Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Edukasi Pasien Cognitive Behavioral Therapy (CBT) general_alomedika 2023-02-13T10:31:29+07:00 2023-02-13T10:31:29+07:00
Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Edukasi Pasien Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Oleh :
dr. Irwan Supriyanto PhD SpKJ
Share To Social Media:

Edukasi pasien terkait cognitive behavioral therapy (CBT) yang utama adalah penjelasan tujuan akhir dari semua sesi terapi. Pada prinsipnya, CBT mengajarkan keterampilan kepada pasien untuk menghadapi masalah, di mana tujuan akhir dari CBT bukanlah kesembuhan, tetapi perbaikan kemampuan pasien dalam menghadapi masalah.[1,2]

Oleh karena itu, pasien tetap harus terus melatih keterampilan yang diajarkan terus menerus sampai menjadi bagian dari kebiasaan pasien dalam menghadapi masalah. CBT terbukti dapat digunakan sebagai modalitas tunggal dalam penanganan gangguan psikiatri maupun dalam kombinasi dengan farmakoterapi, misalnya pada pasien depresi, gangguan bipolar, posttraumatic stress disorder (PTSD), anorexia nervosa, dan bulimia nervosa.[1-3]

Pencegahan Relaps

Edukasi CBT lainnya adalah mengenai pencegahan relaps. Dalam hal ini, yang dimaksudkan adalah meningkatkan kemampuan pasien untuk mengantisipasi stressor lain yang akan muncul di masa depan, dan mengatasinya dengan keterampilan yang telah diajarkan dan dimiliki pasien.[2,3]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

1. Nakao M, Shirotsuki K, et al. Cognitive-behavioral therapy for management of mental health and stress-related disorders: Recent advances in techniques and technologies. Biopsychosoc Med. 2021 Oct 3;15(1):16. doi: 10.1186/s13030-021-00219-w. PMID: 34602086; PMCID: PMC8489050.
2. Chand SP, et al. Cognitive Behavior Therapy. 2022 Sep 9. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan. PMID: 292618696
3. David D, Cristea I, Hofmann SG. Why Cognitive Behavioral Therapy Is the Current Gold Standard of Psychotherapy. Front. Psychiatry 2018;9:4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5797481/)

Komplikasi Cognitive Behavioral ...
Pedoman Klinis Cognitive Behavio...

Artikel Terkait

  • Bukti Medis mengenai Manfaat Terapi Musik
    Bukti Medis mengenai Manfaat Terapi Musik
  • Cognitive Behavioral Therapy (CBT) VS Antidepresan pada Penatalaksanaan Depresi
    Cognitive Behavioral Therapy (CBT) VS Antidepresan pada Penatalaksanaan Depresi
  • Efikasi dan Tantangan Cognitive Behavioral Therapy Melalui Telemedicine
    Efikasi dan Tantangan Cognitive Behavioral Therapy Melalui Telemedicine
  • Behavioral Activation sebagai Terapi Depresi
    Behavioral Activation sebagai Terapi Depresi
  • Intervensi Psikoterapi bagi Penyintas Dewasa Kasus Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan
    Intervensi Psikoterapi bagi Penyintas Dewasa Kasus Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 18 jam yang lalu
Pengurusan SIP pertama kali
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter. Izin bertanya pada ts sekalian. Jika akan praktik dan belum ada sip sebelumnya, kita perlu mengurus sipnya kemana ya dok? Saya berencana praktik...
Anonymous
Dibalas 23 jam yang lalu
Ruam muncul setelah berenang, apakah ini herpes atau bukan?
Oleh: Anonymous
4 Balasan
ALO Dokter, Mohon maaf dok, izin berdiskusi.. keluhan pasien sudah dirasakan kurang lebih 1 minggu, setelah berenang. sebelumnya ada gejala demam, tdk enak...
dr.Enos Tri Utomo Halawa
Dibalas 10 Januari 2026, 17:55
Kerjasama bpjs di 3 tempat praktik
Oleh: dr.Enos Tri Utomo Halawa
1 Balasan
Alo dokter, Izin bertanya.Saya baru lulus pns tahun lalu di salah satu rs pemerintah. Di mana jam kerjanya pakai shift pagi, sore dan malam setiap hari....

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.