Epidemiologi Plasenta Previa
Berdasarkan data epidemiologi, plasenta previa diperkirakan terjadi pada 0,5-1% kehamilan. Meski demikian, angka kejadiannya diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pertambahan usia maternal dan semakin seringnya tindakan sectio caesarea dilakukan.[17]
Global
Secara global, plasenta previa diperkirakan memengaruhi 0,5-1% kehamilan. Angka ini diduga akan terus meningkat seiring tren bertambahnya usia maternal dan semakin seringnya tindakan sectio caesaria (SC) dilakukan.[17]
Di Amerika Serikat, plasenta previa ditemukan pada 0,5% kehamilan. Insidensinya dilaporkan sebesar 2,8 per 1000 kelahiran hidup. Risiko plasenta previa dilaporkan meningkat 1,5 hingga 5 kali lipat pada ibu dengan riwayat SC.
Pertambahan usia maternal dilaporkan berkaitan signifikan dengan kejadian plasenta previa. Ibu dengan usia 35 tahun dilaporkan memiliki insidensi sebesar 2%, yang meningkat menjadi 5% pada ibu dengan usia di atas 40 tahun.[1]
Indonesia
Pada tahun 2018, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyatakan proporsi terjadinya plasenta previa di Indonesia adalah sebanyak 0,7%. DKI Jakarta merupakan provinsi yang memiliki proporsi plasenta previa paling tinggi, yaitu 1,9%.[18]
Mortalitas
Tingkat mortalitas plasenta previa dilaporkan sebesar 2-3%. Mortalitas ibu akibat plasenta previa bisa berhubungan dengan kejadian perdarahan antepartum dan perdarahan postpartum. Kedua perdarahan ini dapat mengancam nyawa. Selain karena perdarahan, kematian juga dapat disebabkan karena terjadinya disseminated intravascular coagulopathy.
Tingkat mortalitas neonatus dari ibu yang mengalami plasenta previa dilaporkan mencapai 1,2%. Pada bayi, plasenta previa akan meningkatkan risiko neonatus mengalami distress napas dan kebutuhan rawat intensif.[1]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha