Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penatalaksanaan Hammertoe dan Claw Toe monika-natalia 2026-09-18T08:20:39+07:00 2026-09-18T08:20:39+07:00
Hammertoe dan Claw Toe
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Penatalaksanaan Hammertoe dan Claw Toe

Oleh :
dr.Putra Rizki Sp.KO
Share To Social Media:

Penatalaksanaan hammertoe dan claw toe bergantung pada fleksibilitas dari deformitas yang dialami pasien, namun pendekatan nonbedah dapat dilakukan sebagai terapi inisial. Perawatan nonbedah dapat berupa taping untuk deformitas yang fleksibel dan penggunaan alas kaki akomodatif pada deformitas yang kurang fleksibel.

Pendekatan bedah diindikasikan pada kasus di mana nyeri tidak membaik dengan perawatan nonbedah. Pada kasus asimtomatik, perawatan nonbedah umumnya tidak dianjurkan kecuali untuk koreksi hallux valgus. Infeksi aktif dan suplai vaskular yang tidak memadai merupakan kontraindikasi perawatan bedah. Indikasi kosmetik juga tidak dibenarkan sebagai dasar melakukan pembedahan pada hammertoe dan claw toe.

Pada kebanyakan kasus, prosedur pembedahan jaringan lunak dilakukan untuk kasus deformitas fleksibel. Sementara itu, kasus deformitas kaku dapat memerlukan komponen intervensi tulang. Hal lain yang tidak kalah penting adalah mengendalikan faktor risiko untuk mencegah progresi atau rekurensi penyakit. Ini mencakup pengendalian diabetes mellitus dan pencegahan ulkus kaki pada populasi pasien yang mengalami deformitas terkait diabetes.[3,4]

Terapi Nonbedah

Terapi nonbedah disarankan sebagai terapi inisial pada kasus hammertoe dan claw toe. Terapi nonbedah dilakukan dengan tujuan menghilangkan tekanan di bagian dorsal sendi interfalangeal proksimal (PIP) yang mengalami kelainan, juga tekanan dari plantar ke bagian kepala metatarsal sampai ke ujung jari kaki yang terlibat.[1-4]

Deformitas Fleksibel

Pada deformitas fleksibel, terapi nonbedah dilakukan dengan mengikat jari kaki menggunakan pita atau selempang hammertoe yang tersedia secara komersial. Penggunaan alat ini perlu disertai dengan penggunaan sepatu yang akan mengakomodasi pita atau selempang yang dipasang pada jari yang terkena.

Pita atau selempang hammertoe ditempatkan pada bagian dorsal falang proksimal dengan sendi metatarsofalangeal (MTP) sedikit fleksi, dan pita atau selempang didiksasi pada area plantar. Pemasangan alat ini diharapkan akan mengurangi deformitas dengan mengerahkan kekuatan plantarfleksi pada sendi MTP dan menghasilkan ekstensi kompensasi sendi PIP.[1-4,8,13]

Deformitas Menetap

Pada deformitas yang kurang fleksibel atau menetap (fixed deformity), deformitas tidak dapat dikoreksi dengan pita dan selempang. Penggunaan alas kaki extra depth dapat bermanfaat untuk meminimalisir tekanan ke arah punggung di atas jari kaki yang terkena. Pasien dapat dianjurkan untuk mengenakan sepatu bertali demi kenyamanan.[1-4,8,13]

Terapi Nonbedah Lainnya

Nyeri pada hammertoe dan claw toe dapat dikurangi dengan menggunakan bantalan lengkung di sepatu yang diharapkan mampu melakukan redistribusi tekanan dan tahanan beban dari kepala metatarsal.

Di sisi lain, hingga kini masih belum ada program fisioterapi yang disarankan untuk hammertoe dan claw toe. Meski demikian, peregangan pasif dapat diupayakan pada pasien dengan deformitas fleksibel.[1,3,4,8,13]

Terapi Pembedahan

Terapi bedah merupakan terapi definitif untuk hammertoe dan claw toe, terutama jika sudah dipastikan terdapat kontraktur fleksi yang permanen dan nyeri yang konstan. Terapi bedah ditujukan untuk mengoreksi kelainan pada sendi DIP, PIP, dan MTP.

Menurut studi observasional, perbaikan bedah hammertoe memberikan perbaikan gejala yang signifikan untuk sebagian besar pasien di semua kelompok umur, dengan tingkat komplikasi sekitar 10%.[3,4,14,15]

Arthroplasti Reseksi PIP

Reseksi kaput falang proksimal akan memperpendek jarak dari origin ke insersi otot flexor digitorum longus (FDL) dan flexor digitorum brevis (FDB), sehingga akan menyebabkan kelemahan. Meski demikian, tidak terjadi kelemahan pada otot ekstensor karena penyisipannya ke sendi MTP melalui extensor hood apparatus. Oleh karena itu, prosedur ini paling efektif untuk kasus kelainan hammertoe yang diinduksi oleh fleksor yang semirigid atau kaku.[8,16]

Artrodesis PIP

Fusi sendi PIP merupakan prosedur yang efektif untuk sebagian besar deformitas jari kaki. Fusi sangat berguna dan direkomendasikan pada deformasi gaya yang signifikan, serta pada kondisi hampir semua jari terjadi kelainan.

Fusi mengubah jari kaki menjadi lengan tuas yang kaku, yang mengarah ke tendon FDL dan FDB serta mendukung kekuatan otot intrinsik untuk menjaga stabilitas plantarfleksi di sendi MTP.[3,4,8,17]

Transfer Tendon

Pemindahan tendon FDL dan FDB ke bagian dorsal falang proksimal akan mengubah tendon ini menjadi fleksor plantar sendi MTP selama proses menahan beban dengan cara yang sama seperti artrodesis sendi PIP. Prosedur ini diindikasikan untuk deformitas yang masih fleksibel.

Di lain pihak, untuk transfer tendon ekstensor, ekstensor digitorum longus (EDL) dapat ditransfer ke kolum metatarsal untuk menghilangkan gaya deformasi.[3,4,8]

Tenotomi

Prosedur lain yang diindikasikan untuk deformitas fleksibel adalah tenotomi. Tenotomi fleksor dilakukan di sendi PIP dengan pelepasan FDL dan FDB. Tenotomi diindikasikan untuk kasus hammertoe dan claw toe yang masih ringan.[18,19]

Osteotomi Weil

Osteotomi sering dilakukan pada kasus hammertoe dan claw toe. Osteotomi distal oblik akan memperpendek metatarsal. Prosedur ini sering digunakan untuk mengoreksi dislokasi dan deformitas bengkok pada jari kaki.[1,5]

Repair Plana Plantar

Prosedur repair pada plana plantar biasanya dilakukan bersamaan dengan osteotomi Weil. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan pendekatan melalui dorsal di mana plana plantar yang cedera atau ruptur diperbaiki dengan melakukan jahitan pada area tersebut.[7]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Jastifer JR, Martin KD. Hammertoes: Anatomy, Pathophysiology, and Comprehensive Treatment Strategies. J Am Acad Orthop Surg. 2025 Apr 10;33(16):e919-e927. doi: 10.5435/JAAOS-D-25-00025.
2. Mens MA, Stufkens SAS, Busch-Westbroek T, et al. Defining and Evaluating Claw Toe and Hammertoe Deformity: A Scoping Review and Questionnaire Study. J Am Podiatr Med Assoc. 2025 Sep-Oct;115(5):23-224. doi: 10.7547/23-224.
3. DeOrio JK. Claw toe. Medscape. 2023. https://emedicine.medscape.com/article/1232559-overview
4. Watson A. Hammertoe Deformity. Medscape. 2023. https://emedicine.medscape.com/article/1235341-overview
5. Malhotra K, Davda K, Singh D. The pathology and management of lesser toe deformities. EFORT open Rev. 2016;1(11):409–19.
7. Goransso M, Constant D. Hammertoe. StatPearls Publishing. 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559268/
8. Park CH, Chang MC. Forefoot disorders and conservative treatment. Yeungnam Univ J Med. 2019;36(2):92–8
13. Żłobiński T, Stolecka-Warzecha A, Hartman-Petrycka M, Błońska-Fajfrowska B. The Impact of Kinesiology Taping on a Greek Foot with a Hammertoe-A Case Report. Healthcare (Basel). 2021 Sep 7;9(9):1178. doi: 10.3390/healthcare9091178
14. Mueller CM, Boden SA, Boden AL, et al. Complication Rates and Short-Term Outcomes After Operative Hammertoe Correction in Older Patients. Foot Ankle Int 2018; 39:681.
15. Doty JF, Fogleman JA. Treatment of Rigid Hammer-Toe Deformity: Permanent Versus Removable Implant Selection. Foot Ankle Clin 2018; 23:91
16. Stolwijk NM, Keijsers NLW, Pasma JH, et al. Treatment of metatarsalgia based on claw toe deformity through soft tissue release of the metatarsophalangeal joint and resection of the proximal interphalangeal joint: Evaluation based on foot kinematics and plantar pressure distribution. Foot ankle Surg Off J Eur Soc Foot Ankle Surg. 2020;26(7):755–62
17. Dang DY, Coughlin MJ. Mallet Toes, Hammertoes, Neuromas, and Metatarsophalangeal Joint Instability: 40 Years of Development in Forefoot Surgery. Indian J Orthop. 2020;54(1):3–13.
18. Calvo-Wright MM, López-Moral M, García-Álvarez Y, García-Madrid M, Álvaro-Afonso FJ, Lázaro-Martínez JL. Effectiveness of Percutaneous Flexor Tenotomies for the Prevention and Management of Toe-Related Diabetic Foot Ulcers: A Systematic Review. J Clin Med. 2023;12(8):2835.
19. Hedegaard Andersen J, Rasmussen A, Frimodt-Møller M, Rossing P, Kirketerp-Møller K, Engberg S. The effect of needle tenotomy on hammer, mallet and claw toe deformities in patients with diabetes, a retrospective study. J Clin Transl Endocrinol. 2019 Oct 12;18:100208. doi: 10.1016/j.jcte.2019.100208.

Diagnosis Hammertoe dan Claw Toe
Prognosis Hammertoe dan Claw Toe
Diskusi Terbaru
dr. ALOMEDIKA AI
Dibalas 5 jam yang lalu
ALOMEDIKA AI Dukung Dokter Hadapi Ledakan Pengetahuan Medis
Oleh: dr. ALOMEDIKA AI
1 Balasan
ALO Dokter.Segera gunakan ALOMEDIKA AI melalui aplikasi/website Alomedika: https://www.alomedika.com/aiPengetahuan medis terus berkembang, sementara waktu...
dr.Fikri
Dibalas kemarin, 14:32
Kontrasepsi pada Hipertensi: Bisakah AI Membantu Memilih yang Aman?
Oleh: dr.Fikri
1 Balasan
Pasien perempuan berusia 33 tahun datang untuk konsultasi kontrasepsi. Pasien memilki riwayat hipertensi tidak terkontrol dan siklus haid yang tidak teratur....
dr. Muh Bayu Setiono
Dibalas 18 jam yang lalu
Rahang Sulit Terbuka
Oleh: dr. Muh Bayu Setiono
1 Balasan
Permisi rekan dokter semua, mau sharing kasusPerempuan usia 28 tahun mengaku sulit membuka rahangnya sejak 5 bulan lalu. Awalnya hanya selebar 1 jari,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.