Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Edukasi dan Promosi Kesehatan Campak general_alomedika 2026-04-23T16:04:30+07:00 2026-04-23T16:04:30+07:00
Campak
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Edukasi dan Promosi Kesehatan Campak

Oleh :
dr.Gloscindy Arma Occifa
Share To Social Media:

Edukasi pasien campak atau measles atau rubeola adalah pentingnya melakukan isolasi selama masa infeksius agar tidak menularkan pada orang lain. Informasikan juga bahwa penyakit ini bersifat swasirna pada kebanyakan kasus. Selain itu, tekankan pentingnya imunisasi campak untuk menurunkan risiko morbiditas dan mortalitas pada pasien, serta demi meningkatkan herd immunity.[13-15]

Edukasi Pasien

Edukasi pasien dan keluarga pasien yang sedang menderita campak meliputi edukasi bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular. Maka dari itu, pada masa infeksius yaitu minimal 5 hari sebelum dan 4 hari setelah ruam muncul, pasien harus diisolasi dan disarankan untuk mengenakan masker.[2,25]

Selain itu, pasien dan keluarga harus diedukasi bahwa kebanyakan kasus campak bersifat swasirna, sehingga terapi antivirus jarang diperlukan. Jika pasien termasuk dalam populasi risiko tinggi, maka jelaskan mengenai potensi komplikasi campak dan bagaimana pendekatan terapi yang diperlukan. [13-15,25]

Edukasi juga mengenai tata laksana suportif yang perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi antara lain asupan cairan dan nutrisi yang adekuat, memastikan kulit dalam keadaan bersih dan kering, membersihkan mata secara hati-hati dengan kain dan air bersih, berkumur dengan air garam bersih minimal 4 kali sehari, dan menghindari makanan pedas.[13-15]

Pada keadaan di mana asupan makanan dan minuman harus dipertahankan namun anak terus menerus muntah dan diare, letargi atau mengalami penurunan kesadaran, kemungkinan menggunakan cairan parenteral dan nasogastric tube (NGT) harus dijelaskan untuk mempertahankan nutrisi dan cairan.[15]

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Vaksinasi campak merupakan langkah paling baik untuk mencegah terjadinya campak dan memberikan outcome penyakit yang lebih baik apabila terjadi infeksi campak. Pada pasien yang menolak imunisasi, jelaskan secara gamblang apa kerugian dari tidak divaksinasi dan apa keuntungan yang didapat, termasuk pengaruhnya pada herd immunity.

Pada pasien yang sudah mengalami campak, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dilakukan dengan mencegah penularan campak dengan mengisolasi pasien dan meminta pasien mengenakan masker.[13-15]

Vaksinasi

Vaksinasi campak merupakan program yang dapat mencegah infeksi campak dan komplikasinya. Pengendalian campak di Indonesia menerapkan jadwal standar termasuk pemberian dosis vaksin campak pada anak usia 9 bulan.

Strategi pengendalian campak di Indonesia melalui vaksinasi yaitu:

  • Crash program campak untuk balita di daerah berisiko tinggi

  • Catch-up campaign campak untuk anak sekolah

  • Introduksi pemberian dosis vaksin campak kedua melalui kegiatan BIAS untuk kelas 1 SD pada tahun berikutnya setelah catch-up campaign.[11]

Selain vaksinasi, strategi lain untuk mengendalikan campak di Indonesia adalah dengan melakukan surveilans campak berbasis individu melalui program case-based measles surveillance (CBMS). Surveilans ini bisa dilakukan oleh petugas kesehatan, maupun juga menggunakan aplikasi berbasis internet oleh petugas dan Masyarakat.[11,29]

Apabila terjadi kejadian luar biasa atau outbreak campak, maka Kementerian Kesehatan akan melakukan program yang disebut outbreak response immunization (ORI). Program ORI ini dijalankan oleh fasilitas kesehatan milik pemerintah, terutama Puskesmas. Dalam program ORI, akan diberikan vaksin campak-rubela (MR) massal, terlepas dari apakah anak sudah mendapat vaksin campak sebelumnya atau belum.[30]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Amanda Sonia Arliesta

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

2. Strebel PM, Orenstein WA. Measles. The New England Journal of Medicine. 2019;381(4):349-357. Doi: 10.1056/NEJMcp1905181
11. Kemenkes RI. Situasi campak dan rubella di Indonesia. 2018. https://pusdatin.kemkes.go.id
13. IDAI. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia: Tata Laksana Campak. 2023. https://drive.google.com/file/d/1JN6PAOvoWn5qBDT7gvhOxTxiYYIc9CFL/view
14. IDI. Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer. 2017
15. WHO. Guide for clinical case management and infection prevention and control during a measles outbreak. 2020
25. American Academy of Pediatrics. Red Book: 2024–2027 Report of the Committee on Infectious Diseases (33rd Edition). 2024. https://doi.org/10.1542/9781610027373-S3_012_002
29. Pertiwi AC, Leida I, Amiruddin R, et al. Development of measles-rubella surveillance health information system in the working area of health center tanjung selor, bulungan district. J Public Health Afr. 2024 Jan 1;14(12):2749. doi: 10.4081/jphia.2024.2749
30. WHO. Buku Saku Penyelenggaraan Outbreak Response Immunization/ORI dalam Rangka Penanggulangan KLB PD3I. 2024. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/searo/indonesia/non-who-publications/buku-saku---materi-ori---a6.pdf?sfvrsn=a1e9d6be_3

Prognosis Campak

Artikel Terkait

  • Peran Campak pada Otosklerosis
    Peran Campak pada Otosklerosis
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 02 September 2025, 22:13
Apakah Vit. A 2000 IU bisa dipakai untuk pasien campak?
Oleh: Anonymous
0 Balasan
Alo dokter izin bertanya, terkait anak usia 8 tahun yg menderita campak saya menyarankan utk pemberian vit A 200.000 iu utk 2 hari. Namun sedian tersedia vit...
Anonymous
Dibalas 13 Januari 2025, 08:54
Pemberian metilprednisolon untuk pasien campak
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, ijin bertanya. Apakah pemberian metilprednisolon 2x4 mg selama 3 hari dibolehkan untuk pasien 17 thn dengan campak hari ke-5? Saat ini keluhan...
Anonymous
Dibalas 07 November 2024, 14:25
Dosis vitamin A pada campak
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dok.Izin bertanya.Dalam hal pemberian vitamin A untuk campak pd anak usia dibawah 6 bulan. Sebanyak 50.000IU/ hari diberi 2 dosis.Sedgkan sediaan di pkm...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.