Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Edukasi dan Promosi Kesehatan Tinea Barbae general_alomedika 2023-01-23T23:07:38+07:00 2023-01-23T23:07:38+07:00
Tinea Barbae
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan
  • Panduan E-Prescription

Edukasi dan Promosi Kesehatan Tinea Barbae

Oleh :
dr. Putri Anindita
Share To Social Media:

Edukasi dan promosi kesehatan pada tinea barbae diperlukan untuk mencegah penularan dan rekurensi.

Edukasi Pasien

Secara umum, untuk mengurangi risiko penularan infeksi jamur, pasien perlu di edukasi untuk menjaga kebersihan diri yang baik dan rajin mencuci tangan. Sumber infeksi tinea barbae perlu diidentifikasi, sehingga dapat dihindari atau dilakukan pengobatan untuk mencegah penularan penyakit.[2,4]

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Untuk mencegah penularan spora dermatofita dari hewan dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Melakukan pembersihan karpet, pencucian pakaian dan tempat tidur secara menyeluruh, serta penggantian filter pemanas atau pendingin ruangan.
  • Jika diketahui ada pekerja peternakan yang terinfeksi, periksa semua hewan untuk mengetahui adanya lesi jamur pada kulit.[2,4]

Untuk mencegah penularan dari manusia lain atau autoinokulasi dapat dilakukan hal-hal berikut ini:

  • Pengobatan secara tuntas untuk infeksi kulit jamur lain, misalnya tinea pedis atau tinea unguium

  • Penderita tinea pedis atau tinea unguium disarankan untuk menjaga kaki tetap bersih dan kering, menjaga kuku terawat dengan baik, lakukan dekontaminasi alas kaki, dan tidak berbagi alat mandi serta perawatan pribadi
  • Penderita tinea capitis dapat membuang atau mencuci semua sikat, sisir, dan hiasan kepala
  • Penderita infeksi tinea lain, disarankan untuk mencuci pakaian dengan air panas, dikeringkan, kemudian disetrika[2,4,5]

 

 

 

Referensi

2. Schwartz RA. Tinea Barbae. Medscape, 2020. https://emedicine.medscape.com/article/1091252-overview#showall
4. Baumgardner DJ. Fungal infections from human and animal contact. J Patient Cent Res Rev. 2017;4:78-89. doi: 10.17294/2330-0698.1418
5. Reddy KR. Fungal infections (Mycoses): Dermatophytoses (Tinea, Ringworm). Journal of Gandaki Medical College-Nepal. 2017;10(1). https://www.nepjol.info/index.php/JGMCN/article/download/17901/14532

Prognosis Tinea Barbae
Panduan E-Prescription Tinea Barbae

Artikel Terkait

  • Gambaran Kelainan Kulit pada Penderita Diabetes Melitus tipe 2
    Gambaran Kelainan Kulit pada Penderita Diabetes Melitus tipe 2
  • Terapi Antifungal Oral yang Aman untuk Pasien Lanjut Usia
    Terapi Antifungal Oral yang Aman untuk Pasien Lanjut Usia
  • Pengelolaan Tinea Kapitis Karier Asimptomatik
    Pengelolaan Tinea Kapitis Karier Asimptomatik
  • Stop Penggunaan Kortikosteroid untuk Tinea
    Stop Penggunaan Kortikosteroid untuk Tinea
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 22 jam yang lalu
Cairan serosanguinous pasca op apakah perlu dievakuasi?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter, pasien dengan luka jahitan pasca ekstraksi lipoma, pada luka jahitannya tidak ada tanda2 infeksi, dan mengeluarkan cairan merah muda...
Anonymous
Dibalas 21 jam yang lalu
Diare akut disertai perut melilit hebat pada dewasa
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter saya mendapatkan pasien wanita berusia 30 tahun dengan keluhan utama bab cair >10x. BAB berupa cairan menyemprot dengan ampas sedikit seperti...
Anonymous
Dibalas 20 jam yang lalu
BAB anak berlendir
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, izin berdiskusi. Saya ada pasien anak usia 5 tahun dengan keluhan BAB lembek sejak 1 minggu, frekuensi 5x/hari. Demam (-), muntah (-). Tidak ada...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.