Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Diagnosis Hammertoe dan Claw Toe monika-natalia 2026-09-18T08:17:32+07:00 2026-09-18T08:17:32+07:00
Hammertoe dan Claw Toe
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Diagnosis Hammertoe dan Claw Toe

Oleh :
dr.Putra Rizki Sp.KO
Share To Social Media:

Diagnosis hammertoe dan claw toe dapat ditegakkan berdasarkan temuan klinis, namun pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi adanya keterlibatan struktur di sekitar tulang. Pasien umumnya akan mengeluhkan nyeri pada sendi interfalangeal proksimal (PIP), meskipun terkadang nyeri juga dirasakan pada plana plantar pada beberapa pasien. Faktor risiko yang berkaitan dengan timbulnya penyakit perlu diidentifikasi.[1-4]

Anamnesis

Pasien umumnya mengeluhkan nyeri pada aspek dorsal sendi interfalangeal proksimal (PIP) dari jari kaki yang terkena. Pada beberapa kasus, pasien juga merasakan nyeri pada area plantar metatarsal, terutama jika sendi metatarsofalangeal (MTP) mengalami hiperekstensi, subluksasi, atau dislokasi.

Pasien juga bisa mengalami kalus di atas permukaan dorsal sendi sPIP, di atas permukaan plantar metatarsal, atau di ujung jari kaki. Apabila pasien mengalami instabilitas sendi MTP, pasien juga dapat mengeluhkan nyeri di bagian dorsal sendi MTP dan sensasi benjolan di area plantar sendi MTP.

Dokter juga perlu mengidentifikasi faktor risiko yang mungkin berkontribusi terhadap keluhan pasien. Memakai sepatu yang kurang pas dan usia yang semakin tua merupakan faktor risiko yang umum diidentifikasi. Selain itu, faktor risiko lain dapat berupa adanya rheumatoid arthritis dan diabetes mellitus.[1-4,7]

Pemeriksaan Fisik

Dari inspeksi bisa dimulai dengan menilai cara berjalan pasien tanpa alas kaki, apakah ada terlihat kelainan berjalan serta kondisi penyerta lain seperti hallux valgus. Selain saat berjalan, pengamatan hammertoe dan claw toe juga dilakukan saat berdiri dan duduk, apakah tetap persisten atau tidak.

Pada saat palpasi dilakukan perabaan pulsasi. Tes khusus seperti uji Lachman perlu dilakukan untuk evaluasi instabilitas sendi MTP, disertai pencatatan status fleksibilitas semua jari yang mengalami kelainan.

Lakukan palpasi pada bagian plantar dan artikular kepala metatarsal. Hal ini untuk mengetahui adanya instabilitas sendi MTP yang ditandai dengan nyeri tekan yang lebih besar pada bagian artikular. Selain itu, lakukan juga palpasi pada ruang web dan remas metatarsal dari medial ke lateral. Hal ini dapat membantu menyingkirkan kemungkinan neuroma interdigital yang merupakan salah satu diagnosis banding instabilitas sendi MTP.[1-4]

Diagnosis Banding

Hammertoe dan claw toe merupakan kelainan yang mirip, jadi perlu dipastikan kelainan ini tidak tertukar. Selain itu, perlu pula memikirkan kemungkinan adanya Mallet toe dan rheumatoid arthritis.[7]

Membedakan Hammertoe dan Claw Toe

Pada claw toe, kelainan utamanya adalah fleksi sendi PIP dan sendi interfalangeal distal (DIP) disertai hiperekstensi sendi MTP. Sementara itu, pada hammertoe kelainan utamanya adalah fleksi sendi PIP dengan sendi DIP yang normal atau hiperekstensi.[1-4,7]

Mallet Toe

Mallet toe melibatkan sendi DIP, di mana falang distal tertekuk pada falang medial. Pada kasus Mallet toe, pasien mengeluhkan nyeri pada sendi DIP atau nyeri pada ujung jari kaki yang terkena. Kalus juga dapat dialami pada kedua area tersebut.[7]

Rheumatoid Arthritis

Perbedaan rheumatoid arthritis dengan hammertoe dan claw toe adalah rheumatoid arthritis umumnya menyerang sendi multipel, termasuk sendi pada jari tangan. Pemeriksaan penunjang seperti faktor rheumatoid dapat membantu memastikan diagnosis.[1-4]

Pemeriksaan Penunjang

Secara umum, hammertoe dan claw toe dapat didiagnosis secara klinis melalui pemeriksaan pada jari kaki. Pemeriksaan penunjang dapat bermanfaat dalam mengevaluasi struktur sekitar sendi dan tulang, serta mengidentifikasi faktor yang menyebabkan terjadinya deformitas seperti adanya diabetes.

Laboratorium

Kadar gula darah perlu diperiksa apabila deformitas dicurigai berkaitan dengan diabetes mellitus.

Pada kasus di mana arthropati inflamatori dicurigai sebagai penyebab, dapat dilakukan pemeriksaan faktor rheumatoid, antinuclear antibody (ANA), human leukocyte antigen (HLA) B27, dan titer Lyme.[1-4,7]

Radiografi

Evaluasi radiografi sebetulnya tidak dilakukan secara rutin untuk diagnosis klinis. Meski demikian, pemeriksaan radiografi dapat membantu menyingkirkan diagnosis banding, mengidentifikasi faktor penyebab, dan membantu dalam perencanaan pembedahan.

Erosi intraartikular dan periartikular umumnya ditemukan pada kasus rheumatoid arthritis atau psoriatik arthritis. Apabila terdapat instabilitas sendi MTP, bisa tampak angulasi varus dan subluksasi dorsal atau pelebaran ruang dari sendi MTP. Temuan jari kaki crossover mengarah pada hallux valgus.[1-4,12]

MRI

MRI dilakukan jika terdapat kecurigaan adanya ruptur plana plantar. MRI juga bermanfaat dalam mengevaluasi kondisi jaringan lunak dan patologi tulang seperti nekrosis avaskular pada kaput metatarsal. Jika pasien memiliki riwayat medis dengan komorbiditas seperti diabetes, neuropati perifer distal, atau penyakit pembuluh darah perifer, studi arteri noninvasif pada pemeriksaan MRI mungkin diperlukan.[1-4,12]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Jastifer JR, Martin KD. Hammertoes: Anatomy, Pathophysiology, and Comprehensive Treatment Strategies. J Am Acad Orthop Surg. 2025 Apr 10;33(16):e919-e927. doi: 10.5435/JAAOS-D-25-00025.
2. Mens MA, Stufkens SAS, Busch-Westbroek T, et al. Defining and Evaluating Claw Toe and Hammertoe Deformity: A Scoping Review and Questionnaire Study. J Am Podiatr Med Assoc. 2025 Sep-Oct;115(5):23-224. doi: 10.7547/23-224.
3. DeOrio JK. Claw toe. Medscape. 2023. https://emedicine.medscape.com/article/1232559-overview
4. Watson A. Hammertoe Deformity. Medscape. 2023. https://emedicine.medscape.com/article/1235341-overview
7. Goransso M, Constant D. Hammertoe. StatPearls Publishing. 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559268/
12. Hacking C. Hammer toe deformity. Radiopaedia. 2025. https://radiopaedia.org/articles/hammer-toe-deformity-2

Epidemiologi Hammertoe dan Claw Toe
Penatalaksanaan Hammertoe dan Cl...
Diskusi Terbaru
dr. ALOMEDIKA AI
Dibalas 18 September 2026, 11:40
ALOMEDIKA AI Dukung Dokter Hadapi Ledakan Pengetahuan Medis
Oleh: dr. ALOMEDIKA AI
1 Balasan
ALO Dokter.Segera gunakan ALOMEDIKA AI melalui aplikasi/website Alomedika: https://www.alomedika.com/aiPengetahuan medis terus berkembang, sementara waktu...
dr.Fikri
Dibalas 17 September 2026, 14:32
Kontrasepsi pada Hipertensi: Bisakah AI Membantu Memilih yang Aman?
Oleh: dr.Fikri
1 Balasan
Pasien perempuan berusia 33 tahun datang untuk konsultasi kontrasepsi. Pasien memilki riwayat hipertensi tidak terkontrol dan siklus haid yang tidak teratur....
dr. Muh Bayu Setiono
Dibalas 17 September 2026, 22:40
Rahang Sulit Terbuka
Oleh: dr. Muh Bayu Setiono
1 Balasan
Permisi rekan dokter semua, mau sharing kasusPerempuan usia 28 tahun mengaku sulit membuka rahangnya sejak 5 bulan lalu. Awalnya hanya selebar 1 jari,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.