Diagnosis

Diagnosis ruam popok (diaper rash) umumnya dapat ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik saja. Pemeriksaan penunjang jarang diperlukan.

Anamnesis

Anamnesis yang baik dapat membantu klinisi menyingkirkan diagnosis banding dan mengarahkan ke diagnosis kerja. Beberapa hal yang dapat ditanyakan saat anamnesis adalah:

  • Onset, durasi, progresifitas dari ruam yang muncul
  • Lokasi ruam di tempat lain selain di area popok
  • Keluhan tambahan seperti anak yang lebih sering menangis atau menggaruk area dengan ruam
  • Paparan dari anak lain yang mempunyai ruam yang serupa
  • Penyakit yang mendahului seperti diare atau penggunaan antibiotik
  • Cara penggunaan popok dimulai dari jenis popok yang biasa digunakan, frekuensi penggantian popok sehari-harinya, penggunaan krim atau salep pada popok dan cara membersihkan area yang menggunakan popok.
  • Tanda-tanda infeksi sekunder seperti demam, atau keluarnya pus dari ruam
  • Riwayat alergi atau atopi di keluarga untuk kemungkinan atopi dermatitis sebagai etiologi dari terjadinya diaper rash
  • Riwayat penyakit di keluarga terutama jika di keluarga ada yang mengalami keluhan serupa.
  • Faktor risiko terjadinya imunodefisiensi atau paparan HIV [1]

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik merupakan bagian penting dalam diagnosis ruam popok. Pada inspeksi, dapat dilihat distribusi, morfologi dan konfigurasi, jumlah, ukuran serta lokasi ruam. Pada palpasi diraba permukaan dan kedalaman lesi. Jika terdapat skuama, perlu diperhatikan apakah skuama apakah mudah lepas dan apakah terdapat krusta. [12]

Hasil pemeriksaan yang didapatkan biasanya berbeda tergantung etiologi dari ruam popok. Pada ruam popok yang disebabkan oleh jamur, biasanya didapatkan adanya rasa gatal yang hebat, pada pemeriksaan fisik terlihat skuama, dan central healing atau lesi satelit. Apabila ruam popok berkaitan dengan dermatitis seboroik, maka ujud kelainan kulit juga akan didapatkan di kepala pasien. [13]

[caption id="attachment_601243" align="alignnone" width="512"]Gambar 1. Ruam popok akibat Candida (Sumber : Openi, 2015) Gambar 1. Ruam popok akibat Candida (Sumber : Openi, 2015)[/caption]

Diagnosis Banding

Diagnosis banding ruam popok dapat dibuat berdasarkan penyebab yang mendasarinya, misalnya dermatitis kontak iritan. Diagnosis banding juga dapat dibuat berdasarkan gambaran penyakit lain yang mungkin mirip dengan ruam popok, seperti pada penyakit tangan kaki mulut atipikal atau psoriasis infantil

Dermatitis Kontak Iritan

Pada dermatitis kontak iritan, penyebab utama adalah adanya agen iritatif. Karakteristik ujud kelainan kulit yang bisa ditemukan adalah eritema, papul, dan skuama pada area konveks seperti permukaan bokong, bagian dalam paha, mons pubis, dan labia. Sekarang ini, ruam popok yang disebabkan dermatitis kontak iritan mulai jarang terjadi karena popok yang ada di pasaran sudah dibuat superabsorben sehingga mengurangi over hidrasi kulit. [13]

Penyakit Tangan Kaki Mulut Atipikal

Penyakit tangan kaki mulut (hand foot mouth disease atau HFMD) dapat bermanifestasi atipikal dan bila terjadi pada area popok akan mirip dengan ruam popok. Sebuah laporan kasus pada tahun 2017 melaporkan adanya eritema dengan erosi bulat dan berkustra tipis pada area popok seorang anak berusia 14 bulan. Lesi sangat mirip dengan ruam popok, tetapi saat dilakukan pemeriksaan serologi diketahui bahwa patogen penyebab adalah coxsackievirus 6. [14]

Psoriasis Infantil

Pada psoriasis infantil yang mempengaruhi area popok, lesi dapat tampak mirip dengan ruam popok Pada psoriasis infantil, gambaran yang akan didapatkan berupa plak eritroskuamosa yang ditemukan pada area popok, belakang leher, dan lipatan inguinal. [13]

Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis ruam popok biasanya bisa ditegakkan melalui pemeriksaan fisik dan melihat klinis pasien. Namun beberapa pemeriksaan penunjang, seperti kerokan kulit, bisa dilakukan.

Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan darah lengkap tidak spesifik mendiagnosis ruam popok, tetapi dapat dilakukan jika terdapat demam dan dicurigai ada infeksi sekunder atau infeksi sistemik yang mendasari.

Kerokan Kulit

Pewarnaan gram atau kultur dari sediaan kerokan kulit atau bulla dapat dilakukan untuk memastikan etiologi dan membantu dalam pemilihan antibiotik

Kerokan KOH  juga bisa dilakukan apabila dicurigai adanya infeksi jamur. Kerokan kulit diambil dari lesi kulit seperti papul atau pustul, kemudian ditetesi KOH dan dilihat di bawah mikroskop. Gambaran pseudohifa akan muncul pada infeksi Candida.

Biopsi

Biopsi kulit hanya dilakukan jika dicurigai adanya lesi dengan etiologi keganasan. [1]