Epidemiologi Herpes Zoster
Data epidemiologi menunjukkan bahwa risiko herpes zoster meningkat pada pasien berusia lebih tua, jenis kelamin wanita, dan pasien dengan imunodefisiensi.[5,10]
Global
Di Amerika Serikat, hampir seluruh populasi dewasa pernah terpapar virus varicella zoster (VZV), dengan sekitar 95% orang dewasa dan 99,5% individu berusia ≥40 tahun memiliki antibodi terhadap VZV sehingga berisiko mengalami reaktivasi menjadi herpes zoster.
Insidensi herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia akibat penurunan imunitas, dan sekitar 10–20% individu yang pernah mengalami infeksi primer VZV akan mengalami herpes zoster sepanjang hidupnya, dengan risiko kumulatif dapat mencapai 50% pada kelompok lanjut usia dan imunokompromais.
Diperkirakan terdapat sekitar 1 juta kasus herpes zoster setiap tahun di Amerika Serikat, dan sekitar 4% pasien mengalami kekambuhan, terutama pada individu dengan gangguan imun, seperti penderita HIV (sekitar 25%) serta penerima transplantasi ginjal atau jantung (7–9%).
Herpes zoster oftalmikus (HZO) mencakup 10–15% dari seluruh kasus herpes zoster, dan sekitar setengah dari kasus HZO mengalami komplikasi okular. Sebelum program vaksinasi varicella diperkenalkan, terjadi sekitar 4 juta kasus infeksi primer VZV setiap tahun di Amerika Serikat. Setelah vaksinasi luas diterapkan, insidensi infeksi primer menurun hingga 90%, meskipun dampaknya terhadap tren jangka panjang kejadian herpes zoster masih dievaluasi.[5]
Indonesia
Saat ini belum ada data pasti mengenai epidemiologi nasional herpes zoster di Indonesia. Dalam sebuah studi yang mengevaluasi data dari tahun 2011 hingga 2013 di sebuah rumah sakit pendidikan di Indonesia, dilaporkan terdapat 2232 pasien herpes zoster, di mana usia terbanyak penderita antara 45–64 tahun (37,95%). Total kasus neuralgia postherpetik (PHN) adalah 593 kasus (26,5%) dengan usia terbanyak adalah 45–64 tahun (42%).[8]
Mortalitas
Herpes zoster jarang menimbulkan kematian pada pasien imunokompeten. Meski demikian, terdapat insidensi kematian dalam rentang 0 hingga 0,47 per 100.000 orang per tahunnya. Kelompok pasien yang memiliki proporsi lebih tinggi mengalami kematian akibat infeksi herpes zoster adalah pasien dengan usia di atas 60 tahun.[5,13]
Penulisan pertama oleh: dr. Yelvi Levani
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha