Kontraindikasi dan Peringatan Nimodipine
Nimodipine kontraindikasi untuk pemberian intravena atau rute parenteral lain, karena dapat menyebabkan hipotensi berat, kolaps kardiovaskular, henti jantung, dan kematian. Peringatan utama mencakup risiko penurunan tekanan darah, terutama pada pasien dengan instabilitas hemodinamik atau gangguan fungsi hati, sehingga diperlukan pemantauan tekanan darah dan denyut jantung selama terapi.[1,2,8]
Kontraindikasi
Kontraindikasi penggunaan nimodipine adalah penggunaan secara intravena dan parenteral. Hal ini disebabkan karena penggunaan pada rute tersebut telah dilaporkan menyebabkan efek samping berat seperti hipotensi berat, kolaps kardiovaskular, henti jantung, dan kematian.
Kontraindikasi relatif penggunaan nimodipine antara lain gagal hati, hipotensi, serta pemberian bersama inhibitor CYP3A4 poten, seperti carbamazepine dan rifampicin.[1,2,8]
Peringatan
Peringatan terpenting dalam penggunaan nimodipine adalah larangan pemberian melalui rute intravena atau parenteral lainnya, karena telah dilaporkan menyebabkan kejadian kardiovaskular berat dan mengancam nyawa, termasuk hipotensi berat, bradikardia, kolaps kardiovaskular, henti jantung, hingga kematian.
Secara umum, nimodipine dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sistemik, meskipun pada dosis oral standar biasanya tidak berat, sehingga pemantauan tekanan darah dianjurkan selama terapi. Pasien dengan tekanan darah tidak stabil memerlukan pemantauan lebih sering terhadap tekanan darah dan denyut jantung.
Selain efek kardiovaskular, efek samping gastrointestinal yang jarang namun bermakna secara klinis juga perlu diperhatikan, yaitu ileus atau pseudo-obstruksi intestinal, yang umumnya responsif terhadap tata laksana konservatif.[8]