Jenis Pengobatan Infertilitas

Oleh dr. Riawati Jahja

Masalah infertilitas merupakan masalah yang cukup banyak terjadi di Indonesia, diperkirakan empat juta pasangan, atau 10-22% dari semua pasangan usia subur di Indonesia, namun di sisi lain pilihan jenis pengobatan infertilitas sendiri perlu diketahui dan disesuaikan dengan kondisi infertilitas pasangan.  

Secara klinis infertilitas, menurut WHO, merupakan suatu penyakit dari sistem reproduksi, yang didefinisikan sebagai kegagalan untuk mencapai suatu kehamilan klinis setelah 12 bulan, atau lebih, sedangkan hubungan seksual dilakukan secara reguler, dengan tidak menggunakan pelindung. Setelah pasien dan pasangannya menjalani tes rutin, dan investigasi, dokter biasanya akan memformulasikan suatu rencana pengobatan sesuai dengan kondisi per individu, dimana opsi, sedapat mungkin, dimulai dengan metode yang paling sederhana terlebih dahulu.

Pelayanan pengobatan infertilitas semestinya memberikan akses mudah kepada pasien untuk mendapatkan penanganan yang paling maju dan terbaru teknologinya di dunia, dengan pelaksanaan yang efektif

Pengobatan infertilitas terdiri dari beragam teknik prosedural, dari yang paling simpel hingga metode yang lebih kompleks

Tipe pengobatan infertilitas, terdiri dari:

Sebelum dilakukan teknik prosedural pengobatan infertilitas kepada pasien, dan pasangannya, terlebih dahulu dilakukan informed shared-decision making, yaitu suatu konseling medis yang menginformasikan hal-hal yang berkenaan dengan penyakit infertilitas pasien, secara lengkap, dan detail, serta opsi pengobatan, sehingga pasien, dan pasangannya dapat turut serta menentukan opsi tindakan medis mana yang terbaik, untuk dilakukan terhadap diri mereka, dengan mempertimbangkan aspek manfaat dan risikonya, serta dampak jangka pendek dan jangka panjang

ICSI - pengobatan untuk infertilitas pria. Sumber: Palermo G, Openi 2014. ICSI - pengobatan untuk infertilitas pria. Sumber: Palermo G, Openi 2014.

Dokter biasanya merekomendasikan pengobatan infertilitas yang spesifik, berdasarkan pada:

  • Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kondisi infertilitas pasien
  • Lamanya infertilitas
  • Usia wanita
  • Pilihan pengobatan oleh pasangan setelah mereka mendapatkan konseling medis, dengan mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

    • Angka keberhasilan
    • Risiko
    • Aspek manfaat dari tiap opsi pengobatan

Berikut ini adalah sekelumit keterangan mengenai pengobatan infertilitas

METODE PENGOBATAN INFERTILITAS

Pengobatan infertilitas juga termasuk menangani, mengatasi dan mengobati segala kemungkinan yang dapat mengganggu kesuburan pasangan, pembuahan, dan ketahanan kehamilan, misalnya:

  • Infeksi virus yang dialami pasien, juga perlu diobati sebelum pasien menjalani metode tindakan selanjutnya

    • Contohnya: HIV, Chlamydia trachomatis, Rubella, Toxoplasmosis
    • Karenanya, skrining diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit tersebut

1. PENGOBATAN NON-INVASIF

Metode Untuk Wanita

  • Konseling Gaya Hidup Sehat untuk Kesuburan

    • Pasien dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual dengan suami secara teratur,  23 kali per minggu

    • Tidak merokok
    • Tidak mengonsumsi alkohol lebih dari 1-2 unit per minggu

    • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang
    • Mengonsumsi makanan, dan minuman yang sehat, dengan mempertahankan berat badan normal
    • Pada pasien yang obesitas, untuk menjalani program turunkan berat badan
    • Olahraga teratur, untuk kesehatan kardiovaskular, sekitar 20-30 menit tiap hari

    • Hindarkan pekerjaan, atau aktivitas rutin pada lingkungan yang bersifat toksik terhadap kesehatan reproduksi
    • Pasien diberikan asam folat 0,4 mg sebagai suplemen harian

      • (Dosis asam folat 5,0 mg diberikan kepada pasien, yang memiliki riwayat sebelumnya, melahirkan bayi dengan cacat lahir spina bifida, atau pasien yang mengonsumsi obat epilepsi)

    • Vaksinasi Rubela, apabila pasien kedapatan seronegatif
    • Dalam hal ini, setelah vaksinasi dilakukan, hindari kehamilan selama satu bulan
    • Obati pasien yang mengalami masalah psiko-seksual

  • Ovulation Cycle Tracking

    • Mengajari pasien untuk mengenali masa suburnya, dengan cara melacak siklus hormon untuk memprediksikan bilamana ovulasi akan terjadi
    • Ovulasi dipicu oleh puncak kenaikan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary di otak, yang disebut sebagai Hormon Lutein, atau LH
    • Puncak kenaikan LH ini biasanya 24 jam sebelum terjadinya ovulasi
    • Pasien dibekali dengan perlengkapan pendeteksian puncak kenaikan hormon, untuk dilakukan sendiri di rumah
    • Hal ini akan memberikan kesempatan terbaik bagi pasangan untuk melakukan aktivitas seksual dan memungkinkan terjadinya pembuahan secara alami

  • Induksi Ovulasi

    • Dilakukan, apabila pasien mengalami disfungsi ovulasi
    • Pasien biasanya diberikan obat-obatan untuk menstimulasi ovulasi  
    • Hal ini juga dapat sebagai persiapan pasien untuk menjalani tahap pengobatan selanjutnya, seperti teknik buatan reproduksi
    • Berikut adalah beberapa obat-obatan, yang umum diberikan pada pasien wanita ini:

      • Klomifen sitrat
      • Letrozole
      • Human menopausal gonadotropin ,atau hMG
      • Follicle Stimulating Hormone, atau FSH
      • Gonadotropin-releasing hormone, atau GnRH
      • Metformin
      • Bromokriptin

  • Inseminasi Buatan(Intra-uterine Insemination, IUI)

    • Inseminasi buatan dapat dilakukan pada pasien dengan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan

    • Wanita dengan endometriosis yang minimal

Metode Untuk Pria

  • Konseling Gaya Hidup Sehat untuk Kesuburan

    • Pasien dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual dengan suami secara teratur,  2-3 kali per minggu

    • Tidak merokok
    • Tidak mengonsumsi alkohol lebih dari 3-4 unit per minggu

    • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang
    • Mengonsumsi makanan, dan minuman yang sehat, dengan mempertahankan berat badan normal
    • Pada pasien yang obesitas, untuk menjalani program turunkan berat badan
    • Olahraga teratur, untuk kesehatan kardiovaskular, sekitar 20-30 menit tiap hari

    • Mengenakan celana dalam dan celana panjang yang longgar
    • Hindarkan pekerjaan, atau aktivitas sosial lainnya yang dapat menyebabkan pemanasan testikular
    • Hindarkan pekerjaan pada lingkungan yang bersifat toksik terhadap kesehatan reproduksi
    • Obati pasien yang memiliki masalah psiko-seksual

  • Inseminasi Buatan (IUI)

    • Dilakukan , apabila terdapat masalah infertilitas pria yang ringan

Donor Inseminasi

  • Untuk pria dengan kondisi berikut ini:

    • Azoospermia
    • HIV positif
    • Mengalami masalah infertilitas yang berat, namun menolak opsi untuk menjalani metode ICSI

  • Hal ini merupakan opsi per individu, dimana juga diperlukan persetujuan dari pasangannya

Adoption

Dilakukan, apabila beberapa siklus IVF yang telah dijalani, gagal berulangkali secara tidak jelas. Namun, hal ini merupakan opsi per individu, dimana juga diperlukan persetujuan dari pasangannya.

Metode donor dan adoption ini, dilaporkan dihindari oleh beberapa pasangan, karena menganggap hal ini masih merupakan stigma di masyarakat, dimana persepsi anak yang lahir adalah bukan dari benih sendiri, dan dicemaskan kemungkinan berdampak secara emosional di masa yang akan datang

2. PENGOBATAN INVASIF 

Metode Untuk Wanita

  • Bedah Tubal

    • Dilakukan laparaskopik adeolisis, kanulasi tuba, atau kateterisasi

  • Bedah Histeroskopik

    • Dilakukan reseksi apabila terjadi adesi intra-uterin, atau polip
    • Pengangkatan endometriosis, atau fibroid

  • Bayi Tabung (In-vitro Fertilization, IVF) dan Embrio Transfer

    • Sebagai metode Bayi Tabung dilakukan, apabila pasien mengalami masalah pada tuba fallopi, pasangan prianya mengalami infertilitas moderat, dan untuk infertilitas yang tidak dapat dijelaskan

  • Frozen Embryo Transfer, atau FET

    • Teknik ini adalah bagian dari metode bayi tabung (IVF)
    • Beberapa embrio yang diperoleh dari hasil siklus IVF, kemudian dibekukan, dan disimpan untuk penggunaan di masa datang
    • Apabila diperlukan, embrio beku ini akan diambil dari tempat penyimpanannya, kemudian dihangatkan, dan ditransfer untuk ditanam kedalam uterus resipien
    • Transfer embrio jenis ini dilakukan mengikuti siklus alami resipiennya, atau pasien diberikan sedian preparat hormonal, atau obat-obatan untuk menginduksi ovulasi
    • Meski metode ini memberikan angka kehamilan dan kelahiran yang tinggi, namun memiliki risiko dan dampak negatif, yang masih kontroversi
    • Hasil studi melaporkan, bahwa bayi-bayi yang dilahirkan dari metode ini secara signifikan merupakan bayi yang prematur, dan berat badan lahir rendah

  • Advance Science

    • Disebut juga sebagai Assisted Hatching, atau Bantuan Menetas

    • Metode ini adalah suatu teknik ilmiah yang paling maju, melibatkan penggunaan sinar laser, alat mekanik, atau kimia untuk memanipulasi, atau menipiskan zona pellucida

    • Penipisan zona ini dilakukan terutama pada wanita usia lebih tua, dengan pemikiran bahwa ketebalan zona dapat menghambat implantasi
    • Jadi, apabila embrio dapat “menetas” dari dinding sel telur dengan lebih mudah, maka hal ini akan meningkatkan kesempatan untuk ia tertanam dengan baik dalam uterus
    • Pasien yang menjalani metode ini mesti memiliki kriteria sebagai berikut:

      • Usia lebih dari 38 tahun
      • Telah menjalani metode siklus IVF, dan kemudian FET, namun gagal

  • Gamete Intra-fallopian Transfer(GIFT) dan Zygote Intra-fallopian Transfer(ZIFT)

    • Metode ini dilakukan kepada pasien, yang menolak dilakukannya opsi fertilisasi di laboratorium

  • Donor Oocyte, dan Transplantasi Jaringan Ovarium

    • Dilakukan, apabila terdapat kegagalan ovarium yang prematur

Metode Untuk Pria

  • Bedah Mikro atau Bedah Restorasi untuk patensi duktus

    • Hal ini berkenaan dengan kasus yang dialami pasien, yang memiliki riwayat vasektomi sebelumnya
    • Bypass blokade dalam epididimus
    • Mengobati varikokel
    • Pada kasus azoospermia, bedah mikro ini dilakukan untuk mengambil sperma, kemudian dilakukan pembersihan dan tes genetik, sebelum berlanjut ke ICSI

  • Intra-cytoplasmic Sperm Injection(ICSI)

    • Dilakukan sebagai bagian dari tindakan siklus pengobatan IVF
    • Caranya dengan menginjeksikan sperma tunggal kedalam sel telur, untuk membantu fertilisasi, dengan menggunakan peralatan manipulasi-mikro yang sangat kecil
    • Metode ini dilakukan dengan, atau tanpa preimplantation genetic diagnosis, atau PGD

    • Metode yang paling umum dilakukan untuk permasalahan infertilitas pria yang berat
    • Metode ini juga digunakan untuk kegagalan siklus IVF yang berulangkali, secara tidak jelas
    • Pengambilan sperma biasanya dilakukan dengan cara:

      • Aspirasi sperma pada epididimus per kutaneus, yang juga disebut sebagai percutaneous epididymal sperm aspiration(PESA)
      • Testicular sperm aspiration(TESA)
      • Testicular sperm extraction(TESE)
      • Micro surgical epididymal sperm aspiration(MESA)

    • Sperma tunggal tersebut merupakan sperma yang terpilih dan terbaik

  • Digital High Magnification of Sperm

    • Metode ini melibatkan juga metode siklus IVF pada pasangan wanitanya, dan ICSI
    • Metode ini dilakukan pada pasien pria yang mengalami infertilitas berat, karena kadar morfologi sperma menurun secara drastis
    • Metode ini dilakukan dengan cara memilih sperma yang paling baik, untuk diinjeksikan kedalam sel telur
    • Menggunakan teknologi maju dengan resolusi tinggi, dan alat pembesar digital yang canggih, dapat memvisualisasi gambaran sperma hingga lebih dari 7300 kali pembesarannya, dibandingkan dengan pemeriksaan standar, yang hanya dengan pembesaran 200-400 kali

    • Keuntungan teknik ini adalah:

      • Meningkatkan kesempatan fertilisasi
      • Meningkatkan angka kehamilan
      • Menurunkan angka keguguran pada kasus-kasus infertilitas pria yang berat

    • Namun, metode ini juga memiliki kelemahan, yaitu sperma pilihan adalah secara kasat mata, atau dengan kata lain diambil karena bentuk fisik yang tampak dari luar saja, dan tidak dapat mendeteksi kromosom sperma

      • Sehingga apabila terdapat gangguan kromosom, maka bayi yang dilahirkan juga akan berdampak sesuai dengan kromosom yang abnormal tersebut

Referensi