Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Tinea Barbae general_alomedika 2023-01-13T10:00:51+07:00 2023-01-13T10:00:51+07:00
Tinea Barbae
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan
  • Panduan E-Prescription

Epidemiologi Tinea Barbae

Oleh :
dr. Putri Anindita
Share To Social Media:

Data epidemiologi menunjukkan bahwa tinea barbae adalah bagian dari penyakit dermatofitosis, namun termasuk dalam dermatofitosis yang lebih langka dibandingkan yang lain.[7,8]

Global

Tinea barbae dapat ditemukan di seluruh dunia. Dari seluruh kejadian dermatofitosis, tinea barbae merupakan jenis tinea yang jarang ditemukan. Penelitian menunjukkan bahwa tinea corporis (57%) merupakan dermatofitosis yang paling sering terjadi, diikuti oleh tinea unguinum (20%), tinea cruris (10%), tinea pedis, tinea barbae (6%), dan 1% tipe lainnya.[7]

Tinea barbae secara eksklusif terjadi pada laki-laki dewasa karena terlokalisasi pada daerah janggut dan kumis. Dermatofitosis yang ditemukan pada wanita dan anak-anak di daerah yang sama didiagnosis sebagai tinea fasialis. Saat ini, tinea barbae sering ditemukan pada penduduk pedesaan, dengan dermatofita zoofilik sebagai patogen utamanya.[1,2]

Indonesia

Di Indonesia, kejadian dermatofitosis meliputi 52% dari seluruh dermatomikosis. Sebuah penelitian yang dilakukan di Manado tahun 2013 menunjukkan distribusi kasus dermatofitosis yaitu 153 (3,7%) kasus dari 4099 (100%) total kasus penyakit kulit. Namun tidak ditemukan data mengenai tinea barbae pada penelitian tersebut.[7,9]

Referensi

1. Baran W, Szepietowski, JC, Schwartz RA. Tinea barbae. Acta Dermatoven APA. 2004;13(3):91-94. http://www.acta-apa.org/journals/acta-dermatovenerol-apa/papers/10.15570/archive/acta-apa-04-3/4.pdf
2. Schwartz RA. Tinea Barbae. Medscape, 2020. https://emedicine.medscape.com/article/1091252-overview#showall
7. Yossela T. Diagnosis and Treatment of Tinea cruris. Jurnal Majority. 2015;4(2):122-128. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/download/536/537
8. Ito A, Yamada N, Kimura R, Anzawa K, Mochizuki T, Yamamoto O. Tinea Barbae due to Trichophyton mentagrophytes Contracted from Calves. Acta dermato-venereologica. 2019;99:925-926. doi: 10.2340/00015555-3247
9. Sondakh CEE, Pandaleke TA, Mawu FO. Profil dermatofitosis di poliklinik kulit dan kelamin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode januari-desember 2013. Jurnal e-Clinic. 2016;4(1). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic/article/download/12134/11715

Etiologi Tinea Barbae
Diagnosis Tinea Barbae

Artikel Terkait

  • Gambaran Kelainan Kulit pada Penderita Diabetes Melitus tipe 2
    Gambaran Kelainan Kulit pada Penderita Diabetes Melitus tipe 2
  • Terapi Antifungal Oral yang Aman untuk Pasien Lanjut Usia
    Terapi Antifungal Oral yang Aman untuk Pasien Lanjut Usia
  • Pengelolaan Tinea Kapitis Karier Asimptomatik
    Pengelolaan Tinea Kapitis Karier Asimptomatik
  • Stop Penggunaan Kortikosteroid untuk Tinea
    Stop Penggunaan Kortikosteroid untuk Tinea
Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 7 jam yang lalu
Ikuti e-Course berSKP Kemenkes - Diagnosis dan Rencana Tata Laksana Mixed Pain
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter Tahukah apa itu mixed pain? Ya, contoh mixed pain adalah nyeri pada penderita osteoartritis dan hernia diskus, di mana nyeri disebabkan oleh...
Anonymous
Dibalas 35 menit yang lalu
Pasien mengerjakan kegiatan berulang, apa diagnosisnya?
Oleh: Anonymous
12 Balasan
Alo dok, saya punya pasien yg kl cuci tangan harus 7x baru ngerasa bersih....kl ngunci pintu harus dipastikan terkunci sampe 7x jegrak jegrek engsel...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 10 jam yang lalu
Berbahaya?! Pasien Anggap Sosial Media sebagai Klinik
Oleh: dr.Eurena Maulidya
4 Balasan
ALO Dokter.Pasien usia 28 tahun datang dengan keluhan kepala terasa ringan yang disertai dengan mual dan muntah. Pasien mengatakan sudah 2 minggu konsumsi...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.