Risiko Diabetes Gestasional Akibat Pemberian Antipsikotik Atipikal pada Awal Kehamilan

Oleh :
dr. Irwan PhD SpKJ

Pemberian antipsikotik atipikal pada awal kehamilan bisa menjadi faktor risiko timbulnya diabetes gestasional sebagaimana yang dilaporkan dalam sebuah penelitian baru-baru ini [1]. Hal ini diperkirakan karena antipsikotik atipikal mempunyai efek samping metabolik.

Diabetes gestasional adalah keadaan intoleransi glukosa yang timbul selama masa kehamilan. Kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi pada kehamilan, seperti preeklampsia, hipoglikemia neonatal, makrosomia, dan risiko untuk section caesaria. Diabetes gestasional juga menjadi faktor risiko timbulnya diabetes tipe 2 pasca kehamilan [2].

Efek Samping Metabolik Antipsikotik Atipikal

Antipsikotik atipikal saat ini menjadi pilihan utama terapi gangguan psikotik maupun beberapa gangguan lainnya, seperi gangguan bipolar dan insomnia. Antipsikotik atipikal mempunyai keuntungan antara lain perbaikan gejala negatif dan kognitif yang lebih baik, mencegah deteriorasi, memperbaiki kualitas hidup, dan efek samping ekstrapiramidal yang lebih ringan [3, 4].

Pemberian antipsikotik atipikal berhubungan dengan efek samping metabolik, seperti peningkatan berat badan, dislipidemia, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Berdasarkan risikonya dalam menimbulkan gangguan metabolik, antipsikotik atipikal dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Risiko tinggi : clozapine, olanzapine
  • Risiko sedang : risperidone, quetiapine
  • Risiko rendah : aripiprazole, asenapine [1, 4]

Selain reseptor dopamine, antipsikotik atipikal juga berikatan dengan reseptor serotonin, glutamat, histamin, adrenalin, dan muskarin [3]. Efek samping metabolik muncul diperkirakan akibat blokade reseptor histamin H1, serotonin 5HT2C, dan muskarin M3 yang menyebabkan peningkatan nafsu makan dan berat badan. Hal ini kemudian akan berkembang menjadi obesitas dan resistensi insulin. Namun penelitian menunjukkan bahwa efek samping metabolik antipsikotik atipikal tidak sepenuhnya disebabkan oleh peningkatan nafsu makan dan berat badan saja. Beberapa antipsikotik bisa secara langsung meningkatkan kadar trigliserida dalam darah dan menimbulkan resistensi insulin, namun mekanisme pastinya masih belum diketahui [1, 3, 4].

pregnant eat pill

 

Pemberian Antipsikotik pada Masa Kehamilan

Penanganan bagi wanita hamil dengan gangguan jiwa perlu mendapatkan perhatian serius karena efek samping dari obat-obatan psikotropik. Obat-obat yang bersifat teratogenik, misalnya asam valproat, harus segera dihentikan setelah konfirmasi kehamilan. Pemberian obat-obatan antipsikotik juga perlu mempertimbangkan risiko peningkatan berat badan yang berlebihan dan diabetes gestasional. Walaupun demikian, pada wanita hamil, antipsikotik atipikal merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan antipsikotik tipikal. [5]

Pada pasien dengan gangguan jiwa yang berat, penghentian antipsikotik perlu mempertimbangkan kemungkinan perburukan kondisi mental pasien. Perburukan ini akan mempengaruhi kemampuan rawat diri pasien selama hamil dan kemampuannya dalam merawat bayinya. Karenanya, secara umum tetap direkomendasikan pemberian antipsikotik pada wanita hamil yang mengalami gangguan jiwa berat, meskipun perlu dilakukan pemilihan jenis antipsikotik secara hati-hati [6, 7, 8].

Pemberian antipsikotik pada masa kehamilan perlu mempertimbangkan risiko dan manfaat, terutama pada wanita yang mempunyai faktor risiko diabetes gestasional, misalnya adanya obesitas, dislipidemia, merokok, dan hipoaktivitas fisik. Bila diputuskan untuk melanjutkan terapi antipsikotik, pertimbangkan antipsikotik yang paling aman. Pasien membutuhkan monitoring gula darah dan profil lipid setidaknya setiap 6 bulan atau lebih sering bila ada faktor risiko diabetes.

Selain mempertimbangkan masalah pada ibu, keputusan pemberian antipsikotik juga perlu mempertimbangkan keamanan bayi [7, 9]. Penelitian menunjukkan bahwa  bayi yang dilahirkan oleh wanita yang mendapatkan antipsikotik atipikal berisiko membutuhkan perawatan intensif pasca kelahiran. Namun pemberian antipsikotik atipikal tidak berhubungan dengan peningkatan risiko malformasi pada bayi. [10]

Bila kondisi pasien stabil dalam rumatan dengan antipsikotik dan tidakberisiko relaps bila antipsikotik dihentikan, sarankan untuk meneruskan terapi atau penggantian ke antipsikotik dengan risiko metabolik rendah. Bila pasien memilih untuk menghentikan antipsikotik, maka pastikan :

  • Pasien mempunyai dukungan sosial yang memadai,
  • Pasien dan keluarganya telah mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai risiko, termasuk tanda-tanda bahaya yang menunjukkan diperlukannya antipsikotik,
  • Intervensi psikologis sebaiknya tidak dihentikan [5]

Meskipun pemberian antipsikotik menimbulkan risiko pada ibu maupun bayinya, namun relatif aman terhadap luaran perinatal bayi. Karena efek gangguan jiwa terhadap bayi maupun ibu umumnya cukup berat, maka pemberian antipsikotik atipikal direkomendasikan pada wanita hamil yang membutuhkan pengendalian gejala. Namun pemilihan jenis antipsikotik harus mempertimbangkan keamanan dan faktor risiko yang dimiliki pasien.

Diabetes Gestasional Akibat Antipsikotik Atipikal

Penelitian menunjukkan bila dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah mendapatkan antipsikotik, secara umum wanita hamil yang mendapatkan antipsikotik berisiko lebih tinggi mengalami diabetes gestasional (7,7% vs 6,2%) dan hipertensi (5,2% vs 3,5%). Untuk luaran perinatal, wanita hamil yang mendapatkan antipsikotik mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami kelahiran prematur (14,8% vs 10,3%) dan berat badan lahir bayi di atas persentil 97 (3,7% vs 2,6%). Namun perbedaan-perbedaan ini tidak bermakna secara statistik. [6] Namun penelitian lain menunjukkan bahwa risiko diabetes gestasional lebih tinggi pada wanita yang mendapatkan antipsikotik dengan odd ratio  (OR) 1,77, dan peningkatan ini bermakna secara statistik [11].

Penelitian lain menunjukkan bahwa pemberian antipsikotik atipikal pada awal kehamilan menyebabkan peningkatan risiko timbulnya diabetes gestasional, khususnya olanzapine dan quetiapine. Penelitian ini membandingkan wanita hamil yang terus mendapatkan antipsikotik atipikal sampai trimester pertama dengan wanita yang menghentikan penggunaan antipsikotik sebelum kehamilannya, bukan dengan wanita hamil yang belum pernah terpapar antipsikotik sebelumnya. Risiko relatif timbulnya diabetes gestasional akibat pemberian olanzapine adalah 1,61 dan akibat pemberian quetiapine 1,28. Timbulnya diabetes gestasional tidak berhubungan dengan besarnya dosis antipsikotik yang diberikan. Berbeda dengan prediksi sebelumnya, timbulnya diabetes gestasional ternyata tidak berhubungan dengan efek samping peningkatan berat badan [1]. Namun penelitian lain menunjukkan peningkatan risiko diabetes gestasional akibat pemberian olanzapine tidak bermakna secara statistik [11].

Pemberian antipsikotik tipikal maupun atipikal meningkatkan risiko timbulnya diabetes gestasional. Manajemen pasien yang mengalami diabetes gestasional akibat antipsikotik atipikal adalah dengan penghentian obat. Diabetes gestasional akibat antipsikotik atipikal bersifat reversible, yang akan segera membaik dengan penghentian obat [9]. Bila penghentian tidak bisa dilakukan, maka perlu dipikirkan penggantian jenisnya dengan yang mempunyai potensi risiko lebih rendah misalnya aripiprazole, disertai modifikasi gaya hidup seperti pola makan, olah raga, istirahat cukup, dan penghentian merokok [1, 4]. Untuk prevensi, sebaiknya pemberian antipsikotik atipikal dihentikan atau diganti dengan yang berisiko lebih rendah sebelum kehamilan, tentunya dengan mempertimbangkan risiko dan manfaat tindakan yang diambil.

Kesimpulan

Pemberian antipsikotik atipikal pada awal masa kehamilan meningkatkan risiko timbulnya diabetes gestasional, terutama pemberian olanzapine dan quetiapine. Bila antipsikotik tidak bisa dihentikan, maka pertimbangkan penggantian dengan antipsikotik yang mempunyai risiko metabolik rendah. Pemberian antipsikotik di awal kehamilan perlu mempertimbangkan manfaat dan risiko, serta ada tidaknya faktor risiko diabetes gestasional pada pasien. Selain risiko pada ibu, keputusan pemberian antipsikotik pada wanita hamil juga harus mempertimbangkan luaran pada bayi pasca kelahiran. Oleh karena itu, pengawasan klinis (monitoring) dan deteksi dini diabetes gestasional pada ibu hamil yang mengonsumsi antipsikotik sangat penting dilakukan sepanjang kehamilan.

Referensi