026-10-15T10:15:02+07:00
Paromomycin
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Paromomycin

Oleh :
dr. Lina Yohanes, Sp.FK
Share To Social Media:

Pengawasan klinis pada pasien yang mendapat paromomycin mencakup evaluasi respons terhadap terapi dan munculnya efek samping, khususnya keluhan gastrointestinal seperti mual, kram atau nyeri abdomen, dan diare.[1-3,11]

Respons Terapi

Pemantauan selama terapi perlu mencakup respons terhadap terapi, seperti perbaikan gejala infeksi, frekuensi dan konsistensi diare, nyeri atau kram abdomen, demam, serta tanda-tanda infeksi yang menetap atau memburuk.[1-3]

Pemantauan Efek Samping

Efek samping gastrointestinal seperti mual, muntah, kram abdomen, dan diare bisa terjadi. Selain itu, meskipun sebagian besar paromomycin oral tidak diserap secara sistemik, absorpsi dapat meningkat jika terdapat kerusakan mukosa intestinal. Pada pasien yang memiliki lesi atau ulkus intestinal, gangguan ginjal, atau kondisi lain yang berpotensi meningkatkan absorpsi sistemik, pemantauan fungsi ginjal dapat dipertimbangkan untuk mendeteksi nefrotoksisitas secara dini.

Selain itu, perlu dilakukan pemantauan terhadap ototoksisitas dan efek neuromuskular, terutama pada pasien dengan faktor risiko. Pasien dapat ditanyakan secara berkala mengenai munculnya tinnitus, penurunan pendengaran, rasa penuh pada telinga, pusing, atau gangguan keseimbangan.

Pada pasien dengan varian MT-RNR1 yang diketahui meningkatkan risiko ototoksisitas akibat aminoglikosida, pemantauan fungsi pendengaran selama dan setelah terapi mungkin perlu dilakukan secara lebih ketat. Pada populasi pasien ini, penggunaan aminoglikosida sebaiknya dihindari.

Pemantauan klinis juga dapat mencakup tanda-tanda superinfeksi, misalnya munculnya infeksi baru atau infeksi jamur, serta evaluasi keberhasilan eradikasi organisme penyebab sesuai indikasi. Jika terapi tidak memberikan respons yang diharapkan, evaluasi ulang diagnosis, kepatuhan pasien, kemungkinan resistensi, dan bila diperlukan dapat dilakukan kultur serta uji sensitivitas.[1-3]

Referensi

1. ASHP. Paromomycin (Monograph). 2026. https://www.drugs.com/monograph/paromomycin.html
2. National Center for Biotechnology Information. PubChem Compound Summary for CID 165580, Paromomycin. 2026. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Paromomycin.
3. MIMS. Paromomycin. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paromomycin?mtype=generic
11. Medscape. Paromomycin. 2026. https://reference.medscape.com/drug/humatin-paromomycin-342665#6

Kontraindikasi dan Peringatan Pa...

Artikel Terkait

  • Pedoman Penanganan Gastroenteritis dari IDSA 2017 dan Penerapannya di Indonesia
    Pedoman Penanganan Gastroenteritis dari IDSA 2017 dan Penerapannya di Indonesia
  • Gastroenteritis Akut pada Anak – Panduan E-Prescription Alomedika
    Gastroenteritis Akut pada Anak – Panduan E-Prescription Alomedika
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 10 jam yang lalu
Konsul wanita umur 47 th keluhan menstruasi sudah lebih 1 bulan dan deras
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Siang dokterIzin konsul wanita umur 47th keluhan menstruasi sudah lebih 1bln sudah minum obat regumen , haid berenti tetapi abis obat 5hr haid nya deras...
dr. ALOMEDIKA
Dibalas 16 jam yang lalu
Trending! TOP 5 Artikel di Bulan Oktober 2026 🧐
Oleh: dr. ALOMEDIKA
1 Balasan
ALO Dokter!  Segera update pengetahuan Anda dengan artikel medis terpopuler bulan Oktober di ALOMEDIKA.  1. Tata Laksana Kritis Pes Pneumonia: Pembelajaran...
Anonymous
Dibalas 18 jam yang lalu
Lokasi suntikan vaksin apakah bisa di otot perut
Oleh: Anonymous
1 Balasan
apakah boleh melakukan penyuntikan vaksin influenza di otot perut?

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.