Farmakologi Nimodipine
Secara farmakologi, nimodipine merupakan penghambat kanal kalsium tipe L golongan dihidropiridin yang bekerja dengan menghambat masuknya ion kalsium ke dalam sel otot polos vaskular, terutama pada pembuluh darah serebral. Efek ini menyebabkan vasodilatasi selektif serebral, sehingga mengurangi vasospasme dan risiko iskemia otak setelah perdarahan subarachnoid. [1-5]
Farmakodinamik
Nimodipine merupakan penghambat kanal kalsium dihidropiridin selektif. Obat ini memiliki efek khusus pada pembuluh darah di otak terkait lipofilisitas yang tinggi. Nimodipine diketahui bekerja dengan melebarkan pembuluh resistensi otak kecil yang mengakibatkan peningkatan sirkulasi kolateral.[2-4]
Selain itu, nimodipine juga bekerja dengan mencegah masuknya ion kalsium ekstraseluler ke kanal lambat atau area sensitif tegangan dari otot polos pembuluh darah dan miokardium selama depolarisasi, sehingga menyebabkan penghambatan kontraksi otot polos pembuluh darah.[2-5]
Farmakokinetik
Secara farmakokinetik, nimodipine diabsorpsi dengan cepat per oral. Karena sifatnya yang lipofilik, nimodipine terdistribusi ke jaringan otak dan serebrospinal.
Absorbsi
Nimodipine diabsorbsi dengan sangat cepat setelah diminum secara oral, dengan kadar puncak dalam plasma darah umumnya tercapai dalam waktu 1 jam. Meskipun penyerapannya baik, namun nimodipine memiliki bioavailabilitas oral yang rendah, yakni hanya sekitar 5-15%. Rendahnya bioavailabilitas disebabkan nimodipine mengalami metabolisme lintas pertama secara ekstensif di hati sebelum mencapai sirkulasi sistemik.[2-5]
Konsumsi obat nimodipine bersama dengan makanan berlemak dapat menurunkan kadar puncak plasma secara signifikan, sehingga disarankan untuk dikonsumsi 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan.[2-4]
Distribusi
Nimodipine terdistribusi ke dalam jaringan otak dan cairan serebrospinal karena sifatnya yang sangat lipofilik (larut lemak). Nimodipine memiliki ikatan protein yang tinggi, yang mana sekitar >95% terikat pada protein plasma (terutama albumin).[2-5]
Metabolisme
Nimodipine dimetabolisme hampir seluruhnya di hati melalui enzim sitokrom P450, khususnya isoform CYP3A4. Metabolisme nimodipine melalui proses dehidrogenasi dan dealkilasi menghasilkan lebih dari beberapa metabolit. Sebagian besar metabolit bersifat tidak aktif.
Sifat nimodipine yang sangat bergantung pada CYP3A4, menyebabkan nimodipine sangat sensitif terhadap obat lain yang menghambat enzim tersebut, seperti ketoconazole, atau yang menginduksinya, seperti rifampicin atau phenytoin.[2-5]
Eliminasi
Nimodipine dieliminasi hampir seluruhnya dalam bentuk metabolit dan kurang dari 1% ditemukan dalam urin sebagai obat yang tidak berubah. Sementara itu, sisanya diekskresikan melalui empedu ke dalam feses. Waktu paruh eliminasi dari nimodipine, tergolong sangat cepat, yaitu sekitar 1-2 jam.[2-5]