Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Kanker Lidah annisa-meidina 2026-04-16T13:44:06+07:00 2026-04-16T13:44:06+07:00
Kanker Lidah
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Epidemiologi Kanker Lidah

Oleh :
drg. Muhammad Garry Syahrizal Hanafi
Share To Social Media:

Data epidemiologi kanker lidah menunjukkan bahwa kanker ini merupakan jenis yang paling banyak ditemui di rongga mulut. Mayoritas kasus kanker lidah adalah karsinoma sel skuamosa. Angka kejadian paling tinggi adalah di India, Sri Lanka, dan Bangladesh.[6,10-12]

Global

Secara global, kanker lidah merupakan jenis kanker yang paling ditemui di rongga mulut, dan menempati sepuluh besar kanker dengan insidensi tertinggi secara umum. Insidensi pada pria diketahui lebih tinggi, dengan proporsi 2-3:1.

Ditinjau secara histopatologis, lebih dari 90% kanker lidah merupakan karsinoma sel skuamosa (KSS), dengan lokasi yang paling sering ditemukan adalah pada bagian lateral anterior dua pertiga lidah. Hal ini disebabkan karena pada lokasi ini memiliki risiko terpapar karsinogen lokal lebih tinggi. Sementara, kanker ada sepertiga posterior lidah lebih jarang ditemui, dan biasanya dikaitkan dengan infeksi human papillomavirus atau HPV.

Menurut data Globocan 2022, ditemui 389.000 kasus kanker bibir dan rongga mulut baru di seluruh dunia, dimana KSS dilaporkan menjadi kontributor terbesar. Wilayah dengan insidensi paling tinggi ada di India, Sri Lanka, dan Bangladesh, yang sering dikaitkan dengan tradisi mengunyah tembakau dan sirih. India melaporkan angka insidensi pada pria mencapai 6,5 per 100.000 penduduk per tahun.

Selain itu, banyak ahli menduga KSS juga banyak terjadi di Asia Tenggara. Diduga akibat statusnya underdiagnosed, faktor sosioekonomi, keterbatasan akses, dan kesadaran masyarakat yang rendah, membuat banyak kasus tidak terdeteksi.

Lebih lanjut, peningkatan insidensi kanker lidah, terutama pada kanker orofaring atau basis lidah, juga dilaporkan pada berbagai populasi Eropa, khususnya yang berkaitan dengan infeksi HPV. Di Prancis, angka insidensi pada pria justru dilaporkan lebih tinggi dari India, yaitu 8,0 per 100.000 penduduk per tahun.[6,10-12]

Indonesia

Di Indonesia dan negara berkembang lainnya, pencatatan prevalensi dan insidensi kanker lidah masih belum adekuat. Oleh sebab itu, masih belum ada data pasti mengenai angka kejadian kanker lidah di Indonesia.

Mortalitas

Terdapat data yang melaporkan bahwa angka kesintasan 2 tahun pada kanker lidah adalah 77% pada pasien yang terdiagnosis di stadium awal, tetapi menurun menjadi 52% pada pasien stadium lanjut.

Faktor risiko utama yang meningkatkan kejadian dan berkontribusi terhadap mortalitas antara lain merokok, konsumsi alkohol, serta pola diet tidak sehat, sedangkan konsumsi buah dan sayuran bersifat protektif.

Lebih lanjut, status infeksi HPV berperan penting karena kasus HPV-positif telah dikaitkan dengan kesintasan 5 tahun yang lebih baik dibandingkan HPV-negatif (sekitar 80% vs 40%).[22]

Referensi

6. Tan Y, Wang Z, Xu M, et al (2023) Oral squamous cell carcinomas: state of the field and emerging directions. Int. J. Oral Sci. 15
10. Fatima J, Fatima E, Mehmood F, et al (2024) Comprehensive Analysis of Oral Squamous Cell Carcinomas: Clinical, Epidemiological, and Histopathological Insights With a Focus on Prognostic Factors and Survival Time. Cureus. https://doi.org/10.7759/cureus.54394
11. Alshami ML, Al-Maliky MA, Alsagban AA, Alshaeli AJ (2023) Epidemiology and incidence of oral squamous cell carcinoma in the Iraqi population over 5 years (2014–2018). Health Sci Rep 6:. https://doi.org/10.1002/hsr2.1205
12. Feller L, Lemmer J (2012) Oral Squamous Cell Carcinoma: Epidemiology, Clinical Presentation and Treatment. J Cancer Ther 03:263–268. https://doi.org/10.4236/jct.2012.34037
22. Huang, Junjie et al. (2026) Incidence, Risk Factors, and Temporal Trends of Tongue Cancer: A Population-Based Study. Cancer medicine. Vol. 15,2: e71435. doi:10.1002/cam4.71435

Etiologi Kanker Lidah
Diagnosis Kanker Lidah
Diskusi Terbaru
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 14 jam yang lalu
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Kupas Tuntas Otitis Media Akut: dari Teori ke Praktik Klinis
Oleh: dr.Eurena Maulidya
2 Balasan
ALO Dokter!Pasien anak datang dengan keluhan demam, susah tidur, dan rewel, apa pemeriksaan yang Anda lakukan? Apa diagnosanya?Kesalahan diagnosis sering...
Anonymous
Dibalas 16 jam yang lalu
Perlukah pap smear sebelum vaksin HPV?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter, Selamat malam dokter izin bertanya pasien usia 33 tahun sudah menikah ingin vaksin Hpv apakah wajib skrining hpv dna/papsmear terlebih dahulu ??
dr. ALOMEDIKA AI
Dibalas 11 jam yang lalu
Alomedika AI Bantu Catch Up Jurnal Terbaru dengan Mudah
Oleh: dr. ALOMEDIKA AI
2 Balasan
Segera gunakan ALOMEDIKA AI melalui aplikasi Alomedika: https://alomedika.onelink.me/qZen/2gltas91Perkembangan medis yang bergerak cepat dengan jutaan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.