Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Clomiphene Citrate
Penggunaan clomiphene citrate atau klomifen sitrat pada kehamilan merupakan suatu kontraindikasi. Sementara itu, pada ibu menyusui, clomiphene citrate bisa menurunkan produksi ASI.[4,8,16]
Penggunaan pada Kehamilan
Kategori X (FDA): studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin. Obat dalam kategori ini dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.[4]
Kategori B3 (TGA): jumlah pasien hamil dan menyusui yang mengonsumsi obat ini masih terbatas. Observasi pada pasien-pasien tersebut tidak menunjukkan adanya peningkatan frekuensi malformasi atau risiko lain terhadap janin.[8]
Clomiphene citrate tidak boleh digunakan pada wanita yang sedang hamil karena tidak memberikan manfaat terapeutik selama kehamilan. Untuk mencegah pemberian yang tidak disengaja pada awal kehamilan, setiap siklus terapi harus disertai evaluasi untuk memastikan apakah ovulasi atau kehamilan telah terjadi.
Selain itu, pasien perlu dipantau secara berkala untuk menyingkirkan adanya pembesaran ovarium atau kista ovarium sebelum memulai siklus pengobatan berikutnya, dan terapi harus ditunda apabila kondisi tersebut masih ditemukan.
Meskipun demikian, data epidemiologis pada manusia menunjukkan bahwa paparan clomiphene citrate pada periode perikonsepsi tidak memiliki hubungan sebab-akibat yang jelas dengan peningkatan risiko cacat lahir secara keseluruhan maupun kelainan kongenital spesifik, sehingga bukti yang tersedia saat ini tidak menunjukkan peningkatan risiko teratogenik yang bermakna.[12]
Penggunaan pada Ibu Menyusui
Penggunaan clomiphene pada ibu menyusui tidak direkomendasikan karena berpotensi mengganggu produksi ASI, meskipun paparan obat pada bayi melalui ASI tampaknya rendah. Pada satu laporan kasus, kadar rata-rata clomiphene dalam ASI menghasilkan relative infant dose sekitar 2,2% dari dosis maternal yang telah disesuaikan dengan berat badan, dan tidak ditemukan efek samping pada bayi yang mendapat ASI parsial.
Meski demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa clomiphene dapat menekan laktasi melalui penurunan kadar prolaktin serum, terutama dengan menghambat peningkatan prolaktin setelah stimulasi payudara. Sejumlah uji klinis pada ibu postpartum yang tidak ingin menyusui menunjukkan bahwa clomiphene efektif mengurangi produksi ASI, pembengkakan payudara, dan ketidaknyamanan terkait laktasi.
Oleh karena itu, meskipun risiko langsung terhadap bayi yang menyusu tampak rendah berdasarkan data yang sangat terbatas, penggunaan clomiphene pada ibu menyusui kemungkinan besar dapat menurunkan atau menghambat produksi ASI.[4,16]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha