Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Kanker Lidah annisa-meidina 2026-04-16T13:40:14+07:00 2026-04-16T13:40:14+07:00
Kanker Lidah
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Kanker Lidah

Oleh :
drg. Muhammad Garry Syahrizal Hanafi
Share To Social Media:

Etiologi kanker lidah bersifat multifaktorial dengan melibatkan paparan karsinogen eksternal, faktor mekanis, hingga kerentanan genetik individu. Faktor risiko utama mencakup konsumsi tembakau dan alkohol yang berlebihan, infeksi human papillomavirus (HPV), dan paparan radiasi.[8,9]

Etiologi

Etiologi kanker lidah bersifat multifaktorial dan melibatkan interaksi antara paparan karsinogen lingkungan, infeksi virus, serta perubahan genetik dan molekuler pada sel epitel. Paparan kronis terhadap tembakau dan alkohol memicu stres oksidatif serta pembentukan DNA adducts yang menyebabkan mutasi gen supresor tumor seperti TP53, disertai gangguan pada gen pengatur siklus sel (misalnya CDKN2A) dan aktivasi jalur proliferatif.

Sementara itu, infeksi HPV risiko tinggi dapat menginduksi karsinogenesis melalui onkoprotein E6 dan E7 yang menonaktifkan protein p53 dan pRb, sehingga mengakibatkan proliferasi sel yang tidak terkontrol, akumulasi kerusakan genetik, dan progresi menuju karsinoma invasif dengan potensi metastasis limfatik servikal.[4-7]

Faktor Risiko

Faktor risiko utama karsinoma sel skuamosa (KSS) pada kanker lidah adalah konsumsi tembakau dan alkohol yang berlebihan. Faktor lain mencakup infeksi HPV.[8,9]

Konsumsi Tembakau dan Alkohol

Konsumsi tembakau dalam berbagai bentuk (rokok, cerutu, tembakau kunyah, hingga produk tembakau tanpa asap) berbahaya karena tembakau mengandung berbagai zat karsinogen, seperti nitrosamin, benzopiren, hidrokarbon aromatik polisiklik yang dapat merusak DNA secara langsung.

Efek ini akan meningkat secara sinergis dan signifikan jika konsumsi tembakau dibarengi oleh konsumsi alkohol. Hal ini dikarenakan alkohol dapat meningkatkan permeabilitas mukosa lidah terhadap karsinogen tembakau. Selain itu, alkohol juga menghasilkan asetaldehida—metabolit toksik yang menghambat DNA repair.[8,9]

Infeksi Human Papillomavirus (HPV)

Infeksi HPV juga merupakan faktor risiko kanker lidah. Utamanya adalah infeksi HPV tipe risiko tinggi, yakni tipe 16 dan 18. Tipe HPV ini akan memproduksi onkoprotein E6 dan E7 yang menginaktivasi p53 dan pRb. Akibatnya, sel akan terus bereplikasi tanpa terkendali, termasuk sel rusak yang seharusnya melakukan apoptosis. Fenomena ini sering ditemukan pada pasien muda tanpa riwayat konsumsi tembakau atau alkohol.[8,9]

Iritasi Mekanis Kronis dan Higienitas Oral

Trauma mekanis seperti gigi yang tajam, protesa yang tidak pas, dan alat ortodontik yang tajam dapat menyebabkan terjadinya iritasi kronis. Iritasi ini kemudian memicu inflamasi kronis dan proliferasi sel yang abnormal. Akibatnya, sel rusak akan menumpuk, sehingga dapat memicu terjadinya keganasan. Namun demikian, peran iritasi kronis dalam kasus KSS adalah sebagai ko-faktor.

Sementara, pada kasus oral hygiene yang buruk, penumpukan plak dan kalkulus dalam waktu lama akan meningkatkan populasi bakteri yang dapat mengubah sisa metabolisme menjadi senyawa pro-karsinogenik.[8,9]

Faktor Nutrisi dan Diet

Kekurangan asupan mikronutrien tertentu dapat meningkatkan kerentanan mukosa terhadap keganasan. Diet rendah sayur dan buah, defisiensi vitamin A, C, dan E, serta kekurangan zat besi kronis dapat mengganggu integritas epitel dan mekanisme antioksidan tubuh. Efeknya, hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya atrofi mukosa. Sementara, atrofi mukosa merupakan prekursor terjadinya perubahan displastik pada lidah.[8,9]

Keberadaan Lesi Prakanker

Lesi prakanker seperti leukoplakia dan eritroplakia memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi maligna. Lesi tersebut secara khusus memiliki tingkat displasia berat atau karsinoma in situ yang tinggi pada pemeriksaan histopatologi.[8,9]

Faktor Genetik dan Imunodefisiensi

Faktor genetik dan kondisi imunodefisiensi berperan dalam kerentanan individu. Variasi genetik individual yang memengaruhi proses DNA repair, regulasi siklus sel, atau metabolisme karsinogen dapat meningkatkan risiko terjadinya keganasan.

Sementara itu, pasien dengan imunodefisiensi seperti pada kasus autoimun, penderita HIV, hingga pasien terapi imunosupresif jangka panjang, memiliki risiko tinggi terhadap malignansi. Hal ini disebabkan karena sistem imun tubuh gagal mengeliminasi sel-sel yang mengalami transformasi keganasan sejak dini.[8,9]

Referensi

4. Cabral LG de S, Martins IM, Paulo EP de A, et al (2025) Molecular Mechanisms in the Carcinogenesis of Oral Squamous Cell Carcinoma: A Literature Review. Biomolecules 15
5. Zhou J, Hu Z, Wang L, et al (2024) Tumor-colonized Streptococcus mutans metabolically reprograms tumor microenvironment and promotes oral squamous cell carcinoma. Microbiome 12:. https://doi.org/10.1186/s40168-024-01907-9
6. Tan Y, Wang Z, Xu M, et al (2023) Oral squamous cell carcinomas: state of the field and emerging directions. Int. J. Oral Sci. 15
7. Jagadeesan D, Sathasivam K V., Fuloria NK, et al (2024) Comprehensive insights into oral squamous cell carcinoma: Diagnosis, pathogenesis, and therapeutic advances. Pathol. Res. Pract. 261
8. Raj P, Hegde V, Bhargava M, et al (2025) Oral Squamous Cell Carcinoma-Deciphering the Etiology. Oral & Maxillofacial Pathology Journal 1:89–91
9. Pires FR, Ramos AB, de Oliveira JBC, et al (2013) Oral squamous cell carcinoma: Clinicopathological features from 346 cases from a single oral pathology service during an 8-year period. Journal of Applied Oral Science 21:460–467. https://doi.org/10.1590/1679-775720130317

Patofisiologi Kanker Lidah
Epidemiologi Kanker Lidah
Diskusi Terbaru
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 14 jam yang lalu
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Kupas Tuntas Otitis Media Akut: dari Teori ke Praktik Klinis
Oleh: dr.Eurena Maulidya
2 Balasan
ALO Dokter!Pasien anak datang dengan keluhan demam, susah tidur, dan rewel, apa pemeriksaan yang Anda lakukan? Apa diagnosanya?Kesalahan diagnosis sering...
Anonymous
Dibalas 16 jam yang lalu
Perlukah pap smear sebelum vaksin HPV?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter, Selamat malam dokter izin bertanya pasien usia 33 tahun sudah menikah ingin vaksin Hpv apakah wajib skrining hpv dna/papsmear terlebih dahulu ??
dr. ALOMEDIKA AI
Dibalas 11 jam yang lalu
Alomedika AI Bantu Catch Up Jurnal Terbaru dengan Mudah
Oleh: dr. ALOMEDIKA AI
2 Balasan
Segera gunakan ALOMEDIKA AI melalui aplikasi Alomedika: https://alomedika.onelink.me/qZen/2gltas91Perkembangan medis yang bergerak cepat dengan jutaan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.