Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Trigeminal Neuralgia general_alomedika 2023-01-26T09:35:39+07:00 2023-01-26T09:35:39+07:00
Trigeminal Neuralgia
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Epidemiologi Trigeminal Neuralgia

Oleh :
dr. Ghifara Huda SE AAAK
Share To Social Media:

Menurut data epidemiologi, insiden trigeminal neuralgia berkisar antara 4,3–27 kasus baru per 100.000 orang per tahun. Penyakit ini lebih sering menyerang orang berusia >50 tahun, terutama orang yang berjenis kelamin perempuan.[1]

Global

Trigeminal neuralgia  umumnya tidak menyerang anak-anak maupun remaja. Penyakit ini lebih sering mengenai orang berusia >50 tahun dengan predileksi pada jenis kelamin perempuan.[13]

Berdasarkan studi berbasis populasi, prevalensi seumur hidup dari trigeminal neuralgia adalah sekitar 0,16–0,3%. Rerata usia onset adalah 53 tahun untuk trigeminal neuralgia klasik dan 43 tahun untuk trigeminal neuralgia sekunder. Pada suatu studi di rumah sakit tersier, trigeminal neuralgia sekunder ditemukan pada 14–20% kasus trigeminal neuralgia.[1]

Studi juga menunjukkan bahwa 1% penderita multiple sclerosis mengalami trigeminal neuralgia. Sementara itu, sekitar 2% penderita trigeminal neuralgia mengalami multiple sclerosis. Trigeminal neuralgia juga berisiko terjadi pada penderita hipertensi.[14]

Indonesia

Saat ini belum ada data epidemiologi adekuat tentang trigeminal neuralgia di Indonesia. Studi epidemiologi nasional masih diperlukan.

Mortalitas

Trigeminal neuralgia umumnya tidak menyebabkan mortalitas. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan morbiditas signifikan karena nyeri wajah kronis dan rekuren. Bila tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi sindrom nyeri kronis, yang dihubungkan dengan limitasi aktivitas sehari-hari, depresi, dan bahkan bunuh diri.[14]

 

 

Direvisi oleh: dr. Irene Cindy Sunur

Referensi

1. Maarbjerg S, Di Stefano G, Bendtsen L, Cruccu G. Trigeminal neuralgia - diagnosis and treatment. Cephalalgia. 2017;37:648-57.
13. Bender MT, Pradilla G, James C, et al. Surgical treatment of pediatric trigeminal neuralgia: Case series and review of the literature. Childs Nerv Syst. 2011;27:2123
14. Singh MK. Trigeminal neuralgia. Medscape. 2019. https://emedicine.medscape.com/article/1145144-overview#a7

Etiologi Trigeminal Neuralgia
Diagnosis Trigeminal Neuralgia

Artikel Terkait

  • Efikasi Carbamazepine dalam Tata Laksana Nyeri Neuropatik
    Efikasi Carbamazepine dalam Tata Laksana Nyeri Neuropatik
  • Red Flags Nyeri Wajah
    Red Flags Nyeri Wajah
Diskusi Terbaru
dr. ALOMEDIKA
Dibalas 20 jam yang lalu
Trending! TOP 5 Artikel Gigi di Bulan April 2026! 🦷
Oleh: dr. ALOMEDIKA
1 Balasan
ALO Dokter🩺Jangan sampai ketinggalan! Saatnya update insight klinis dengan artikel gigi paling banyak dibaca di Alomedika. Semua terangkum untuk membantu...
Anonymous
Dibalas 17 jam yang lalu
Apakah kandungan titanium dioxide berbahaya untuk ibu hamil?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alodokter!Mohon izin sharing dan diskusinya dokter.Apakah kandungan titanium dioxide berbahaya untuk ibu hamil?Dikarenakan terdapat video medsos yang...
Anonymous
Dibalas 20 jam yang lalu
Seorang laki-laki remaja/dewasa muda datang dengan keluhan lesi pada wajah
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Hari ke-4 sebelum pemeriksaan:* Awalnya muncul lenting berisi cairan (vesikel) di area wajah (terutama hidung dan pipi).* Tidak disertai demam, malaise, atau...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.