Indikasi dan Dosis Rocuronium
Indikasi rocuronium adalah untuk memfasilitasi intubasi endotrakeal selama induksi anestesi umum, termasuk rapid sequence induction. Rocuronium juga digunakan untuk memberikan relaksasi otot skeletal selama prosedur pembedahan, mempertahankan blokade neuromuskular intraoperatif, serta memfasilitasi ventilasi mekanik pada pasien di unit perawatan intensif.
Dosis awal diberikan sebagai injeksi intravena (IV) cepat, sedangkan dosis pemeliharaan dapat diberikan melalui injeksi IV intermiten atau infus IV kontinu menggunakan perangkat infus terkontrol.[1,4,12,14]
Indikasi
Indikasi rocuronium mencakup penggunaannya sebagai agen blokade neuromuskular dalam anestesi umum untuk menunjang pengelolaan jalan napas, relaksasi otot intraoperatif, serta kebutuhan ventilasi mekanik pada kondisi tertentu.[1,12,14]
Intubasi Endotrakeal
Rocuronium diindikasikan untuk memfasilitasi intubasi endotrakeal selama induksi anestesi umum, termasuk pada prosedur rapid sequence induction (RSI). Obat ini memiliki onset kerja cepat sehingga sering digunakan sebagai alternatif succinylcholine pada kondisi tertentu.[1,14]
Relaksasi Otot Selama Prosedur Pembedahan
Rocuronium digunakan untuk menghasilkan relaksasi otot rangka selama prosedur pembedahan guna mempermudah tindakan operatif dan mengoptimalkan kondisi pembedahan. Blokade neuromuskular dapat dipertahankan melalui pemberian bolus tambahan atau infus kontinu sesuai kebutuhan klinis dengan pemantauan neuromuskular yang adekuat.[3,4,14]
Pemeliharaan Blokade Neuromuskular
Selain untuk induksi, rocuronium juga diindikasikan untuk mempertahankan blokade neuromuskular selama anestesi umum. Pemeliharaan blokade diperlukan pada prosedur dengan durasi panjang atau yang memerlukan relaksasi otot stabil sepanjang tindakan operasi.[4,14]
Ventilasi Mekanik di Unit Perawatan Intensif
Rocuronium dapat digunakan pada pasien yang memerlukan ventilasi mekanik di intensive care unit (ICU), terutama untuk meningkatkan sinkronisasi pasien dengan ventilator atau pada kondisi tertentu yang memerlukan relaksasi otot jangka pendek. Penggunaan di ICU memerlukan pemantauan ketat terhadap fungsi neuromuskular dan kondisi klinis pasien, karena penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan paralisis residual.[1,14]
Dosis
Dosis rocuronium berbeda berdasarkan kelompok usia dan kondisi medis pasien.[1,3,4,12,14,15]
Dewasa
Pada pasien dewasa yang menjalani intubasi trakea elektif, rocuronium diberikan dengan dosis 0,6 mg/kg intravena sebagai bolus setelah pemberian sedasi dan analgesia. Obat akan menghasilkan onset kerja dalam 1–2 menit dan durasi blokade klinis sekitar 30–40 menit.[1,14]
Pada kondisi rapid sequence induction (RSI), digunakan dosis yang lebih tinggi yaitu 1–1,2 mg/kg intravena untuk mencapai kondisi intubasi optimal dalam waktu ±60 detik, dengan konsekuensi pemanjangan durasi kerja hingga 50–70 menit. Sebagai contoh, pada individu dengan berat badan 70 kg, dapat digunakan dosis 84 mg untuk RSI.[3,14]
Untuk mempertahankan blokade intraoperatif, bolus tambahan 0,1–0,2 mg/kg dapat diberikan saat pemantauan train-of-four (TOF) menunjukkan munculnya 1–2 respons, yang menandakan awal pemulihan transmisi neuromuskular. Alternatifnya, rocuronium dapat diberikan sebagai infus kontinu dengan kecepatan awal 0,3–0,6 mg/kg/jam yang dititrasi berdasarkan pemantauan neuromuskular dan respons klinis.[3,14]
Pada pasien dewasa yang memerlukan ventilasi mekanik di unit perawatan intensif, regimen yang digunakan serupa, yaitu bolus awal 0,6 mg/kg diikuti infus kontinu 0,3–0,6 mg/kg/jam dengan titrasi ketat untuk mencegah akumulasi obat dan kelemahan neuromuskular berkepanjangan.[1,14]
Anak
Pada populasi pediatrik usia 1–12 tahun, dosis intubasi yang dianjurkan adalah 0,6 mg/kg intravena, dengan onset relatif lebih cepat dan durasi sedikit lebih pendek dibandingkan dewasa.[1,3,14]
Pengalaman penggunaan rocuronium pada rapid sequence induction (RSI) pada pasien pediatrik masih terbatas. Oleh karena itu, rocuronium tidak direkomendasikan untuk memfasilitasi kondisi intubasi trakea selama RSI pada populasi pediatrik. Rekomendasi ini didasarkan pada keterbatasan data klinis serta variasi respons neuromuskular pada kelompok usia tersebut.[1,16]
Dosis pemeliharaan umumnya berkisar 0,1–0,15 mg/kg, dengan interval pemberian yang disesuaikan dengan pemantauan neuromuskular. Infus kontinu dapat diberikan dengan kecepatan 0,3–0,6 mg/kg/jam, dan pada beberapa anak usia kecil mungkin diperlukan laju relatif lebih tinggi untuk mempertahankan kedalaman blok yang adekuat.[3,14]
Bayi dan Neonatus
Pada bayi usia 1 bulan hingga 1 tahun, dosis intubasi yang dianjurkan adalah 0,6 mg/kg intravena. Meskipun onset kerja dapat sebanding atau sedikit lebih cepat dibandingkan dewasa, durasi kerja cenderung lebih panjang akibat perbedaan farmakokinetik, termasuk proporsi cairan tubuh total dan maturasi fungsi hepatobilier.
Dosis pemeliharaan umumnya sekitar 0,1 mg/kg dengan interval pemberian yang lebih jarang dibandingkan anak usia lebih besar, disesuaikan dengan pemantauan neuromuskular.[1,14]
Pada neonatus (0–28 hari), dosis awal yang direkomendasikan adalah 0,6 mg/kg intravena. Namun, onset kerja dapat lebih lambat dan durasi blokade lebih panjang dibandingkan kelompok usia lain sehingga diperlukan kehati-hatian dalam pemberian dosis ulang.
Pada periode neonatal, respons terhadap penghambat neuromuskular bersifat lebih variabel, sehingga penyesuaian dosis dilakukan secara individual melalui titrasi bertahap berdasarkan pemantauan klinis dan neuromuskular yang ketat.[12,14,15]
Apabila diberikan sebagai infus kontinu pada neonatus, kecepatan awal yang direkomendasikan berkisar 0,3–0,5 mg/kg/jam dengan pemantauan ketat terhadap fungsi neuromuskular dan parameter hemodinamik untuk mencegah akumulasi obat dan blokade berkepanjangan.[12,15]
Lansia
Pada pasien usia lanjut (≥65 tahun), tidak diperlukan penyesuaian dosis awal secara rutin; dosis intubasi tetap 0,6 mg/kg dan 1–1,2 mg/kg untuk RSI. Namun, durasi kerja dapat memanjang akibat penurunan fungsi hepatik dan perubahan farmakokinetik terkait usia, sehingga dosis pemeliharaan dan infus kontinu perlu dititrasi lebih hati-hati dengan interval pemberian yang lebih panjang.[1,14]
Penyesuaian Dosis pada Kondisi Khusus
Pada pasien dengan gangguan fungsi hati, obstruksi bilier, maupun gangguan ginjal, tidak terdapat rekomendasi penurunan dosis awal secara rutin. Dosis intubasi tetap 0,6 mg/kg intravena. Namun, dosis pemeliharaan dan infus kontinu perlu dititrasi berdasarkan respons klinis dan pemantauan neuromuskular untuk mencegah blokade berkepanjangan.[1,3,14]
Pada pasien obesitas, perhitungan dosis dianjurkan berdasarkan ideal body weight atau adjusted body weight guna menghindari overdosis. Sementara itu, pada neonatus prematur, dosis awal tetap 0,6 mg/kg, tetapi pemberian dosis ulang maupun infus kontinu dilakukan secara individual melalui titrasi bertahap dengan pemantauan neuromuskular yang ketat.[12,14]