Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Kontraindikasi dan Peringatan Rocuronium annisa-meidina 2026-04-16T09:36:05+07:00 2026-04-16T09:36:05+07:00
Rocuronium
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Kontraindikasi dan Peringatan Rocuronium

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Kontraindikasi rocuronium adalah hipersensitivitas terhadap rocuronium atau agen penghambat neuromuskular lain. Penggunaan juga dihindari jika fasilitas manajemen jalan napas, ventilasi mekanik, dan resusitasi tidak tersedia. Peringatan diperlukan pada pasien dengan penyakit neuromuskular, gangguan elektrolit, disfungsi hati, atau gangguan asam–basa, karena dapat memperpanjang atau mempotensiasi efek blokade neuromuskular.[4,18,19,21]

Kontraindikasi

Rocuronium dikontraindikasikan pada pasien dengan hipersensitivitas yang diketahui terhadap rocuronium, bromida, atau obat penghambat neuromuskular nondepolarisasi lainnya seperti vecuronium dan atracurium. Reaksi hipersensitivitas, termasuk anafilaksis dan sindrom Kounis, dapat terjadi dan berpotensi mengancam jiwa meskipun angka kejadiannya relatif jarang.[4,14,18,19]

Peringatan

Rocuronium dapat menyebabkan paralisis otot respirasi yang berat, sehingga pemberiannya hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dengan fasilitas ventilasi dan resusitasi yang memadai. Reaksi hipersensitivitas serius telah dilaporkan dan dapat menunjukkan reaksi silang dengan agen penghambat neuromuskular lain, sehingga terapi emergensi untuk anafilaksis harus selalu tersedia selama pemberian obat.

Efek blokade neuromuskular rocuronium dapat berubah secara signifikan pada kondisi klinis tertentu. Pasien dengan penyakit neuromuskular seperti myasthenia gravis atau sindrom Eaton-Lambert dapat mengalami blokade yang sangat mendalam sehingga dianjurkan pemberian dosis uji kecil dengan pemantauan menggunakan peripheral nerve stimulator.

Sebaliknya, pasien dengan luka bakar luas (≥25–30% luas permukaan tubuh) sering menunjukkan resistensi terhadap obat ini mulai sekitar satu minggu setelah cedera, sehingga mungkin memerlukan dosis yang lebih tinggi. Resistensi juga dapat terjadi pada kondisi seperti denervasi, atrofi akibat imobilisasi, atau penggunaan jangka panjang obat tertentu seperti carbamazepine dan phenytoin.

Penggunaan rocuronium juga memerlukan perhatian terhadap komplikasi sistemik dan efek residu. Blokade neuromuskular dapat dipotensiasi oleh kondisi seperti debilitas, gangguan elektrolit, ketidakseimbangan asam–basa, atau penggunaan obat lain (misalnya anestetik inhalasi dan magnesium sulfat), sehingga penyesuaian dosis mungkin diperlukan.

Selain itu, penggunaan jangka panjang di unit perawatan intensif dapat menyebabkan paralisis berkepanjangan atau miopati, serta terdapat risiko blokade neuromuskular residual setelah operasi sehingga ekstubasi hanya boleh dilakukan setelah pemulihan fungsi neuromuskular adekuat.[4]

Referensi

4. American Society of of Health-Systems Pharmacists. Rocuronium. 2025. https://www.drugs.com/monograph/rocuronium-bromide.html
14. Electronic Medicines Compendium. Rocuronium bromide 50 mg/5 ml solution for injection/infusion vials (10 mg/ml) – Summary of Product Characteristics (SmPC). 2024. https://www.medicines.org.uk/emc/product/8841/smpc#gref
18. Biomedicus.gr. Rocuronium bromide 10 mg/mL – Side effects. 2026. https://biomedicus.gr/rocuronium-bromide-side-effects-3/
19. National Pharmaceutical Regulatory Agency (NPRA). Rocuronium: Kounis syndrome. 2020. https://www.npra.gov.my/index.php/en/component/content/article/419-english/safety-alerts-main/safety-alerts-2020/1527095-rocuronium-kounis-syndrome.html
21. London Health Sciences Centre. Rocuronium (Zemuron). London Health Sciences Centre. 2024. https://www.lhsc.on.ca/critical-care-trauma-centre/rocuronium-zemuron.

Penggunaan pada Kehamilan dan Ib...
Pengawasan Klinis Rocuronium

Artikel Terkait

  • Intubasi dan Ventilasi pada Pasien ARDS dengan COVID-19
    Intubasi dan Ventilasi pada Pasien ARDS dengan COVID-19
  • Cara Praktis Menilai Intubasi Sulit
    Cara Praktis Menilai Intubasi Sulit
  • Bougie VS Stilet pada Keberhasilan Intubasi Pasien Sakit Kritis – Telaah Jurnal Alomedika
    Bougie VS Stilet pada Keberhasilan Intubasi Pasien Sakit Kritis – Telaah Jurnal Alomedika
  • Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
    Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
  • Anestesi Umum atau Lokal untuk Ekstraksi Gigi Bungsu
    Anestesi Umum atau Lokal untuk Ekstraksi Gigi Bungsu

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 18 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Rahasia Mengatasi Kulit Sensitif dengan Kandungan Aktif - Kamis, 30 April 2026 Jam:14.00 - 15.30 WIB WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Daftar disini:https://www.alomedika.com/webinar/rahasia-mengatasi-kulit-sensitif-dengan-kandungan-aktif?type=single Link...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 18 jam yang lalu
Bukan Sekadar Pelembap: Inilah Kombinasi Ampuh untuk Menjinakkan Kulit Sensitif!
Oleh: dr.Eurena Maulidya
1 Balasan
ALO Dokter!Masih seringkah Dokter menemui pasien dengan keluhan kulit sensitif yang sulit diredakan hanya dengan pelembap standar? Tahukah Dokter, bagaimana...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 22 jam yang lalu
Yuk, Peka Lepra! Ikuti e-Course berSKP Kemenkes - Lepra Masih Ada: Tantangan Diagnosis dan Tata Laksana
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!Link daftar: https://www.alomedika.com/ecourse/lepra-masih-ada-tantangan-diagnosis-dan-tata-laksanaLink LMS:...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.