Prognosis Kanker Lidah
Prognosis kanker lidah tergantung pada stadium tumor saat diagnosis, respons pasien terhadap terapi yang diberikan, dan kondisi umum pasien. Faktor yang paling memengaruhi luaran klinis pasca tindakan meliputi stadium penyakit, ukuran tumor primer, kedalaman invasi, dan keterlibatan kelenjar limfa. Komplikasi bisa mencakup metastasis dan infeksi sekunder.[19-21]
Komplikasi
Secara lokal, kanker lidah dapat menyebabkan nyeri persisten, ulserasi kronis, perdarahan, serta gangguan fungsi oral seperti disfagia, disartria, dan kesulitan mengunyah. Infiltrasi ke jaringan sekitar, termasuk otot intrinsik lidah, dasar mulut, dan struktur orofaring, dapat memperburuk gangguan menelan dan meningkatkan risiko aspirasi.
Selain itu, kanker lidah memiliki kecenderungan metastasis ke kelenjar getah bening servikal, yang dapat menyebabkan pembesaran nodus, nyeri leher, dan pada stadium lanjut berpotensi berkembang menjadi metastasis jauh.
Komplikasi juga dapat muncul sebagai akibat dari tindakan pembedahan dan prosedur rekonstruksi yang dilakukan untuk mengangkat tumor. Reseksi lidah dapat menyebabkan gangguan permanen pada artikulasi bicara dan fungsi menelan, terutama bila reseksi melibatkan pangkal lidah. Pasien juga dapat mengalami disfagia kronis, aspirasi, malnutrisi, serta perubahan kualitas suara.
Komplikasi pascaoperasi lain yang mungkin terjadi meliputi infeksi luka, perdarahan, gangguan penyembuhan luka, limfedema kepala dan leher, serta disfungsi bahu atau nyeri pada lokasi donor flap setelah prosedur rekonstruksi jaringan.
Radioterapi pada daerah kepala dan leher sering menyebabkan mukositis, xerostomia akibat kerusakan kelenjar saliva, disgeusia, trismus, dan osteoradionekrosis mandibula pada kasus tertentu. Sementara itu, kemoterapi dapat menyebabkan efek sistemik seperti mielosupresi, kelelahan, mual, muntah, serta peningkatan risiko infeksi.[19-21,28,29]
Prognosis
Prognosis kanker lidah sangat dipengaruhi oleh stadium saat diagnosis, ukuran tumor, kedalaman invasi, hingga keterlibatan kelenjar limfa. Jika dilakukan reseksi dengan margin bebas tumor yang cukup pada stadium awal (I-II), angka kesintasan 5 tahun bisa mencapai 70-80%.
Namun, pada stadium lanjut (III-IV), atau kanker dengan metastasis regional atau jauh, angka kesintasan 5 tahun bisa menurun drastis bahkan hingga di bawah 30%. Selain itu, keterlibatan nodus limfa dengan ekstensi ekstrakapsular dapat semakin menurunkan angka ketahanan hidup.
Risiko rekurensi juga merupakan suatu kondisi yang perlu diperhatikan dengan baik. Beberapa faktor meningkatkan risiko rekurensi, seperti margin positif, invasi limfovaskular, invasi perineural, hingga derajat diferensiasi yang buruk.
Risiko rekurensi tertinggi akan terjadi pada 2-3 tahun pasca terapi, sehingga pemantauan pasien di periode ini sangat penting. Hal-hal yang harus dilakukan di rentang waktu ini meliputi deteksi dini, manajemen multidisipliner yang tepat, hingga eliminasi faktor risiko.[19-21]