Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Kanker Lidah annisa-meidina 2026-04-16T13:36:18+07:00 2026-04-16T13:36:18+07:00
Kanker Lidah
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Kanker Lidah

Oleh :
drg. Muhammad Garry Syahrizal Hanafi
Share To Social Media:

Patofisiologi kanker lidah melibatkan interaksi kompleks berbagai faktor, yaitu genetik, epigenetik, respons inflamasi kronis, hingga paparan lingkungan. Kanker lidah biasanya diawali oleh paparan karsinogen, terutama tembakau dan alkohol, yang menyebabkan stres oksidatif dan pembentukan radikal bebas, sehingga menyebabkan rusaknya DNA dan mutasi sel normal menjadi ganas.[4-7]

Kerusakan DNA dan Mutasi Genetik Akibat Karsinogen

Paparan kronis terhadap zat karsinogen seperti benzopiren dalam asap rokok dan asetaldehida menyebabkan terbentuknya DNA adducts. Perubahan awal ini sering melibatkan mutasi gen supresor tumor TP53, yang berperan penting dalam regulasi siklus sel, perbaikan DNA, dan apoptosis.

Mutasi pada TP53 menyebabkan terjadinya inaktivasi gen. Efeknya, gen supresor tumor tersebut kehilangan kemampuannya untuk menghentikan siklus sel pada fase G1/S. Hal ini menyebabkan sel dengan kerusakan DNA tetap bereplikasi dan mampu menghindari apoptosis.

Di lain sisi, gangguan pada gen CDKN2 serta overekspresi Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) merangsang kaskade pensinyalan hilir seperti PI3K/Akt/mTOR dan MAPK/ERK yang meningkatkan proliferasi sel, menghindari apoptosis, dan meningkatkan angiogenesis. Akibatnya, sel kanker semakin menumpuk dan kuat.[4-7]

Mekanisme Karsinogenesis Terkait HPV

Human papillomavirus atau HPV risiko tinggi (tipe 16 dan 18) selama ini diketahui sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya kanker lidah di area sepertiga posterior (pangkal lidah). HPV akan mengintegrasikan DNA viral mereka secara permanen ke dalam genom sel inang, dan mengubah sel normal menjadi produsen onkoprotein.

Mekanisme ini digerakkan oleh dua aktor utama, yaitu onkoprotein E6 dan E7, di mana keduanya bekerja secara sinergis untuk melumpuhkan sistem pertahanan seluler. Onkoprotein E6 akan mengikat p53 dan memicu degradasi melalui jalur proteasom. Hal ini menyebabkan sel kehilangan kontrol pos pemeriksaan siklus sel. Akibatnya, sel yang sudah rusak tetap akan bertahan hidup dan bereplikasi.

Di saat yang bersamaan, onkoprotein E7 berikatan dan menginaktivasi protein retinoblastoma (pRb). Padahal, pRb berperan dalam mengikat faktor transkripsi E2F untuk menghambat siklus sel. Karena pRb inaktif dan E2F terlepas secara bebas, maka sel dipaksa untuk masuk secara terus menerus ke fase sintesis DNA, yang memicu replikasi yang liar dan tanpa henti.[4-7]

Progresi Lokal dan Metastasis

Transformasi menjadi karsinoma invasif ditandai oleh produksi enzim proteolitik (matrix metalloproteinase). Enzim ini akan memfasilitasi sel kanker untuk menembus membran basal.

Selain itu, akumulasi kerusakan genetik yang terjadi akibat paparan karsinogen akan menyebabkan menurunnya ekspresi E-cadherin, yang dapat berdampak pada hilangnya kohesi antar sel. Adanya enzim proteolitik dan hilangnya kohesi antar sel akan menyebabkan sel kanker dapat menginvasi stroma jaringan ikat, otot intrinsik lidah, dan ruang vaskuler dengan mudah.

Selain itu, sel kanker lidah memiliki kecenderungan untuk infiltrasi ke perineural dan limfovaskular. Hal ini menjelaskan tingginya angka metastasis ke kelenjar limfa servikal, terutama untuk stadium II, III, dan IV.

Kanker lidah juga akan tetap hidup dan semakin bertumbuh karena adanya peningkatan produksi faktor pertumbuhan (seperti Vascular Endothelial Growth Factor/VEGF). Pertumbuhan ini mendukung suplai nutrisi bagi massa tumor yang berkembang dan menyediakan jalur untuk penyebaran hematogen.[4-7]

Referensi

4. Cabral LG de S, Martins IM, Paulo EP de A, et al (2025) Molecular Mechanisms in the Carcinogenesis of Oral Squamous Cell Carcinoma: A Literature Review. Biomolecules 15
5. Zhou J, Hu Z, Wang L, et al (2024) Tumor-colonized Streptococcus mutans metabolically reprograms tumor microenvironment and promotes oral squamous cell carcinoma. Microbiome 12:. https://doi.org/10.1186/s40168-024-01907-9
6. Tan Y, Wang Z, Xu M, et al (2023) Oral squamous cell carcinomas: state of the field and emerging directions. Int. J. Oral Sci. 15
7. Jagadeesan D, Sathasivam K V., Fuloria NK, et al (2024) Comprehensive insights into oral squamous cell carcinoma: Diagnosis, pathogenesis, and therapeutic advances. Pathol. Res. Pract. 261

Pendahuluan Kanker Lidah
Etiologi Kanker Lidah
Diskusi Terbaru
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 14 jam yang lalu
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Kupas Tuntas Otitis Media Akut: dari Teori ke Praktik Klinis
Oleh: dr.Eurena Maulidya
2 Balasan
ALO Dokter!Pasien anak datang dengan keluhan demam, susah tidur, dan rewel, apa pemeriksaan yang Anda lakukan? Apa diagnosanya?Kesalahan diagnosis sering...
Anonymous
Dibalas 16 jam yang lalu
Perlukah pap smear sebelum vaksin HPV?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter, Selamat malam dokter izin bertanya pasien usia 33 tahun sudah menikah ingin vaksin Hpv apakah wajib skrining hpv dna/papsmear terlebih dahulu ??
dr. ALOMEDIKA AI
Dibalas 11 jam yang lalu
Alomedika AI Bantu Catch Up Jurnal Terbaru dengan Mudah
Oleh: dr. ALOMEDIKA AI
2 Balasan
Segera gunakan ALOMEDIKA AI melalui aplikasi Alomedika: https://alomedika.onelink.me/qZen/2gltas91Perkembangan medis yang bergerak cepat dengan jutaan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.