Penatalaksanaan Hidradenitis Suppurativa
Penatalaksanaan hidradenitis suppurativa bertujuan untuk mengendalikan inflamasi, mengurangi jumlah dan keparahan lesi, mencegah kekambuhan, serta mengatasi nyeri. Pilihan terapi disesuaikan dengan derajat keparahan penyakit dan karakteristik lesi.
Secara umum, terapi dapat berupa terapi topikal, antibiotik sistemik, kortikosteroid atau agen antiinflamasi lain, terapi hormonal, serta terapi biologis. Selain itu, intervensi suportif seperti penurunan berat badan, berhenti merokok, aktivitas fisik, pola hidup sehat, dan pengendalian nyeri merupakan bagian penting dari penatalaksanaan.[1,4,11,12]
Terapi Topikal
Pada hidradenitis suppurativa ringan hingga sedang tanpa draining tunnels, terapi topikal dapat digunakan. Resorcinol 15% dapat diberikan dua kali sehari saat eksaserbasi dan satu kali sehari sebagai terapi pemeliharaan hingga 16 minggu, terutama untuk mengurangi ukuran dan jumlah lesi nonfistulosa serta nyeri.
Clindamycin topikal 1% juga dapat diberikan dua kali sehari selama hingga 12 minggu dan terutama efektif terhadap lesi superfisial, tetapi efeknya terbatas terhadap nodul atau abses yang lebih dalam. Sementara itu, bukti mengenai penggunaan antiseptik seperti chlorhexidine, benzoyl peroxide, triclosan, atau zinc pyrithione masih belum memadai untuk direkomendasikan secara rutin.[12]
Terapi Antibiotik
Antibiotik sistemik terutama digunakan pada hidradenitis suppurativa dengan komponen inflamasi dan dapat diberikan selama sekitar 3 bulan. Golongan tetrasiklin, seperti doxycycline, merupakan salah satu pilihan dan dapat digunakan. Efikasinya secara umum serupa dengan kombinasi clindamycin dan rifampicin.
Pada kasus sedang hingga berat, kombinasi clindamycin 300 mg dua kali sehari dan rifampicin 300 mg dua kali sehari selama 10–12 minggu dapat dipertimbangkan. Clindamycin monoterapi oral juga dapat menjadi alternatif, sedangkan ertapenem intravena 1 g/hari selama 6 minggu dapat dipertimbangkan pada hidradenitis suppurativa berat, terutama untuk menurunkan derajat penyakit sebelum tindakan pembedahan.
Penggunaan antibiotik jangka panjang perlu dibatasi dan dipertimbangkan secara hati-hati karena berpotensi menyebabkan resistensi antimikroba.[12]
Terapi Antiinflamasi
Terapi antiinflamasi dapat digunakan untuk mengendalikan inflamasi akut atau penyakit yang sulit ditangani. Triamcinolone intralesi 10–40 mg/mL dapat diberikan pada nodul atau lesi tertentu saat eksaserbasi dan dapat memberikan perbaikan inflamasi serta nyeri dalam waktu singkat.
Kortikosteroid sistemik dapat digunakan dalam jangka pendek pada flare akut atau sebagai terapi tambahan pada penyakit refrakter, tetapi dosisnya perlu tapering secara cepat. Pilihan terapi kortikosteroid adalah prednisolone 10 mg/hari per oral.
Agen lain seperti dapson, kolkisin, zinc gluconate, dan cyclosporine dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu, tetapi bukti efektivitasnya masih lebih terbatas.[12]
Terapi Hormonal
Pada pasien perempuan tertentu, terapi hormonal dapat dipertimbangkan, terutama apabila terdapat polyendocrine metabolic ovarian syndrome, gangguan menstruasi, atau tanda hiperandrogenisme.
Agen antiandrogen seperti spironolactone dapat digunakan, dengan dosis yang umumnya dimulai dari 25–50 mg/hari dan ditingkatkan sesuai respons serta toleransi. Beberapa penelitian menunjukkan perbaikan nyeri dan jumlah lesi inflamasi pada pemberian antiandrogen.
Sebaliknya, kontrasepsi atau progestogen tertentu yang memiliki efek androgenic telah dilaporkan dapat memperburuk hidradenitis suppurativa pada sebagian pasien, sehingga pemilihan terapi hormonal perlu dilakukan secara individual.[12]
Agen Biologis
Untuk hidradenitis suppurativa aktif derajat sedang hingga berat yang tidak memberikan respons adekuat terhadap terapi sistemik konvensional, terapi biologis dapat dipertimbangkan. Di Eropa, adalimumab (inhibitor TNF-α), secukinumab (inhibitor IL-17A), dan bimekizumab (inhibitor IL-17A/F) merupakan agen yang telah disetujui penggunaannya untuk hidradenitis suppurative.
Adalimumab juga dapat digunakan pada pasien usia ≥12 tahun. Sebaliknya, secukinumab dan bimekizumab ditujukan untuk pasien dewasa.
Adalimumab diberikan secara subkutan dengan regimen induksi kemudian dosis pemeliharaan mingguan atau setiap 2 minggu. Secukinumab diberikan 300 mg dengan dosis induksi pada minggu 0–4 dan selanjutnya pemeliharaan bulanan, yang dapat ditingkatkan menjadi setiap 2 minggu berdasarkan respons.
Obat biologis lain seperti infliximab, etanercept, dan certolizumab pegol telah dievaluasi efikasinya untuk hidradenitis suppurativa. Meski demikian, penggunaan agen-agen tersebut masih bersifat off label.[12]
Terapi Suportif
Terapi analgesik topikal dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) merupakan lini pertama dalam penanganan nyeri pada pasien hidradenitis suppurativa. Beberapa agen, seperti paracetamol 500 mg per oral dan natrium diklofenak 1% topikal dapat digunakan.
Pada nyeri yang bersifat neuropatik atau persisten, gabapentin atau pregabalin dapat dipertimbangkan karena bekerja dengan menurunkan pelepasan neurotransmiter dan dapat memberikan kontrol nyeri tanpa risiko ketergantungan seperti opioid.
Duloxetine juga dapat dipertimbangkan terutama pada pasien dengan nyeri kronis yang disertai gejala depresi. Opioid sebaiknya dihindari atau dibatasi hanya pada kondisi nyeri berat yang tidak responsif terhadap analgesik lain karena belum terdapat bukti klinis yang memadai untuk hidradenitis suppurativa serta adanya risiko penggunaan jangka panjang dan ketergantungan.[4,12]
Modifikasi Gaya Hidup
Modifikasi gaya hidup pada hidradenitis suppurativa merupakan terapi tambahan yang dapat mendukung tata laksana medis dan pembedahan, meskipun bukti berkualitas tinggi mengenai efektivitasnya masih terbatas.
Penghentian merokok dianjurkan terutama untuk meningkatkan kesehatan secara umum, tetapi pengaruhnya terhadap keparahan, respons terapi, atau durasi penyakit belum dapat dipastikan.
Peningkatan indeks massa tubuh (IMT) dilaporkan berhubungan dengan keparahan hidradenitis suppurativa yang lebih tinggi, sehingga skrining dan penatalaksanaan obesitas tetap dianjurkan meskipun bukti yang tersedia masih tidak konsisten.
Beberapa modifikasi diet, seperti menghindari produk susu atau ragi pembuat bir (Saccharomyces cerevisiae), pernah dilaporkan memberikan manfaat, tetapi bukti yang ada belum cukup untuk memberikan rekomendasi secara umum.
Pasien juga dianjurkan menghindari pakaian ketat dan gesekan berlebihan karena dapat memicu kekambuhan. Pengaruh mencukur rambut serta penggunaan deodoran atau antiperspiran terhadap hidradenitis suppurativa masih belum jelas.
Terapi komplementer seperti suplementasi zinc dan vitamin D dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan pada kondisi tertentu, tetapi bukti yang tersedia masih terbatas sehingga belum dapat direkomendasikan secara rutin untuk seluruh pasien hidradenitis suppurativa.[9]
Pembedahan
Terapi pembedahan dilakukan saat medikamentosa tidak menghasilkan respon adekuat atau terdapat abses pada lesi hidradenitis suppurativa. Penggunaan kombinasi medikamentosa dan pembedahan dilaporkan menghasilkan luaran lebih baik. Umumnya terapi pembedahan dilakukan pada lesi Hurley stadium III.[1,4,6]
Insisi dan Drainase
Insisi dan drainase merupakan tindakan yang dilakukan saat terdapat abses. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi nyeri pada pasien. Lesi solid atau nodul dengan inflamasi merupakan kontraindikasi tindakan ini.[1,4,6,11,15]
Eksisi Luas
Eksisi lesi luas dengan batas lateral jaringan tidak terkontaminasi merupakan terapi surgikal yang memiliki efikasi yang tinggi. Penggunaan terapi ini memiliki tingkat rekurensi yang lebih rendah. Akan tetapi, tindakan eksisi luas dapat menyebabkan morbiditas post operatif, seperti infeksi, perdarahan, dan kontraktur.[4,6,11,15]
Eksisi Lokal
Dua jenis eksisi lokal, yaitu deroofing dan skin tissue-saving excision with electrosurgical peeling (STEEP) telah diteliti pada beberapa studi.
Tindakan deroofing merupakan tindakan melepaskan “atap” dari abses, kista, atau alur sinus dengan cara elektrosurgikal. Hal ini menyisakan dasar epitelium dan alur sinus.
Sementara itu, tindakan STEEP merupakan eksisi lesi sampai dasar epitel dari sinus. Berbeda dengan tindakan eksisi luas, pada tindakan STEEP lapisan lemak kulit disisakan. Setelah tindakan, lesi post operasi dibiarkan terbuka sampai sembuh.[4,6,11,15,18,19]
Potensi Pengobatan Baru
Pengobatan lain dari hidradenitis suppurativa dapat berupa penurunan berat badan, laser hair removal, perawatan laser pada lesi, dan mengurangi friksi pada area yang terdampak.[20]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha