Efek Samping dan Interaksi Obat Rocuronium
Efek samping yang perlu diwaspadai pada penggunaan rocuronium adalah depresi napas. Interaksi obat bisa terjadi pada pasien yang mendapat phenytoin atau carbamazepine jangka panjang, yakni bisa terjadi resistensi terhadap rocuronium.[4]
Efek Samping
Rocuronium umumnya ditoleransi dengan baik, namun dapat menimbulkan efek samping yang berkaitan dengan blokade neuromuskular maupun reaksi hipersensitivitas. Efek yang paling sering dilaporkan adalah residual neuromuscular blockade (RNMB) yang dapat menyebabkan kelemahan otot, gangguan ventilasi spontan, hipoksemia, hingga kebutuhan ventilasi lanjutan apabila pemantauan dan antagonisasi tidak adekuat.[1,14,17,18]
Reaksi hipersensitivitas, termasuk anafilaksis, telah dilaporkan meskipun jarang terjadi. Manifestasi klinis dapat berupa hipotensi, bronkospasme, urtikaria, takikardia, hingga kolaps kardiovaskular. Reaksi alergi berat terhadap rocuronium juga dikaitkan dengan sindrom koroner alergik (sindrom Kounis), walaupun insidensinya sangat rendah.[14,17,19]
Selain itu, perubahan hemodinamik ringan seperti hipotensi atau takikardia dapat terjadi pada sebagian pasien. Pada penggunaan jangka panjang di unit perawatan intensif, terutama bila dikombinasikan dengan kortikosteroid, terdapat risiko kelemahan neuromuskular berkepanjangan atau miopati terkait perawatan intensif.[1,3,14,16,18,20]
Interaksi Obat
Interaksi rocuronium terutama melibatkan obat-obat yang memengaruhi transmisi neuromuskular sehingga dapat memperkuat atau melemahkan efek blokade.
Meningkatkan Efek atau Memperpanjang Blokade Neuromuskular
Anestetik inhalasi, seperti sevoflurane atau isoflurane; antibiotik golongan aminoglikosida; magnesium sulfat; lithium; serta beberapa obat antiaritmia dapat meningkatkan atau memperpanjang efek rocuronium. Penggunaan bersamaan memerlukan pemantauan neuromuskular yang lebih ketat serta kemungkinan penyesuaian dosis.[1,14,17]
Menurunkan Efek Blokade Neuromuskular
Penggunaan kronis antikonvulsan, seperti phenytoin atau carbamazepine, dapat menurunkan sensitivitas terhadap rocuronium sehingga dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan untuk mencapai efek klinis yang adekuat.[1,4,14]
Interaksi dengan Agen Reversal
Rocuronium dapat direversi secara selektif dengan sugammadex, yang bekerja dengan mengikat molekul rocuronium dan menurunkan konsentrasi bebasnya dalam sirkulasi.
Sugammadex digunakan untuk reversal rocuronium pada situasi di mana reversal cepat terhadap blokade neuromuskular diperlukan, misalnya jika pasien tidak dapat diintubasi dan diventilasi, sehingga paralisis otot perlu dibalikkan dan pasien bisa bernapas secara mandiri kembali.[14,17]
Tabel 1. Interaksi Obat Rocuronium
| Interaksi Obat | Nama Obat |
| Peningkatan efek blokade neuromuskular | Anestetik inhalasi (sevoflurane, isoflurane), aminoglikosida, lincosamida, polimiksin, magnesium sulfat, lithium, beberapa antiaritmia.[1,14,17] |
| Penurunan efek blokade neuromuskular | Penggunaan kronis phenytoin dan carbamazepine.[1,14] |
| Pemercepat reversal blokade neuromuskular | Sugammadex.[14,17,20] |
| Membalikkan blokade melalui inhibisi asetilkolinesterase | Neostigmine.[14,20] |