Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Indikasi dan Dosis Rocuronium annisa-meidina 2026-04-16T09:26:19+07:00 2026-04-16T09:26:19+07:00
Rocuronium
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Indikasi dan Dosis Rocuronium

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Indikasi rocuronium adalah untuk memfasilitasi intubasi endotrakeal selama induksi anestesi umum, termasuk rapid sequence induction. Rocuronium juga digunakan untuk memberikan relaksasi otot skeletal selama prosedur pembedahan, mempertahankan blokade neuromuskular intraoperatif, serta memfasilitasi ventilasi mekanik pada pasien di unit perawatan intensif.

Dosis awal diberikan sebagai injeksi intravena (IV) cepat, sedangkan dosis pemeliharaan dapat diberikan melalui injeksi IV intermiten atau infus IV kontinu menggunakan perangkat infus terkontrol.[1,4,12,14]

Indikasi

Indikasi rocuronium mencakup penggunaannya sebagai agen blokade neuromuskular dalam anestesi umum untuk menunjang pengelolaan jalan napas, relaksasi otot intraoperatif, serta kebutuhan ventilasi mekanik pada kondisi tertentu.[1,12,14]

Intubasi Endotrakeal

Rocuronium diindikasikan untuk memfasilitasi intubasi endotrakeal selama induksi anestesi umum, termasuk pada prosedur rapid sequence induction (RSI). Obat ini memiliki onset kerja cepat sehingga sering digunakan sebagai alternatif succinylcholine pada kondisi tertentu.[1,14]

Relaksasi Otot Selama Prosedur Pembedahan

Rocuronium digunakan untuk menghasilkan relaksasi otot rangka selama prosedur pembedahan guna mempermudah tindakan operatif dan mengoptimalkan kondisi pembedahan. Blokade neuromuskular dapat dipertahankan melalui pemberian bolus tambahan atau infus kontinu sesuai kebutuhan klinis dengan pemantauan neuromuskular yang adekuat.[3,4,14]

Pemeliharaan Blokade Neuromuskular

Selain untuk induksi, rocuronium juga diindikasikan untuk mempertahankan blokade neuromuskular selama anestesi umum. Pemeliharaan blokade diperlukan pada prosedur dengan durasi panjang atau yang memerlukan relaksasi otot stabil sepanjang tindakan operasi.[4,14]

Ventilasi Mekanik di Unit Perawatan Intensif

Rocuronium dapat digunakan pada pasien yang memerlukan ventilasi mekanik di intensive care unit (ICU), terutama untuk meningkatkan sinkronisasi pasien dengan ventilator atau pada kondisi tertentu yang memerlukan relaksasi otot jangka pendek. Penggunaan di ICU memerlukan pemantauan ketat terhadap fungsi neuromuskular dan kondisi klinis pasien, karena penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan paralisis residual.[1,14]

Dosis

Dosis rocuronium berbeda berdasarkan kelompok usia dan kondisi medis pasien.[1,3,4,12,14,15]

Dewasa

Pada pasien dewasa yang menjalani intubasi trakea elektif, rocuronium diberikan dengan dosis 0,6 mg/kg intravena sebagai bolus setelah pemberian sedasi dan analgesia. Obat akan menghasilkan onset kerja dalam 1–2 menit dan durasi blokade klinis sekitar 30–40 menit.[1,14]

Pada kondisi rapid sequence induction (RSI), digunakan dosis yang lebih tinggi yaitu 1–1,2 mg/kg intravena untuk mencapai kondisi intubasi optimal dalam waktu ±60 detik, dengan konsekuensi pemanjangan durasi kerja hingga 50–70 menit. Sebagai contoh, pada individu dengan berat badan 70 kg, dapat digunakan dosis 84 mg untuk RSI.[3,14]

Untuk mempertahankan blokade intraoperatif, bolus tambahan 0,1–0,2 mg/kg dapat diberikan saat pemantauan train-of-four (TOF) menunjukkan munculnya 1–2 respons, yang menandakan awal pemulihan transmisi neuromuskular. Alternatifnya, rocuronium dapat diberikan sebagai infus kontinu dengan kecepatan awal 0,3–0,6 mg/kg/jam yang dititrasi berdasarkan pemantauan neuromuskular dan respons klinis.[3,14]

Pada pasien dewasa yang memerlukan ventilasi mekanik di unit perawatan intensif, regimen yang digunakan serupa, yaitu bolus awal 0,6 mg/kg diikuti infus kontinu 0,3–0,6 mg/kg/jam dengan titrasi ketat untuk mencegah akumulasi obat dan kelemahan neuromuskular berkepanjangan.[1,14]

Anak

Pada populasi pediatrik usia 1–12 tahun, dosis intubasi yang dianjurkan adalah 0,6 mg/kg intravena, dengan onset relatif lebih cepat dan durasi sedikit lebih pendek dibandingkan dewasa.[1,3,14]

Pengalaman penggunaan rocuronium pada rapid sequence induction (RSI) pada pasien pediatrik masih terbatas. Oleh karena itu, rocuronium tidak direkomendasikan untuk memfasilitasi kondisi intubasi trakea selama RSI pada populasi pediatrik. Rekomendasi ini didasarkan pada keterbatasan data klinis serta variasi respons neuromuskular pada kelompok usia tersebut.[1,16]

Dosis pemeliharaan umumnya berkisar 0,1–0,15 mg/kg, dengan interval pemberian yang disesuaikan dengan pemantauan neuromuskular. Infus kontinu dapat diberikan dengan kecepatan 0,3–0,6 mg/kg/jam, dan pada beberapa anak usia kecil mungkin diperlukan laju relatif lebih tinggi untuk mempertahankan kedalaman blok yang adekuat.[3,14]

Bayi dan Neonatus

Pada bayi usia 1 bulan hingga 1 tahun, dosis intubasi yang dianjurkan adalah 0,6 mg/kg intravena. Meskipun onset kerja dapat sebanding atau sedikit lebih cepat dibandingkan dewasa, durasi kerja cenderung lebih panjang akibat perbedaan farmakokinetik, termasuk proporsi cairan tubuh total dan maturasi fungsi hepatobilier.

Dosis pemeliharaan umumnya sekitar 0,1 mg/kg dengan interval pemberian yang lebih jarang dibandingkan anak usia lebih besar, disesuaikan dengan pemantauan neuromuskular.[1,14]

Pada neonatus (0–28 hari), dosis awal yang direkomendasikan adalah 0,6 mg/kg intravena. Namun, onset kerja dapat lebih lambat dan durasi blokade lebih panjang dibandingkan kelompok usia lain sehingga diperlukan kehati-hatian dalam pemberian dosis ulang.

Pada periode neonatal, respons terhadap penghambat neuromuskular bersifat lebih variabel, sehingga penyesuaian dosis dilakukan secara individual melalui titrasi bertahap berdasarkan pemantauan klinis dan neuromuskular yang ketat.[12,14,15]

Apabila diberikan sebagai infus kontinu pada neonatus, kecepatan awal yang direkomendasikan berkisar 0,3–0,5 mg/kg/jam dengan pemantauan ketat terhadap fungsi neuromuskular dan parameter hemodinamik untuk mencegah akumulasi obat dan blokade berkepanjangan.[12,15]

Lansia

Pada pasien usia lanjut (≥65 tahun), tidak diperlukan penyesuaian dosis awal secara rutin; dosis intubasi tetap 0,6 mg/kg dan 1–1,2 mg/kg untuk RSI. Namun, durasi kerja dapat memanjang akibat penurunan fungsi hepatik dan perubahan farmakokinetik terkait usia, sehingga dosis pemeliharaan dan infus kontinu perlu dititrasi lebih hati-hati dengan interval pemberian yang lebih panjang.[1,14]

Penyesuaian Dosis pada Kondisi Khusus

Pada pasien dengan gangguan fungsi hati, obstruksi bilier, maupun gangguan ginjal, tidak terdapat rekomendasi penurunan dosis awal secara rutin. Dosis intubasi tetap 0,6 mg/kg intravena. Namun, dosis pemeliharaan dan infus kontinu perlu dititrasi berdasarkan respons klinis dan pemantauan neuromuskular untuk mencegah blokade berkepanjangan.[1,3,14]

Pada pasien obesitas, perhitungan dosis dianjurkan berdasarkan ideal body weight atau adjusted body weight guna menghindari overdosis. Sementara itu, pada neonatus prematur, dosis awal tetap 0,6 mg/kg, tetapi pemberian dosis ulang maupun infus kontinu dilakukan secara individual melalui titrasi bertahap dengan pemantauan neuromuskular yang ketat.[12,14]

Referensi

1. Jain A, Wermuth HR, Dua A, et al. Rocuronium. StatPearls Publishing; 2025 Jan. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539888/
3. JAMP Pharma. PrRocuronium Bromide Injection. JAMP Pharma Corporation. 2026. https://pdf.hres.ca/dpd_pm/00067018.PDF
4. American Society of of Health-Systems Pharmacists. Rocuronium. 2025. https://www.drugs.com/monograph/rocuronium-bromide.html
12. ANMF Consensus Group. Rocuronium: Newborn use only (Version 2.0). Australian & New Zealand Medicines Formulary (ANMF). 2021. https://www.anmfonline.org/wp-content/uploads/2021/06/rocuronium-12012021-2.0.pdf
14. Electronic Medicines Compendium. Rocuronium bromide 50 mg/5 ml solution for injection/infusion vials (10 mg/ml) – Summary of Product Characteristics (SmPC). 2024. https://www.medicines.org.uk/emc/product/8841/smpc#gref
15. Pediatric on Call. Rocuronium. 2026. https://www.pediatriconcall.com/drugs/rocuronium/80
16. Medsafe. Rocuronium. Medsafe. 2024. https://www.medsafe.govt.nz/profs/datasheet/r/RocuroniumBromideMedsurgeinj.pdf

Formulasi Rocuronium
Efek Samping dan Interaksi Obat ...

Artikel Terkait

  • Intubasi dan Ventilasi pada Pasien ARDS dengan COVID-19
    Intubasi dan Ventilasi pada Pasien ARDS dengan COVID-19
  • Cara Praktis Menilai Intubasi Sulit
    Cara Praktis Menilai Intubasi Sulit
  • Bougie VS Stilet pada Keberhasilan Intubasi Pasien Sakit Kritis – Telaah Jurnal Alomedika
    Bougie VS Stilet pada Keberhasilan Intubasi Pasien Sakit Kritis – Telaah Jurnal Alomedika
  • Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
    Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
  • Anestesi Umum atau Lokal untuk Ekstraksi Gigi Bungsu
    Anestesi Umum atau Lokal untuk Ekstraksi Gigi Bungsu

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 18 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Rahasia Mengatasi Kulit Sensitif dengan Kandungan Aktif - Kamis, 30 April 2026 Jam:14.00 - 15.30 WIB WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Daftar disini:https://www.alomedika.com/webinar/rahasia-mengatasi-kulit-sensitif-dengan-kandungan-aktif?type=single Link...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 18 jam yang lalu
Bukan Sekadar Pelembap: Inilah Kombinasi Ampuh untuk Menjinakkan Kulit Sensitif!
Oleh: dr.Eurena Maulidya
1 Balasan
ALO Dokter!Masih seringkah Dokter menemui pasien dengan keluhan kulit sensitif yang sulit diredakan hanya dengan pelembap standar? Tahukah Dokter, bagaimana...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 22 jam yang lalu
Yuk, Peka Lepra! Ikuti e-Course berSKP Kemenkes - Lepra Masih Ada: Tantangan Diagnosis dan Tata Laksana
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!Link daftar: https://www.alomedika.com/ecourse/lepra-masih-ada-tantangan-diagnosis-dan-tata-laksanaLink LMS:...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.