Epidemiologi Mesenteric Adenitis
Data epidemiologi menunjukkan bahwa mesenteric adenitis lebih sering terjadi pada populasi anak dan dewasa. Insidensi penyakit ini masih sulit ditentukan karena banyak kasus bersifat self-limiting dan tidak selalu terdiagnosis secara spesifik.[1,8,9,12]
Global
Prevalensi mesenteric adenitis global tidak diketahui secara pasti. Ini karena banyak kasus bersifat swasirna, sehingga kemungkinan tidak terdiagnosis secara spesifik. Berdasarkan data yang ada, mesenteric adenitis sering ditemukan pada kasus nyeri abdomen akut pediatrik dan merupakan salah satu temuan tersering pada mesenteric lymphadenopathy di pemeriksaan radiologi.[1,8-12]
Dalam sebuah serial kasus, dari 70 anak yang mengalami akut abdomen dan diduga apendisitis akut, ada 16% yang pada akhirnya didiagnosis dengan mesenteric adenitis.[1]
Mahboobi et al melakukan penelitian potong lintang yang menilai mesenteric lymphadenopathy pada pasien dengan Familial Mediterranean Fever (FMF) pada 106 pasien yang menjalani evaluasi klinis dan pencitraan di Kowsar Clinic, Ardabil, Iran. Hasilnya menunjukkan bahwa mesenteric lymphadenopathy ditemukan pada sekitar 54,7% pasien, dengan tidak ada perbedaan bermakna berdasarkan usia maupun jenis kelamin.[13]
Indonesia
Angka kejadian mesenteric adenitis di Indonesia juga belum diketahui pasti. Meski begitu, mesenteric adenitis atau lymphadenitis menjadi salah satu temuan pada kasus nyeri abdomen akut anak yang dievaluasi dengan ultrasonografi, meskipun dengan proporsi yang relatif lebih kecil dibanding diagnosis akut abdomen lainnya.[14-15]
Sebuah penelitian retrospektif mengevaluasi kegunaan point-of-care ultrasound (POCUS) dalam diagnosis dan tata laksana kegawatdaruratan abdomen pada anak. Penelitian dilakukan pada 543 pasien anak (≤18 tahun) dengan nyeri abdomen akut yang datang ke rumah sakit tersier di Jakarta, Indonesia, selama periode 2018–2023. Salah satu hasil menunjukan jumlah kasus mesenteric lymphadenitis sebanyak 22 anak (4,10%).[14]
Sebuah penelitian prospektif potong lintang dilakukan pada 268 anak usia 5–15 tahun yang mengalami nyeri abdomen akut dan dirujuk untuk pemeriksaan ultrasonografi. Kasus mesenteric adenitis ditemukan pada sebanyak 12,68%.[15]
Mortalitas
Morbiditas pada mesenteric adenitis umumnya disebabkan oleh nyeri abdomen yang dapat menyerupai kondisi akut seperti apendisitis dan berisiko menyebabkan kesalahan diagnosis atau tindakan bedah yang tidak perlu.
Meskipun jarang menyebabkan mortalitas secara langsung, komplikasi seperti dehidrasi dan sepsis pernah dilaporkan. Selain itu, karena gejalanya yang menyerupai penyebab akut abdomen lain, keterlambatan diagnosis penyakit lain yang lebih serius bisa terjadi dan dapat meningkatkan risiko kematian.[1,4,7,9,12,16]