Indikasi dan Dosis Tetrahydrozoline
Indikasi tetrahydrozoline adalah untuk mengatasi mata merah akibat iritasi ringan. Sediaan yang ada di Indonesia adalah sediaan tetes mata dengan konsentrasi 0,05%, digunakan dalam dosis 1-2 tetes hingga 4 kali sehari.[3,5,13]
Hiperemia Konjungtiva
Meskipun di negara lain tetrahydrozoline tersedia dalam bentuk tetes nasal dan okular, di Indonesia obat ini hanya tersedia dalam bentuk tetes mata. Indikasi utama dari tetrahydrozoline tetes mata adalah untuk meredakan kemerahan mata akibat iritasi ringan seperti paparan debu, asap, angin, atau alergi.[2,3,5]
Dosis Dewasa
Dosis yang dianjurkan adalah 1–2 tetes larutan oftalmik 0,05% pada mata yang terkena, diberikan hingga 4 kali sehari.[2,3,5]
Dosis Anak
Penggunaan pada anak usia <6 tahun tidak direkomendasikan. Pada anak usia 6 tahun ke atas, dosis sama dengan orang dewasa.[5]
Kongesti Nasal
Tetrahydrozoline tetes atau semprot hidung digunakan sebagai dekongestan nasal untuk meredakan hidung tersumbat akibat rhinitis alergi maupun non-alergi. Meski demikian, sediaan nasal tidak ada di Indonesia.[4,5,9]
Dosis Dewasa
Dosis yang digunakan adalah 2–4 tetes larutan 0,1% pada setiap lubang hidung, dapat diberikan setiap 3–4 jam sesuai kebutuhan.[4,5]
Dosis Anak
Penggunaan pada anak di bawah 6 tahun tidak dianjurkan. Pada anak usia 6 tahun ke atas, dosis sama dengan orang dewasa.[5,9]
Durasi Penggunaan
Penggunaan tetrahydrozoline, baik okular maupun nasal, tidak dianjurkan lebih dari 3–5 hari berturut-turut karena berisiko menyebabkan rebound hiperemia pada mata, atau rhinitis medikamentosa pada penggunaan nasal.[6–8]
Kondisi Khusus
Meski absorpsi sistemik tetrahydrozoline dianggap minimal, penggunaan tetap perlu hati-hati pada pasien dengan hipertensi, penyakit jantung, hipertiroidisme, dan diabetes melitus, karena kemungkinan efek sistemik dari aktivitas simpatomimetik meskipun diberikan secara topikal.[5,13]