Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Diagnosis Kanker Lidah annisa-meidina 2026-04-16T13:57:10+07:00 2026-04-16T13:57:10+07:00
Kanker Lidah
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Diagnosis Kanker Lidah

Oleh :
drg. Muhammad Garry Syahrizal Hanafi
Share To Social Media:

Diagnosis kanker lidah perlu dicurigai pada pasien dengan lesi ulseratif, massa, atau plak pada lidah yang tidak kunjung sembuh, terutama bila pasien juga mengeluhkan nyeri, perdarahan, disfagia, disartria, atau pembesaran kelenjar getah bening servikal. Diagnosis dikonfirmasi melalui biopsi, pemeriksaan histopatologi, serta pencitraan seperti CT scan atau MRI untuk menilai ekstensi lokal dan keterlibatan nodus limfa.[7,13-15]

Anamnesis

Pasien kanker lidah seringkali mengeluhkan keluhan persisten seperti lesi atau sariawan pada lidah, disertai disfagia, disartria, nyeri saat menelan, atau nyeri spontan di rongga mulut yang menjalar ke telinga. Massa atau ulserasi lidah umumnya tidak sembuh dalam waktu lebih dari dua minggu (ulserasi persisten).Pada anamnesis juga akan ditemukan riwayat paparan faktor risiko utama seperti penggunaan tembakau, konsumsi alkohol kronis, serta infeksi oleh human papillomavirus risiko tinggi.

Selain itu, penting pula untuk menilai durasi, progresi lesi, serta adanya gejala sistemik seperti penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, atau pembesaran limfonodi regional seperti submandibula atau jugulodigastrik, yang dapat mengindikasikan metastasis nodal. Riwayat keluarga dengan kanker kepala dan leher serta status nutrisi pasien juga perlu digali karena berkontribusi pada prognosis.[7,13-15]

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik pertama yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan inspeksi dan palpasi pada seluruh area intraoral. Lesi yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah plak eritroplakia atau leukoplakia, ulkus dengan tepi meninggi dan dasar induratif, serta permukaan granular dan mudah berdarah.

Saat melakukan palpasi, lakukan dengan teknik bimanual untuk melihat kedalaman infiltrasi dan keterlibatan dasar lidah. Selain itu, penilaian mobilitas lidah juga harus dilakukan untuk menilai tingkat invasif ke jaringan otot dalam. Semakin pergerakan lidah terbatas, maka metastasis sudah mencapai otot dalam.

Selanjutnya, lakukan pemeriksaan ekstraoral. Pemeriksaan yang paling penting adalah palpasi pada kelenjar getah bening servikal. Pembesaran kelenjar limfa yang teraba keras, tidak nyeri, dan terfiksasi (immobile) meningkatkan kecurigaan adanya metastasis regional. Kemudian, evaluasi kepala dan leher secara keseluruhan diperlukan untuk mendeteksi adanya lesi sinkron.[7,13-15]

Diagnosis Banding

Diagnosis banding kanker lidah mencakup ulkus traumatik, leukoplakia oral, dan liken planus oral.[7,13-15]

Ulkus Traumatik

Ulkus traumatik biasanya disebabkan oleh iritasi mekanis kronis, seperti gigi tajam, prostesis yang tidak pas, atau trauma gigitan. Secara klinis, ulkus traumatik tampak sebagai ulkus dangkal dengan tepi relatif teratur dan dasar fibrin kekuningan, sering disertai nyeri.

Berbeda dengan kanker lidah, ulkus traumatik umumnya sembuh dalam 1–2 minggu setelah faktor iritatif dihilangkan, tidak menunjukkan indurasi keras pada palpasi, dan tidak disertai pembesaran kelenjar getah bening servikal yang persisten.[23]

Leukoplakia Oral

Leukoplakia oral tampak sebagai plak putih yang tidak dapat dikerok dan tidak dapat dijelaskan oleh penyakit lain. Berbeda dengan kanker lidah invasif yang sering tampak sebagai massa atau ulkus dengan indurasi dan tepi tidak teratur, leukoplakia biasanya tidak menimbulkan nyeri dan tidak menunjukkan tanda invasi jaringan.

Namun, karena sebagian leukoplakia dapat mengalami transformasi ganas, biopsi tetap diperlukan untuk menilai adanya displasia epitel atau karsinoma in situ.[24]

Liken Planus Oral

Liken planus oral, khususnya tipe erosif, juga dapat menyerupai kanker lidah karena dapat menimbulkan area eritematosa atau ulseratif pada mukosa lidah. Secara klinis, liken planus biasanya memperlihatkan pola khas berupa garis putih retikular (Wickham striae) di sekitar lesi dan sering bersifat bilateral atau simetris pada mukosa rongga mulut.[25]

Pemeriksaan Penunjang

Biopsi merupakan pemeriksaan utama untuk menegakkan diagnosis kanker lidah. Selain itu, pemeriksaan pencitraan juga diperlukan untuk mengevaluasi persebaran penyakit.

Pemeriksaan Histopatologi

Biopsi merupakan gold standard diagnosis kanker lidah. Pada lesi besar atau lesi yang mencurigakan, dapat dilakukan biopsi insisional. Jaringan yang diambil dapat dipilih dari area yang paling representatif, yaitu bagian tepi lesi atau bagian induratif. Sebaliknya, pada lesi kecil, biopsi eksisional dapat dipertimbangkan.

Pemeriksaan karsinoma sel skuamosa biasanya akan berbentuk derajat diferensiasi tertentu yang terdiri dari well, moderately, dan poorly differentiated. Selain itu, juga terdapat hasil parameter tambahan seperti keterlibatan perineural, invasi limfovaskular, dan kedalaman invasi. Parameter tambahan ini memiliki nilai prognostik yang penting.

Pada kasus kanker lidah yang terjadi di sepertiga posterior lidah, maka dicurigai keterlibatan virus HPV. Maka, pemeriksaan imunohistokimia p16 menjadi penting sebagai surrogate marker untuk infeksi HPV risiko tinggi.[7,13-15]

Pemeriksaan Radiologis

Setelah kanker lidah dikonfirmasi dengan pemeriksaan histopatologi, pemeriksaan radiologi diperlukan untuk menentukan luas invasi, penyebaran sel kanker, hingga perencanaan tindakan bedah dan terapi adjuvan. Terdapat beberapa jenis pencitraan radiologi yang dapat menjadi pilihan, seperti CT-scan, MRI, dan PET-CT.

CT-scan sangat berguna untuk melihat keterlibatan tulang, ukuran tumor, dan metastasis kelenjar limfa. MRI dapat dimanfaatkan untuk menilai tingkat invasi jaringan lunak dan kedalaman infiltrasi tumor ke otot lidah atau dasar mulut. Sementara PET-CT, dapat digunakan untuk mendeteksi adanya metastasis jauh atau pada kasus dengan probabilitas rekurensi yang tinggi.[7,13-15]

Referensi

7. Jagadeesan D, Sathasivam K V., Fuloria NK, et al (2024) Comprehensive insights into oral squamous cell carcinoma: Diagnosis, pathogenesis, and therapeutic advances. Pathol. Res. Pract. 261
13. Jiromaru R, Yasumatsu R, Matsuo M, et al (2024) Clinical Analysis of Oral Squamous Cell Carcinoma: A Single-institution Experience. Cancer Diagnosis and Prognosis 4:105–110. https://doi.org/10.21873/cdp.10294
14. Yadav Y, Malhotra S, Subudhi G, Jha P (2025) Oral Squamous Cell Carcinoma in a Middle-Aged Patient: Case Report and Literature Review. Cureus. https://doi.org/10.7759/cureus.96192
15. Choudhury BK, Priyadarsini S, Mohanty S, et al (2020) Oral Squamous Cell Carcinoma: A Clinical Case Report. Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology 14:
23. Ouaabbou, Hajar et al. (2023) Traumatic ulcer of the tongue mimicking a malignant lesion: Case report. International journal of surgery case reports. Vol. 109 (2023): 108460. doi:10.1016/j.ijscr.2023.108460
24. Gates, James C et al. (2025) Clinical Management Update of Oral Leukoplakia: A Review From the American Head and Neck Society Cancer Prevention Service. Head & neck vol. 47,2 (2025): 733-741. doi:10.1002/hed.28013
25. Rotaru, Doina Iulia et al. (2020) Diagnostic Criteria of Oral Lichen Planus: A Narrative Review. Acta clinica Croatica vol. 59,3 (2020): 513-522. doi:10.20471/acc.2020.59.03.16

Epidemiologi Kanker Lidah
Penatalaksanaan Kanker Lidah
Diskusi Terbaru
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 14 jam yang lalu
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Kupas Tuntas Otitis Media Akut: dari Teori ke Praktik Klinis
Oleh: dr.Eurena Maulidya
2 Balasan
ALO Dokter!Pasien anak datang dengan keluhan demam, susah tidur, dan rewel, apa pemeriksaan yang Anda lakukan? Apa diagnosanya?Kesalahan diagnosis sering...
Anonymous
Dibalas 16 jam yang lalu
Perlukah pap smear sebelum vaksin HPV?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter, Selamat malam dokter izin bertanya pasien usia 33 tahun sudah menikah ingin vaksin Hpv apakah wajib skrining hpv dna/papsmear terlebih dahulu ??
dr. ALOMEDIKA AI
Dibalas 11 jam yang lalu
Alomedika AI Bantu Catch Up Jurnal Terbaru dengan Mudah
Oleh: dr. ALOMEDIKA AI
2 Balasan
Segera gunakan ALOMEDIKA AI melalui aplikasi Alomedika: https://alomedika.onelink.me/qZen/2gltas91Perkembangan medis yang bergerak cepat dengan jutaan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.