Rasionalisasi Pemberian Ondansetron pada Anak dengan Gastroenteritis dan Muntah?

Oleh dr. Sunita

Pasien anak dengan gastroenteritis yang mengalami muntah bukan merupakan kondisi yang ringan sehingga dokter sering kali memberikan obat antiemetik seperti ondansetron pada pasien.

Kondisi gastroenteritis dengan muntah pada anak jika dibiarkan dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan dan dapat berlanjut pada perawatan di rumah sakit[1]; meskipun penyebab terseringnya adalah virus[2] yang dapat sembuh tanpa pengobatan khusus seiring dengan meningkatnya imun pada penderita.

Sumber: ryanking999, Depositphotos, 2015. Sumber: ryanking999, Depositphotos, 2015.

Memastikan status hidrasi pasien, keseimbangan elektrolit, kecukupan asupan nutrisi, dan terapi suportif lainnya sesuai gejala merupakan hal yang utama dalam penanganan gastroenteritis. Namun, ketika mendapatkan pasien yang sudah mengalami dehidrasi dan membutuhkan pemberian cairan rehidrasi intravena, meresepkan obat anti-emetik, seperti ondansetron, merupakan sesuatu yang sering kali terpikir oleh dokter.

Di sisi lain, penggunaan obat antiemetik tidak tercantum secara eksplisit pada pedoman penatalaksanaan gastroenteritis pada anak. Pedoman penatalaksanaan gastroenteritis akut pada anak yang dikeluarkan oleh American Academy of Physician menyebutkan bahwa penggunaan obat antiemetik tidak diperlukan[3]. Pedoman serupa yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention tahun 2003 juga menyimpulkan bahwa penggunaan obat antiemetik tidak diperlukan[4].

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah obat tersebut tepat diresepkan, aman digunakan, dan memberikan efek yang signifikan pada anak yang mengalami gastroenteritis. Artikel ini akan membahas mengenai penggunaan ondansetron pada anak-anak dengan gastroenteritis dengan juga menitikberatkan pada pengaruh obat terhadap perbaikan gejala pada gastroenteritis, efek samping yang mungkin timbul, dan keamanan penggunaan obat tersebut.

TUJUAN PENGGUNAAN

Menurut izin penggunaannya, pada kelompok bayi dan anak ondansetron terbatas digunakan untuk[5]:

  • mengatasi mual dan muntah yang diakibatkan oleh kemoterapi
  • mengatasi dan mencegah mual dan muntah pasca operasi

Penggunaan obat anti-emetik ini untuk mengatasi mual pada anak-anak dengan gastroenteritis merupakan sesuatu yang masih menjadi perdebatan di kalangan medis dengan menitikberatkan pemahaman efek samping yang mungkin terjadi jika dokter tetap memutuskan pemberian obat golongan ini[6].

Tujuan utama penggunaan obat ini baik secara intravena maupun oral adalah[7]:

  • mengurangi rasa tidak nyaman akibat muntah
  • mengurangi atau memperpendek durasi pemberian cairan rehidrasi secara intravena
  • meningkatkan penggunaan cairan rehidrasi oral

Dengan demikian, perawatan di Rumah Sakit tidak diperlukan atau durasinya menjadi lebih pendek[1,5]. Sebuah studi analisa biaya kesehatan melaporkan bahwa pemberian ondansetron pada pasien anak yang mengalami gejala muntah dan dehidrasi terbukti menurunkan kebutuhan biaya kesehatan dalam proses tatalaksana dan mengurangi angka kebutuhan perawatan rumah sakit sebanyak 8000 dari seluruh angka kejadian sebanyak 34000 di Amerika Serikat dan Kanada[7].

EFEKTIVITAS ONDANSETRON

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui respons klinis dari pemberian ondansetron pada anak dengan gastroenteritis. Sebuah ulasan studi yang mengevaluasi hasil dari beberapa studi klinis menyimpulkan bahwa dibandingkan dengan plasebo, ondansetron[9]:

  • Berhasil dalam mengatasi atau mengurangi gejala muntah
  • Menurunkan angka pemberian rehidrasi intravena
  • Menurunkan jumlah perawatan rumah sakit dalam kunjungan pertama ke instalasi gawat darurat

Walaupun demikian, ada juga yang berpendapat bahwa pemberian ondansetron tidak diperlukan pada kasus di mana risiko terjadinya dehidrasi kecil[10].

PERHATIAN DAN MONITORING KHUSUS

Pemberian ondansetron memerlukan perhatian dan evaluasi khusus pada beberapa kondisi berikut:

  • Pasien yang juga mengalami keluhan diare, karena dikhawatirkan diare memberat dengan pemberian ondansetron
  • Adanya risiko mengalami pemanjangan interval QT, misalnya pada kelainan elektrolit, gagal jantung kongesti, bradiaritmia, mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping serupa[11].
  • Adanya risiko mengalami gangguan elektrolit (hipokalemia dan hipomagnesemia)[11]

Evaluasi khusus yang dimaksud adalah monitoring hasil EKG pasien selama penggunaan ondansetron[11].

KEAMANAN PENGGUNAAN

Salah satu hal yang dikhawatirkan dari pemberian ondansetron, terutama pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun adalah gejala diare yang memberat. Namun, secara umum obat ini cukup aman untuk digunakan untuk mengurangi gejala muntah pada anak dengan gastroenteritis[12]. Pemberian ondansetron 32 mg dosis tunggal secara intravena dilarang dan penggunaan di atas dosis 16 mg/kali tidak disarankan karena kekhawatiran terhadap memanjangnya interval QT[11].

PERBANDINGAN ONDANSETRON DENGAN OBAT ANTIEMETIK LAIN

Sebuah studi yang mengulas 2 studi yang membandingkan ondansetron dengan metoklopramid melaporkan bahwa berhentinya gejala muntah ditemukan lebih banyak pada kelompok studi yang diberikan ondansetron. Namun kedua studi tersebut tidak cukup kuat untuk menyimpulkan hal tersebut[9].

Sebuah ulasan lain yang membandingkan hal serupa menyimpulkan bahwa angka kejadian kegagalan terapi lebih rendah pada pemberian ondansetron. Kegagalan terapi yang dimaksud adalah 4 jam pasca pemberian ondansetron, pasien mengalami 2 episode muntah dalam kurun waktu 90 menit[2].

KESIMPULAN

  • Penggunaan ondansetron pada anak dengan gastroenteritis merupakan sesuatu yang masih diperdebatkan.
  • Pedoman penatalaksanaan anak dengan gastroenteritis yang dikeluarkan oleh American Academy of Physician dan Centers for Disease Control and Prevention tahun 2003 menyebutkan bahwa penggunaan ondansetron tidak diperlukan pada kelompok pasien ini.
  • Beberapa alasan klinisi untuk tetap menggunakan ondansetron pada anak dengan gastroenteritis adalah sebagai penanganan gejala yang dialami pasien. Diharapkan pemberian ondansetron dapat mengatasi rasa tidak nyaman akibat muntah, memperpendek durasi pemberian cairan rehidrasi intravena, dan meningkatkan penggunaan cairan rehidrasi oral.
  • Secara umum, ondansetron cukup aman digunakan sebagai antiemetik pada anak-anak dengan gastroenteritis. Namun, penggunaan ondansetron perlu diimbangi dengan kemungkinan efek samping yang potensial.
  • Efek samping penggunaan ondansetron yang paling sering ditemui adalah diare yang bisa muncul sampai dengan 48 jam pasca pemberian. Pada anak dengan gastroenteritis yang mengalami diare, pemberian ondansetron dikhawatirkan dapat memperberat gejala diare, terutama pada mereka yang berusia di bawah 5 tahun.
  • Selain itu, evaluasi elektrolit (magnesium dan kalium) dan irama jantung juga tidak kalah penting untuk dilakukan pada mereka yang diberikan ondansetron.
  • Dibandingkan dengan metoklopramid, penggunaan ondansetron memberikan hasil yang lebih baik dalam mengatasi gejala muntah yang dialami pasien.

 

 

Referensi