Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Farmakologi Nimodipine annisa-meidina 2026-02-12T11:48:49+07:00 2026-02-12T11:48:49+07:00
Nimodipine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Farmakologi Nimodipine

Oleh :
dr. Karina Sutanto
Share To Social Media:

Secara farmakologi, nimodipine merupakan penghambat kanal kalsium tipe L golongan dihidropiridin yang bekerja dengan menghambat masuknya ion kalsium ke dalam sel otot polos vaskular, terutama pada pembuluh darah serebral. Efek ini menyebabkan vasodilatasi selektif serebral, sehingga mengurangi vasospasme dan risiko iskemia otak setelah perdarahan subarachnoid. [1-5]

Farmakodinamik

Nimodipine merupakan penghambat kanal kalsium dihidropiridin selektif. Obat ini memiliki efek khusus pada pembuluh darah di otak terkait lipofilisitas yang tinggi. Nimodipine diketahui bekerja dengan melebarkan pembuluh resistensi otak kecil yang mengakibatkan peningkatan sirkulasi kolateral.[2-4]

Selain itu, nimodipine juga bekerja dengan mencegah masuknya ion kalsium ekstraseluler ke kanal lambat atau area sensitif tegangan dari otot polos pembuluh darah dan miokardium selama depolarisasi, sehingga menyebabkan penghambatan kontraksi otot polos pembuluh darah.[2-5]

Farmakokinetik

Secara farmakokinetik, nimodipine diabsorpsi dengan cepat per oral. Karena sifatnya yang lipofilik, nimodipine terdistribusi ke jaringan otak dan serebrospinal.

Absorbsi

Nimodipine diabsorbsi dengan sangat cepat setelah diminum secara oral, dengan kadar puncak dalam plasma darah umumnya tercapai dalam waktu 1 jam. Meskipun penyerapannya baik, namun nimodipine memiliki bioavailabilitas oral yang rendah, yakni hanya sekitar 5-15%. Rendahnya bioavailabilitas disebabkan nimodipine mengalami metabolisme lintas pertama secara ekstensif di hati sebelum mencapai sirkulasi sistemik.[2-5]

Konsumsi obat nimodipine bersama dengan makanan berlemak dapat menurunkan kadar puncak plasma secara signifikan, sehingga disarankan untuk dikonsumsi 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan.[2-4]

Distribusi

Nimodipine terdistribusi ke dalam jaringan otak dan cairan serebrospinal karena sifatnya yang sangat lipofilik (larut lemak). Nimodipine memiliki ikatan protein yang tinggi, yang mana sekitar >95% terikat pada protein plasma (terutama albumin).[2-5]

Metabolisme

Nimodipine dimetabolisme hampir seluruhnya di hati melalui enzim sitokrom P450, khususnya isoform CYP3A4. Metabolisme nimodipine melalui proses dehidrogenasi dan dealkilasi menghasilkan lebih dari beberapa metabolit. Sebagian besar metabolit bersifat tidak aktif.

Sifat nimodipine yang sangat bergantung pada CYP3A4, menyebabkan nimodipine sangat sensitif terhadap obat lain yang menghambat enzim tersebut, seperti ketoconazole, atau yang menginduksinya, seperti rifampicin atau phenytoin.[2-5]

Eliminasi

Nimodipine dieliminasi hampir seluruhnya dalam bentuk metabolit dan kurang dari 1% ditemukan dalam urin sebagai obat yang tidak berubah. Sementara itu, sisanya diekskresikan melalui empedu ke dalam feses. Waktu paruh eliminasi dari nimodipine, tergolong sangat cepat, yaitu sekitar 1-2 jam.[2-5]

Referensi

1. Das JM, Zito PM. Nimodipine. 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534870/#article-25891.s5
2. MIMS. Nimodipine. 2025. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/nimodipine?mtype=generic
3. FDA. Nymalize. 2013. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2013/203340lbl.pdf
4. FDA. Nimodipine Capsule. 2022. https://www.accessdata.fda.gov/spl/data/13322e4a-2f2d-480d-9cd4-8ba73fd26644/13322e4a-2f2d-480d-9cd4-8ba73fd26644.xml
5. PubChem. Nimodipine. 2026. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Nimodipine

Pendahuluan Nimodipine
Formulasi Nimodipine

Artikel Terkait

  • Ottawa Clinical Decision Rules untuk Diagnosis Perdarahan Subarachnoid pada Pasien IGD dengan Keluhan Nyeri Kepala
    Ottawa Clinical Decision Rules untuk Diagnosis Perdarahan Subarachnoid pada Pasien IGD dengan Keluhan Nyeri Kepala
  • Pungsi Lumbal untuk Diagnosis Perdarahan Subarachnoid: Masihkah Diperlukan?
    Pungsi Lumbal untuk Diagnosis Perdarahan Subarachnoid: Masihkah Diperlukan?
  • Aneurisma Intrakranial Tidak Ruptur: Konservatif atau Operatif
    Aneurisma Intrakranial Tidak Ruptur: Konservatif atau Operatif
  • Peran Pungsi Lumbal dalam Diagnosis Perdarahan Subaraknoid
    Peran Pungsi Lumbal dalam Diagnosis Perdarahan Subaraknoid
  • Pendekatan Klinis dan Diagnosis Thunderclap Headache
    Pendekatan Klinis dan Diagnosis Thunderclap Headache

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 7 jam yang lalu
Tata laksana kejang refrakter pada anak 4 bulan dengan BB 5 kg
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Pasien anak 5kg 4 bulan dengan kejang >30 menit riwayat diare karena minum sufor. diberikan phenobarbital di igd, hasil wbc 46 hb 8 plt 400 mulai syok dan...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas kemarin, 09:29
Kombinasi Asam Azelaic & Asam Salisilat pada Terapi Akne: Apa Kata Dokter Indonesia
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
ALO Dokter.Yuk, kita baca artikel menarik tentang alternatif kombinasi bahan aktif dalam tata laksana akne:...
Anonymous
Dibalas 27 September 2026, 07:38
Apakah sudah indikasi rawat inap anak demam 5 hari dan tidak mau makan
Oleh: Anonymous
4 Balasan
Anak laki laki 8 thn, bb 34 kg. demam hr ke 5 ka, sempat naik turun, terakhir demam pagi ini, batuk (+), nyeri tenggorokan (+), tdk mau makan karena lidah...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.