Patofisiologi HIV
Patofisiologi HIV atau infeksi Human Immunodeficiency Virus dimulai dengan penularan virus melalui berbagai cairan tubuh, termasuk darah, cairan ketuban, ASI, semen, cairan pra-ejakulasi, cairan rektal, dan cairan vagina, baik melalui hubungan seksual, selama kehamilan dan persalinan, maupun melalui penggunaan alat medis atau jarum suntik yang terkontaminasi.
Virus dari famili Retroviridae memiliki karakteristik khusus dibandingkan virus lain, yaitu genom RNA virus terlebih dahulu ditranskripsikan balik menjadi DNA sebelum kemudian diintegrasikan ke dalam DNA sel inang. Proses ini menyebabkan infeksi HIV bersifat menetap seumur hidup. Reseptor utama HIV-1 dan HIV-2 pada sel inang adalah antigen CD4+, sehingga sel T dan makrofag yang mengekspresikan CD4+ menjadi target utama infeksi.[1,4]
Siklus Replikasi HIV
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)