Pendahuluan Tetrahydrozoline
Tetrahydrozoline adalah obat tetes mata yang digunakan untuk meredakan mata merah akibat iritasi ringan, seperti karena kelilipan dan terkena debu. Tetrahydrozoline merupakan agonis selektif reseptor α1-adrenergik (simpatomimetik). Di Indonesia, obat ini digunakan sebagai dekongestan okular untuk mengurangi hiperemia konjungtiva, tetapi obat ini juga tersedia dalam bentuk nasal spray di negara lain.[1-3]
Tetrahydrozoline, yang juga dikenal sebagai tetrahydrozoline hydrochloride atau tetryzoline, bekerja secara lokal melalui stimulasi reseptor α1-adrenergik pada pembuluh darah. Mekanisme itu menghasilkan vasokonstriksi yang menurunkan aliran darah jaringan dan berkontribusi pada reduksi hiperemia serta edema.[1–4]
Secara klinis, tetrahydrozoline digunakan sebagai terapi lini pertama untuk keluhan ringan berupa mata merah noninfeksius dan sebagai dekongestan nasal simptomatik. Efek terapinya ditandai oleh perbaikan cepat pada kemerahan dan rasa tidak nyaman melalui penurunan dilatasi vaskular dan edema jaringan.[1,2,4]
Meski demikian, efek tersebut bersifat simptomatik dan tidak memodifikasi proses etiologi yang mendasari, sehingga kondisi seperti alergi, infeksi, atau iritasi kronis tetap memerlukan terapi kausal sesuai indikasi. Pada keluhan ringan dan bersifat self-limited, obat ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi awal untuk kontrol gejala.[1–4]
Penggunaan simpatomimetik golongan imidazoline dalam bentuk tetes nasal lebih terbatas dibandingkan sediaan okular. Hal ini disebabkan karena risiko rhinitis medikamentosa, yaitu rebound congestion akibat penggunaan dekongestan intranasal berulang, yang dapat terjadi dalam beberapa hari hingga minggu sehingga penggunaannya harus dibatasi jangka pendek.[6,7]
Selain itu, penggunaan imidazoline intranasal juga dikaitkan dengan siklus overuse yang memperburuk gejala. Sebaliknya, sediaan oftalmik tidak memiliki keterbatasan seketat ini, sehingga lebih sering digunakan dalam praktik, termasuk di Indonesia.[6–8]
Tabel 1. Deskripsi Singkat Tetrahydrozoline
| Perihal | Deskripsi |
| Kelas | Simpatomimetik, agen vasokonstriktor.[1,5] |
| Subkelas | Agonis α-adrenergik.[1,4] |
| Akses | Obat bebas (over-the-counter/OTC) untuk sediaan oftalmik.[2,3] |
| Wanita Hamil | Kategori FDA: C.[2,5] Kategori TGA: tidak tersedia (not formally assigned).[10,11] |
| Wanita Menyusui | Data terbatas, tetapi diduga ada potensi absorpsi sistemik sehingga perlu digunakan dengan kehati-hatian.[5,4] |
| Anak-anak | Dapat digunakan dengan hati-hati pada anak-anak usia > 6 tahun.[3,7,9] |
| Infant | Tidak direkomendasikan karena ada risiko toksisitas sistemik.[5,7,9] |
| FDA | Approved.[2,5] |