Formulasi Paromomycin
Formulasi paromomycin adalah dalam bentuk sediaan oral, baik berupa tablet, kapsul, maupun sirup. Di negara lain, obat ini juga ada dalam bentuk injeksi, tetapi sediaan injeksi tidak ada di Indonesia.[1,3,9,10]
Bentuk Sediaan
Di Indonesia, paromomycin tersedia dalam bentuk tablet 250 mg dan sirup 125 mg/5 mL. Meski begitu, di beberapa negara lain, obat ini juga tersedia dalam bentuk kapsul 250 mg dan sediaan injeksi 500 mg/mL.[1,3,9,10]
Cara Penggunaan
Paromomycin dapat diberikan melalui rute oral, topikal, maupun intramuskular (IM). Meski begitu, di Indonesia hanya ada sediaan oral.
Pemberian paromomycin oral dianjurkan bersama makanan. Untuk penggunaan topikal, misalnya sediaan paromomycin 15% dengan methylbenzethonium chloride 12%, dapat digunakan untuk leishmaniasis kutan. Sementara itu, pemberian intramuskuler (IM) pernah digunakan untuk pengobatan leishmaniasis visceral.
Selama terapi dengan paromomycin, pasien perlu dipantau terhadap munculnya superinfeksi oleh organisme yang tidak sensitif. Selain itu, penggunaan paromomycin harus dibatasi pada infeksi yang terbukti atau sangat dicurigai disebabkan oleh organisme yang sensitif untuk membantu mencegah perkembangan resistensi.[1,3]
Cara Penyimpanan
Paromomycin perlu disimpan dalam suhu 20–25°C. Penyimpanan dilakukan dalam wadah yang tertutup rapat, serta dijauhkan dari kelembapan.[1,3]