Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Efek Samping dan Interaksi Obat Rocuronium annisa-meidina 2026-04-16T09:40:34+07:00 2026-04-16T09:40:34+07:00
Rocuronium
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Efek Samping dan Interaksi Obat Rocuronium

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Efek samping yang perlu diwaspadai pada penggunaan rocuronium adalah depresi napas. Interaksi obat bisa terjadi pada pasien yang mendapat phenytoin atau carbamazepine jangka panjang, yakni bisa terjadi resistensi terhadap rocuronium.[4]

Efek Samping

Rocuronium umumnya ditoleransi dengan baik, namun dapat menimbulkan efek samping yang berkaitan dengan blokade neuromuskular maupun reaksi hipersensitivitas. Efek yang paling sering dilaporkan adalah residual neuromuscular blockade (RNMB) yang dapat menyebabkan kelemahan otot, gangguan ventilasi spontan, hipoksemia, hingga kebutuhan ventilasi lanjutan apabila pemantauan dan antagonisasi tidak adekuat.[1,14,17,18]

Reaksi hipersensitivitas, termasuk anafilaksis, telah dilaporkan meskipun jarang terjadi. Manifestasi klinis dapat berupa hipotensi, bronkospasme, urtikaria, takikardia, hingga kolaps kardiovaskular. Reaksi alergi berat terhadap rocuronium juga dikaitkan dengan sindrom koroner alergik (sindrom Kounis), walaupun insidensinya sangat rendah.[14,17,19]

Selain itu, perubahan hemodinamik ringan seperti hipotensi atau takikardia dapat terjadi pada sebagian pasien. Pada penggunaan jangka panjang di unit perawatan intensif, terutama bila dikombinasikan dengan kortikosteroid, terdapat risiko kelemahan neuromuskular berkepanjangan atau miopati terkait perawatan intensif.[1,3,14,16,18,20]

Interaksi Obat

Interaksi rocuronium terutama melibatkan obat-obat yang memengaruhi transmisi neuromuskular sehingga dapat memperkuat atau melemahkan efek blokade.

Meningkatkan Efek atau Memperpanjang Blokade Neuromuskular

Anestetik inhalasi, seperti sevoflurane atau isoflurane; antibiotik golongan aminoglikosida; magnesium sulfat; lithium; serta beberapa obat antiaritmia dapat meningkatkan atau memperpanjang efek rocuronium. Penggunaan bersamaan memerlukan pemantauan neuromuskular yang lebih ketat serta kemungkinan penyesuaian dosis.[1,14,17]

Menurunkan Efek Blokade Neuromuskular

Penggunaan kronis antikonvulsan, seperti phenytoin atau carbamazepine, dapat menurunkan sensitivitas terhadap rocuronium sehingga dosis yang lebih tinggi mungkin diperlukan untuk mencapai efek klinis yang adekuat.[1,4,14]

Interaksi dengan Agen Reversal

Rocuronium dapat direversi secara selektif dengan sugammadex, yang bekerja dengan mengikat molekul rocuronium dan menurunkan konsentrasi bebasnya dalam sirkulasi.

Sugammadex digunakan untuk reversal rocuronium pada situasi di mana reversal cepat terhadap blokade neuromuskular diperlukan, misalnya jika pasien tidak dapat diintubasi dan diventilasi, sehingga paralisis otot perlu dibalikkan dan pasien bisa bernapas secara mandiri kembali.[14,17]

Tabel 1. Interaksi Obat Rocuronium

Interaksi Obat Nama Obat
Peningkatan efek blokade neuromuskular Anestetik inhalasi (sevoflurane, isoflurane), aminoglikosida, lincosamida, polimiksin, magnesium sulfat, lithium, beberapa antiaritmia.[1,14,17]
Penurunan efek blokade neuromuskular Penggunaan kronis phenytoin dan carbamazepine.[1,14]
Pemercepat reversal blokade neuromuskular Sugammadex.[14,17,20]
Membalikkan blokade melalui inhibisi asetilkolinesterase Neostigmine.[14,20]

 

Referensi

1. Jain A, Wermuth HR, Dua A, et al. Rocuronium. StatPearls Publishing; 2025 Jan. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539888/
3. JAMP Pharma. PrRocuronium Bromide Injection. JAMP Pharma Corporation. 2026. https://pdf.hres.ca/dpd_pm/00067018.PDF
4. American Society of of Health-Systems Pharmacists. Rocuronium. 2025. https://www.drugs.com/monograph/rocuronium-bromide.html
14. Electronic Medicines Compendium. Rocuronium bromide 50 mg/5 ml solution for injection/infusion vials (10 mg/ml) – Summary of Product Characteristics (SmPC). 2024. https://www.medicines.org.uk/emc/product/8841/smpc#gref
16. Medsafe. Rocuronium. Medsafe. 2024. https://www.medsafe.govt.nz/profs/datasheet/r/RocuroniumBromideMedsurgeinj.pdf
17. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Assessment Report: Esmeron cairan injeksi 10 mg/mL (Rocuronium bromida) – Nomor Izin Edar DKI0864802643A1. BPOM RI. 2026. https://registrasiobat.pom.go.id/files/assesment-reports/obat_baru/Esmeron%20Cairan%20injeksi%2010mg,mL_Rokuronium%20Bromida_DKI0864802643A1_2016.pdf
18. Biomedicus.gr. Rocuronium bromide 10 mg/mL – Side effects. 2026. https://biomedicus.gr/rocuronium-bromide-side-effects-3/
19. National Pharmaceutical Regulatory Agency (NPRA). Rocuronium: Kounis syndrome. 2020. https://www.npra.gov.my/index.php/en/component/content/article/419-english/safety-alerts-main/safety-alerts-2020/1527095-rocuronium-kounis-syndrome.html
20. Dong LV, Giang NT, Cuong NM, et al. Reversal of Deep Effect of Rocuronium by Sugammadex or Neostigmine after Abdominal Laparoscopic Surgery: A Single Center Experience in Vietnam. Open Access Maced J Med Sci. 2020 Apr. 20;8(B):295-300. https://oamjms.eu/index.php/mjms/article/view/4236

Indikasi dan Dosis Rocuronium
Penggunaan pada Kehamilan dan Ib...

Artikel Terkait

  • Intubasi dan Ventilasi pada Pasien ARDS dengan COVID-19
    Intubasi dan Ventilasi pada Pasien ARDS dengan COVID-19
  • Cara Praktis Menilai Intubasi Sulit
    Cara Praktis Menilai Intubasi Sulit
  • Bougie VS Stilet pada Keberhasilan Intubasi Pasien Sakit Kritis – Telaah Jurnal Alomedika
    Bougie VS Stilet pada Keberhasilan Intubasi Pasien Sakit Kritis – Telaah Jurnal Alomedika
  • Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
    Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
  • Anestesi Umum atau Lokal untuk Ekstraksi Gigi Bungsu
    Anestesi Umum atau Lokal untuk Ekstraksi Gigi Bungsu

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 18 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Rahasia Mengatasi Kulit Sensitif dengan Kandungan Aktif - Kamis, 30 April 2026 Jam:14.00 - 15.30 WIB WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Daftar disini:https://www.alomedika.com/webinar/rahasia-mengatasi-kulit-sensitif-dengan-kandungan-aktif?type=single Link...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 18 jam yang lalu
Bukan Sekadar Pelembap: Inilah Kombinasi Ampuh untuk Menjinakkan Kulit Sensitif!
Oleh: dr.Eurena Maulidya
1 Balasan
ALO Dokter!Masih seringkah Dokter menemui pasien dengan keluhan kulit sensitif yang sulit diredakan hanya dengan pelembap standar? Tahukah Dokter, bagaimana...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 22 jam yang lalu
Yuk, Peka Lepra! Ikuti e-Course berSKP Kemenkes - Lepra Masih Ada: Tantangan Diagnosis dan Tata Laksana
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!Link daftar: https://www.alomedika.com/ecourse/lepra-masih-ada-tantangan-diagnosis-dan-tata-laksanaLink LMS:...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.