Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Kanker Lidah annisa-meidina 2026-04-16T14:05:03+07:00 2026-04-16T14:05:03+07:00
Kanker Lidah
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Kanker Lidah

Oleh :
drg. Muhammad Garry Syahrizal Hanafi
Share To Social Media:

Prognosis kanker lidah tergantung pada stadium tumor saat diagnosis, respons pasien terhadap terapi yang diberikan, dan kondisi umum pasien. Faktor yang paling memengaruhi luaran klinis pasca tindakan meliputi stadium penyakit, ukuran tumor primer, kedalaman invasi, dan keterlibatan kelenjar limfa. Komplikasi bisa mencakup metastasis dan infeksi sekunder.[19-21]

Komplikasi

Secara lokal, kanker lidah dapat menyebabkan nyeri persisten, ulserasi kronis, perdarahan, serta gangguan fungsi oral seperti disfagia, disartria, dan kesulitan mengunyah. Infiltrasi ke jaringan sekitar, termasuk otot intrinsik lidah, dasar mulut, dan struktur orofaring, dapat memperburuk gangguan menelan dan meningkatkan risiko aspirasi.

Selain itu, kanker lidah memiliki kecenderungan metastasis ke kelenjar getah bening servikal, yang dapat menyebabkan pembesaran nodus, nyeri leher, dan pada stadium lanjut berpotensi berkembang menjadi metastasis jauh.

Komplikasi juga dapat muncul sebagai akibat dari tindakan pembedahan dan prosedur rekonstruksi yang dilakukan untuk mengangkat tumor. Reseksi lidah dapat menyebabkan gangguan permanen pada artikulasi bicara dan fungsi menelan, terutama bila reseksi melibatkan pangkal lidah. Pasien juga dapat mengalami disfagia kronis, aspirasi, malnutrisi, serta perubahan kualitas suara.

Komplikasi pascaoperasi lain yang mungkin terjadi meliputi infeksi luka, perdarahan, gangguan penyembuhan luka, limfedema kepala dan leher, serta disfungsi bahu atau nyeri pada lokasi donor flap setelah prosedur rekonstruksi jaringan.

Radioterapi pada daerah kepala dan leher sering menyebabkan mukositis, xerostomia akibat kerusakan kelenjar saliva, disgeusia, trismus, dan osteoradionekrosis mandibula pada kasus tertentu. Sementara itu, kemoterapi dapat menyebabkan efek sistemik seperti mielosupresi, kelelahan, mual, muntah, serta peningkatan risiko infeksi.[19-21,28,29]

Prognosis

Prognosis kanker lidah sangat dipengaruhi oleh stadium saat diagnosis, ukuran tumor, kedalaman invasi, hingga keterlibatan kelenjar limfa. Jika dilakukan reseksi dengan margin bebas tumor yang cukup pada stadium awal (I-II), angka kesintasan 5 tahun bisa mencapai 70-80%.

Namun, pada stadium lanjut (III-IV), atau kanker dengan metastasis regional atau jauh, angka kesintasan 5 tahun bisa menurun drastis bahkan hingga di bawah 30%. Selain itu, keterlibatan nodus limfa dengan ekstensi ekstrakapsular dapat semakin menurunkan angka ketahanan hidup.

Risiko rekurensi juga merupakan suatu kondisi yang perlu diperhatikan dengan baik. Beberapa faktor meningkatkan risiko rekurensi, seperti margin positif, invasi limfovaskular, invasi perineural, hingga derajat diferensiasi yang buruk.

Risiko rekurensi tertinggi akan terjadi pada 2-3 tahun pasca terapi, sehingga pemantauan pasien di periode ini sangat penting. Hal-hal yang harus dilakukan di rentang waktu ini meliputi deteksi dini, manajemen multidisipliner yang tepat, hingga eliminasi faktor risiko.[19-21]

Referensi

19. Binmadi NO, Basile JR (2011) Perineural invasion in oral squamous cell carcinoma: A discussion of significance and review of the literature. Oral Oncol. 47:1005–1010
20. Theofilou VI, Alfaifi A, Montelongo-Jauregui D, et al (2022) The oral mycobiome: Oral epithelial dysplasia and oral squamous cell carcinoma. Journal of Oral Pathology and Medicine 51:413–420
21. Krishnan RP, Pandiar D, Ramani P, Jayaraman S (2023) Necroptosis in human cancers with special emphasis on oral squamous cell carcinoma. J. Stomatol. Oral Maxillofac. Surg. 124
28. Sankar, Vidya, and Yuanming Xu. (2023) Oral Complications from Oropharyngeal Cancer Therapy. Cancers vol. 15,18 4548. doi:10.3390/cancers15184548
29. Jeans C, Brown B, Ward EC, Vertigan AE. Lymphoedema after head and neck cancer treatment: an overview for clinical practice. Br J Community Nurs. 2021 Apr 1;26(Sup4):S24-S29. doi: 10.12968/bjcn.2021.26.Sup4.S24.

Penatalaksanaan Kanker Lidah
Edukasi dan Promosi Kesehatan Ka...
Diskusi Terbaru
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 14 jam yang lalu
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Kupas Tuntas Otitis Media Akut: dari Teori ke Praktik Klinis
Oleh: dr.Eurena Maulidya
2 Balasan
ALO Dokter!Pasien anak datang dengan keluhan demam, susah tidur, dan rewel, apa pemeriksaan yang Anda lakukan? Apa diagnosanya?Kesalahan diagnosis sering...
Anonymous
Dibalas 16 jam yang lalu
Perlukah pap smear sebelum vaksin HPV?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter, Selamat malam dokter izin bertanya pasien usia 33 tahun sudah menikah ingin vaksin Hpv apakah wajib skrining hpv dna/papsmear terlebih dahulu ??
dr. ALOMEDIKA AI
Dibalas 11 jam yang lalu
Alomedika AI Bantu Catch Up Jurnal Terbaru dengan Mudah
Oleh: dr. ALOMEDIKA AI
2 Balasan
Segera gunakan ALOMEDIKA AI melalui aplikasi Alomedika: https://alomedika.onelink.me/qZen/2gltas91Perkembangan medis yang bergerak cepat dengan jutaan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.