Pemeriksaan Appendicogram untuk Diagnosis Appendisitis

Oleh dr. Hunied Kautsar

Apendikografi atau appendicogram merupakan salah satu jenis pemeriksaan radiografi yang digunakan sebagai pemeriksaan penunjang dalam menegakkan diagnosis apendisitis. Pemeriksaan ini menggunakan BaSO4 (barium sulfat) yang diencerkan dengan air menjadi suspensi barium dan dimasukkan secara oral. Selain secara oral, barium juga dapat dimasukkan melalui anus (barium enema).

Depositphotos_41030947_m-2015_compressed

Pemeriksaan appendicogram dilakukan pada kasus yang mengarah pada apendisitis akut dan kronis. Walau demikian, pemeriksaan ini tidak boleh dilakukan pada ibu hamil, pasien yang dicurigai mengalami perforasi apendiks, dan pasien yang alergi terhadap barium sulfat.

Jika dibandingkan dengan CT Scan, pemeriksaan penunjang appendicogram relatif lebih murah. Appendicogram dengan barium enema juga memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi yakni 91,5% berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 101 pasien dengan gejala yang mengarah kepada apendisitis akut namun belum dapat didiagnosis secara akurat. Tidak ditemukan komplikasi dari penggunaan barium enema dalam penelitian ini. [1] Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan appendicogram dengan meminum suspensi barium pada anak-anak dengan gejala apendisitis memiliki tingkat akurasi sebesar 95%. [2] Penelitian terhadap 489 kasus yang diduga apendisitis akut menunjukkan bahwa pemeriksaan appendicogram dapat mengurangi operasi eksplorasi yang tidak dibutuhkan, terutama bagi wanita berusia 11-40 tahun. [3]

Appendicogram juga lebih unggul dari ultrasonografi sebagai pemeriksaan penunjang dalam menegakkan diagnosis apendisitis karena usus selalu mengandung gas. Gas merefleksikan gelombang suara sehingga tidak ada gambar yang terbentuk jika digunakan ultrasonografi. Pada pasien obesitas, pemeriksaan dengan ultrasonografi juga lebih sulit dilakukan sehingga hasil dari pemeriksaan appendicogram lebih dapat diandalkan.

Di Indonesia pemeriksaan appendicogram dengan meminum suspensi barium sulfat merupakan pemeriksaan penunjang yang dapat diandalkan. Penelitian yang diadakan di RSUD Dr. Pirngadi Medan terhadap 52 pasien yang menjalani appendicogram menyatakan bahwa pemeriksaan appendicogram memiliki nilai sensitivitas sebesar 97,8%, nilai prediksi positif 93,7% dan nilai prediksi negatif 75%. [4]

Prosedur Appendicogram

Terdapat 3 tahap prosedur appendicogram, persiapan bahan, persiapan pasien, dan pengambilan gambar radiografi.

1. Persiapan Bahan

Suspensi Barium Sulfat dibuat dengan mencampur ±250 gram bubuk Barium Sulfat dengan 120-200 ml air.

2. Persiapan Pasien

Sehari sebelum pemeriksaan pasien diberikan bubuk BaSO4 untuk dicampur dengan 120-200 ml air dan diminum pada pukul 24.00 WIB. Setelah meminum suspensi tersebut pasien tidak boleh makan dan minum (puasa) hingga waktu pemeriksaan.

Pada hari pemeriksaan, pasien masuk ke dalam ruangan masih dalam keadaan puasa dan diminta untuk mengganti baju khusus untuk pengambilan gambar radiografi. Jika digunakan barium enema, tabung enema yang sudah dilubrikasi dimasukkan ke dalam rektum pasien. Kantong barium akan dihubungkan ke tabung untuk memasukkan suspensi barium ke dalam usus besar. Jika digunakan barium enema double contrast, maka udara akan dialirkan melalui tabung yang sama ke dalam rektum. [5]

3. Pengambilan Gambar Radiografi

Pastikan pasien tidak bergerak selama pengambilan gambar untuk memastikan akurasi hasil.

Hasil Pemeriksaan Appendicogram           

Hasil dari pemeriksaan ini dapat menggambarkan anatomi fisiologis dari apendiks dan kelainan pada apendiks berupa sumbatan pada pangkal apendiks. Hasil pemeriksaan apendikografi dibagi menjadi tiga, yakni:

  • filling atau positif: keseluruhan lumen apendiks terisi penuh oleh barium sulfat. Gambaran ini menandakan bahwa tidak ada obstruksi pada pangkal apendiks sehingga suspensi barium sulfat yang diminum oleh pasien dapat mengisi lumen apendiks hingga penuh.

  • partial filling: suspensi barium sulfat hanya mengisi sebagian lumen apendiks dan tidak merata.

  • non filling atau negatif: barium sulfat tidak dapat mengisi lumen apendiks. Ada beberapa kemungkinan penyebab dari gambaran negatif appendicogram yakni adanya obstruksi pada pangkal apendiks (dapat berupa inflamasi) yang mengindikasikan apendisitis atau suspensi barium sulfat belum mencapai apendiks karena perhitungan waktu yang tidak tepat (hasil negatif palsu pada appendicogram).

Referensi