Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Kontraindikasi dan Peringatan Nimodipine annisa-meidina 2026-02-12T11:53:49+07:00 2026-02-12T11:53:49+07:00
Nimodipine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Kontraindikasi dan Peringatan Nimodipine

Oleh :
dr. Karina Sutanto
Share To Social Media:

Nimodipine kontraindikasi untuk pemberian intravena atau rute parenteral lain, karena dapat menyebabkan hipotensi berat, kolaps kardiovaskular, henti jantung, dan kematian. Peringatan utama mencakup risiko penurunan tekanan darah, terutama pada pasien dengan instabilitas hemodinamik atau gangguan fungsi hati, sehingga diperlukan pemantauan tekanan darah dan denyut jantung selama terapi.[1,2,8]

Kontraindikasi

Kontraindikasi penggunaan nimodipine adalah penggunaan secara intravena dan parenteral. Hal ini disebabkan karena penggunaan pada rute tersebut telah dilaporkan menyebabkan efek samping berat seperti hipotensi berat, kolaps kardiovaskular, henti jantung, dan kematian.

Kontraindikasi relatif penggunaan nimodipine antara lain gagal hati, hipotensi, serta pemberian bersama inhibitor CYP3A4 poten, seperti carbamazepine dan rifampicin.[1,2,8]

Peringatan

Peringatan terpenting dalam penggunaan nimodipine adalah larangan pemberian melalui rute intravena atau parenteral lainnya, karena telah dilaporkan menyebabkan kejadian kardiovaskular berat dan mengancam nyawa, termasuk hipotensi berat, bradikardia, kolaps kardiovaskular, henti jantung, hingga kematian.

Secara umum, nimodipine dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sistemik, meskipun pada dosis oral standar biasanya tidak berat, sehingga pemantauan tekanan darah dianjurkan selama terapi. Pasien dengan tekanan darah tidak stabil memerlukan pemantauan lebih sering terhadap tekanan darah dan denyut jantung.

Selain efek kardiovaskular, efek samping gastrointestinal yang jarang namun bermakna secara klinis juga perlu diperhatikan, yaitu ileus atau pseudo-obstruksi intestinal, yang umumnya responsif terhadap tata laksana konservatif.[8]

Referensi

1. Das JM, Zito PM. Nimodipine. 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534870/#article-25891.s5
2. MIMS. Nimodipine. 2025. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/nimodipine?mtype=generic
8. ASHP. Nimodipine. 2025. https://www.drugs.com/monograph/nimodipine.html

Penggunaan pada Kehamilan dan Ib...
Pengawasan Klinis Nimodipine

Artikel Terkait

  • Ottawa Clinical Decision Rules untuk Diagnosis Perdarahan Subarachnoid pada Pasien IGD dengan Keluhan Nyeri Kepala
    Ottawa Clinical Decision Rules untuk Diagnosis Perdarahan Subarachnoid pada Pasien IGD dengan Keluhan Nyeri Kepala
  • Pungsi Lumbal untuk Diagnosis Perdarahan Subarachnoid: Masihkah Diperlukan?
    Pungsi Lumbal untuk Diagnosis Perdarahan Subarachnoid: Masihkah Diperlukan?
  • Aneurisma Intrakranial Tidak Ruptur: Konservatif atau Operatif
    Aneurisma Intrakranial Tidak Ruptur: Konservatif atau Operatif
  • Peran Pungsi Lumbal dalam Diagnosis Perdarahan Subaraknoid
    Peran Pungsi Lumbal dalam Diagnosis Perdarahan Subaraknoid
  • Pendekatan Klinis dan Diagnosis Thunderclap Headache
    Pendekatan Klinis dan Diagnosis Thunderclap Headache

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 7 jam yang lalu
Tata laksana kejang refrakter pada anak 4 bulan dengan BB 5 kg
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Pasien anak 5kg 4 bulan dengan kejang >30 menit riwayat diare karena minum sufor. diberikan phenobarbital di igd, hasil wbc 46 hb 8 plt 400 mulai syok dan...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas kemarin, 09:29
Kombinasi Asam Azelaic & Asam Salisilat pada Terapi Akne: Apa Kata Dokter Indonesia
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
ALO Dokter.Yuk, kita baca artikel menarik tentang alternatif kombinasi bahan aktif dalam tata laksana akne:...
Anonymous
Dibalas 27 September 2026, 07:38
Apakah sudah indikasi rawat inap anak demam 5 hari dan tidak mau makan
Oleh: Anonymous
4 Balasan
Anak laki laki 8 thn, bb 34 kg. demam hr ke 5 ka, sempat naik turun, terakhir demam pagi ini, batuk (+), nyeri tenggorokan (+), tdk mau makan karena lidah...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.