Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Nimodipine annisa-meidina 2026-02-12T11:52:28+07:00 2026-02-12T11:52:28+07:00
Nimodipine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Nimodipine

Oleh :
dr. Karina Sutanto
Share To Social Media:

Penggunaan nimodipine pada kehamilan tidak direkomendasikan. Nimodipine dikategorikan sebagai kategori C oleh FDA dan TGA. Pada ibu menyusui, belum diketahui apakah nimodipine dikeluarkan ke dalam ASI atau tidak.[2-4,6,8]

Penggunaan pada Kehamilan

Berdasarkan kategori FDA, penggunaan nimodipine dalam kehamilan masuk dalam kategori C, artinya studi pada hewan mengonfirmasi adanya efek teratogenik, meskipun belum terdapat bukti serupa pada penelitian di manusia.[2-4,9]

Berdasarkan kategori TGA, nimodipine juga masuk kategori C. Kategori tersebut diperuntukkan bagi obat-obatan yang karena efek farmakologisnya telah menyebabkan atau diduga menyebabkan efek berbahaya pada janin manusia atau neonatus tanpa menyebabkan malformasi, di mana kemungkinan bersifat reversibel.[6,9]

Basis Bukti Efek Buruk Nimodipine pada Kehamilan

Penelitian pada hewan mengungkapkan bahwa nimodipine telah terbukti memiliki efek teratogenik dalam dua studi pada kelinci. Dalam satu studi, kejadian malformasi dan janin kerdil meningkat pada dosis oral 1 mg/kgBB/hari dan 10 mg/kgBB/hari yang diberikan selama organogenesis. Dalam studi kedua, peningkatan kejadian janin kerdil terlihat pada dosis 1 mg/kgBB/hari.[3,4]

Nimodipine bersifat embriotoksik karena menyebabkan resorpsi dan pertumbuhan janin yang terhambat pada tikus dengan dosis 100 mg/kgBB/hari yang diberikan secara oral selama organogenesis. Dalam dua penelitian lain pada tikus, nimodipine dikaitkan dengan kejadian variasi kerangka yang lebih tinggi, janin kerdil, dan lahir mati, tetapi tidak terdapat malformasi.[3,4]

Meski demikian, sejauh ini tidak ada studi yang memadai dan terkontrol dengan baik pada wanita hamil untuk secara langsung menilai efeknya pada janin manusia. Atas dasar ini, penggunaan nimodipine hanya boleh digunakan selama kehamilan jika potensi manfaatnya lebih besar daripada potensi risiko terhadap janin.[2-4]

Penggunaan pada Ibu Menyusui

Berdasarkan data terbatas yang tersedia, penggunaan nimodipine pada ibu menyusui tampaknya relatif aman, karena jumlah obat yang masuk ke dalam ASI sangat kecil dan tidak diperkirakan menimbulkan efek merugikan pada bayi yang disusui.

Studi farmakokinetik menunjukkan bahwa kadar nimodipine dalam ASI setelah pemberian nimodipine pada ibu berada pada konsentrasi rendah, dengan estimasi paparan bayi kurang dari 1% dari dosis ibu yang disesuaikan berat badan, sehingga risiko toksisitas pada bayi dinilai minimal.

Meski demikian, data klinis mengenai kadar nimodipine dalam darah bayi dan luaran klinis jangka pendek maupun panjang masih sangat terbatas. Atas dasar ini, penggunaan nimodipine pada ibu menyusui sebaiknya hati-hati, dengan mempertimbangkan manfaat terapeutik bagi ibu, disertai dengan pemantauan terhadap kemungkinan efek samping pda bayi, terutama pada bayi baru lahir atau prematur.[12]

Referensi

2. MIMS. Nimodipine. 2025. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/nimodipine?mtype=generic
3. FDA. Nymalize. 2013. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2013/203340lbl.pdf
4. FDA. Nimodipine Capsule. 2022. https://www.accessdata.fda.gov/spl/data/13322e4a-2f2d-480d-9cd4-8ba73fd26644/13322e4a-2f2d-480d-9cd4-8ba73fd26644.xml
6. Therapeutic Goods Administration. Prescribing medicines in pregnancy database. 2023. https://www.tga.gov.au/products/medicines/find-information-about-medicine/prescribing-medicines-pregnancy-database
8. ASHP. Nimodipine. 2025. https://www.drugs.com/monograph/nimodipine.html
9. Drugs.com. Nimodipine Pregnancy and Breastfeeding Warnings. 2026. https://www.drugs.com/pregnancy/nimodipine.html
12. Drugs and Lactation Database (LactMed®). Bethesda (MD): National Institute of Child Health and Human Development; 2021. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501048/

Efek Samping dan Interaksi Obat ...
Kontraindikasi dan Peringatan Ni...

Artikel Terkait

  • Membedakan Perdarahan Akibat Trauma Pungsi Lumbal dan Perdarahan Subarachnoid
    Membedakan Perdarahan Akibat Trauma Pungsi Lumbal dan Perdarahan Subarachnoid
  • Ottawa Clinical Decision Rules untuk Diagnosis Perdarahan Subarachnoid pada Pasien IGD dengan Keluhan Nyeri Kepala
    Ottawa Clinical Decision Rules untuk Diagnosis Perdarahan Subarachnoid pada Pasien IGD dengan Keluhan Nyeri Kepala
  • Pungsi Lumbal untuk Diagnosis Perdarahan Subarachnoid: Masihkah Diperlukan?
    Pungsi Lumbal untuk Diagnosis Perdarahan Subarachnoid: Masihkah Diperlukan?
  • Aneurisma Intrakranial Tidak Ruptur: Konservatif atau Operatif
    Aneurisma Intrakranial Tidak Ruptur: Konservatif atau Operatif
  • Pendekatan Klinis dan Diagnosis Thunderclap Headache
    Pendekatan Klinis dan Diagnosis Thunderclap Headache

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 5 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Batas Aman Praktik di Media Sosial - Rabu, 4 Maret 2026 Jam: 13.30 - 16.30 WIB
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!Segera daftar webinar ber SKP KEMENKES - Batas Aman Praktik Tenaga Kesehatan di Media Sosial, disini:...
Anonymous
Dibalas kemarin, 15:04
Expertise rontgen dan kemungkinan diagnosis?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Laki-laki, 23 tahun Keluhan: Bengkak pada dagu, rahang bawah dan leher. Telah dilakukan pemeriksaan Rontgen Proyeksi AP dan Lateral. Bagaimana expertise...
Anonymous
Dibalas kemarin, 13:36
Pusar berdarah pada bayi usia 2 minggu
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, izin bertanya saya menemukan kasus bayi usia 2 minggu pada area pusarnya mengeluarkn darah terutama saat bayi bergerak sudah dialami sekitar...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.