Pendahuluan Rocuronium
Rocuronium merupakan obat pelemas otot atau muscle relaxant, yang digunakan untuk menimbulkan paralisis otot temporer sebagai bagian regimen anestesi pada operasi yang memerlukan anestesi umum. Rocuronium bekerja dengan antagonisme kompetitif terhadap reseptor nikotinik asetilkolin di sinaps neuromuskular, sehingga menghambat transmisi impuls saraf dan menyebabkan paralisis otot sementara dengan awitan kerja cepat dan durasi kerja menengah.
Rocuronium adalah penghambat neuromuskular nondepolarisasi golongan aminosteroid yang digunakan dalam praktik anestesi untuk menghasilkan relaksasi otot skeletal. Secara klinis, rocuronium digunakan untuk memfasilitasi intubasi endotrakeal cepat dan memberikan relaksasi otot rangka selama anestesi umum atau ventilasi mekanik.[1-4]
Pada praktiknya, dosis awal rocuronium diberikan sebagai injeksi intravena (IV) cepat Sementara itu, dosis pemeliharaan dapat diberikan melalui injeksi IV intermiten atau infus kontinu menggunakan perangkat infus terkontrol.
Pemberian rocuronium harus dilakukan setelah induksi anestesi dengan analgesia dan sedasi adekuat, disertai pemantauan blokade neuromuskular menggunakan peripheral nerve stimulator. Pada pemberian rocuronium, perlu disiapkan ventilasi mekanik dan agen reversal seperti sugammadex untuk reversal cepat atau neostigmin dengan atropin atau glikopirolat untuk memastikan pemulihan fungsi neuromuskular yang adekuat.[1,3,4]
Rocuronium dapat menyebabkan depresi respirasi berat hingga henti napas, sehingga pemberian hanya boleh dilakukan di fasilitas dengan kemampuan ventilasi dan resusitasi yang memadai serta pemantauan blokade neuromuskular yang adekuat. Reaksi hipersensitivitas berat termasuk anafilaksis juga pernah dilaporkan.
Kemungkinan efek samping berat lain meliputi blokade neuromuskular yang berlebihan pada pasien dengan penyakit neuromuskular, resistensi pada pasien luka bakar, interaksi obat yang dapat memperkuat atau melemahkan efek blokade, serta paralisis residual atau kelemahan otot berkepanjangan terutama pada penggunaan jangka panjang di ICU.[4]
Tabel 1. Deskripsi Singkat Rocuronium
| Perihal | Deskripsi |
| Kelas | Neuromuscular Blocker.[5,6] |
| Subkelas | Neuromuscular Nondepolarizing Agents.[5,7] |
| Akses | Resep.[2,3] |
| Wanita hamil | Kategori FDA: B, C pada studi lebih tua.[4,9,22] Kategori TGA: B2.[8,10,11] |
| Wanita menyusui | Tidak diketahui apakah diekskresikan di dalam ASI atau tidak.[5,10] |
| Anak-anak | Dapat digunakan pada anak-anak.[2,5] |
| Infant | Dapat digunakan mulai bayi baru lahir, tetapi dengan kehati-hatian.[12,13] |
| FDA | Approved.[4,9] |