Prognosis Infeksi Saluran Pernapasan Bawah (ISPB)
Prognosis infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) dipengaruhi oleh usia, status imun, penyakit komorbid seperti penyakit jantung atau paru kronis, serta kualitas diagnosis dan pengobatan. Komplikasi yang dapat terjadi meliputi gagal napas, sepsis, efusi pleura, dan abses paru.[7,25]
Komplikasi
Secara umum, komplikasi ISPB timbul akibat penyebaran infeksi, kerusakan jaringan paru, atau gangguan pertukaran gas. Kondisi ini dapat memperpanjang masa rawat, meningkatkan morbiditas, bahkan berujung pada mortalitas.
Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah gagal napas akut, yang terjadi akibat gangguan ventilasi dan oksigenasi karena obstruksi saluran napas, konsolidasi luas, atau kerusakan alveolar difus. Selain itu, sepsis dan syok septik dapat muncul ketika patogen atau toksinnya masuk ke sirkulasi sistemik.
Pada pasien dengan pneumonia berat, komplikasi efusi pleura, empiema, atau abses paru dapat terjadi akibat penyebaran infeksi ke rongga pleura atau destruksi jaringan paru. Bronkiektasis juga dapat terjadi akibat kerusakan kronis dinding bronkus dan penurunan fungsi paru permanen pada pasien dengan infeksi berulang atau berat.[6,7,19,25]
Prognosis
Laju mortalitas pasien pneumonia komunitas dilaporkan kurang dari 5% pada pasien rawat jalan dan 20% pada pasien rawat inap. Pada bronkitis akut, komplikasi dilaporkan terjadi pada 10% pasien, termasuk perkembangan menjadi bronkitis kronik. Secara umum, prognosis ISPB akan lebih buruk pada pasien dengan penyakit komorbid seperti asma, kelainan jantung, dan diabetes mellitus.[4,17]
Penulisan pertama oleh: dr. Saphira Evani