Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Clomiphene Citrate general_alomedika 2026-08-29T21:47:36+07:00 2026-08-29T21:47:36+07:00
Clomiphene Citrate
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Clomiphene Citrate

Oleh :
dr.Vania Kusnaidi
Share To Social Media:

Penggunaan clomiphene citrate atau klomifen sitrat pada kehamilan merupakan suatu kontraindikasi. Sementara itu, pada ibu menyusui, clomiphene citrate bisa menurunkan produksi ASI.[4,8,16]

Penggunaan pada Kehamilan

Kategori X (FDA): studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin. Obat dalam kategori ini dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.[4]

Kategori B3 (TGA): jumlah pasien hamil dan menyusui yang mengonsumsi obat ini masih terbatas. Observasi pada pasien-pasien tersebut tidak menunjukkan adanya peningkatan frekuensi malformasi atau risiko lain terhadap janin.[8]

Clomiphene citrate tidak boleh digunakan pada wanita yang sedang hamil karena tidak memberikan manfaat terapeutik selama kehamilan. Untuk mencegah pemberian yang tidak disengaja pada awal kehamilan, setiap siklus terapi harus disertai evaluasi untuk memastikan apakah ovulasi atau kehamilan telah terjadi.

Selain itu, pasien perlu dipantau secara berkala untuk menyingkirkan adanya pembesaran ovarium atau kista ovarium sebelum memulai siklus pengobatan berikutnya, dan terapi harus ditunda apabila kondisi tersebut masih ditemukan.

Meskipun demikian, data epidemiologis pada manusia menunjukkan bahwa paparan clomiphene citrate pada periode perikonsepsi tidak memiliki hubungan sebab-akibat yang jelas dengan peningkatan risiko cacat lahir secara keseluruhan maupun kelainan kongenital spesifik, sehingga bukti yang tersedia saat ini tidak menunjukkan peningkatan risiko teratogenik yang bermakna.[12]

Penggunaan pada Ibu Menyusui

Penggunaan clomiphene pada ibu menyusui tidak direkomendasikan karena berpotensi mengganggu produksi ASI, meskipun paparan obat pada bayi melalui ASI tampaknya rendah. Pada satu laporan kasus, kadar rata-rata clomiphene dalam ASI menghasilkan relative infant dose sekitar 2,2% dari dosis maternal yang telah disesuaikan dengan berat badan, dan tidak ditemukan efek samping pada bayi yang mendapat ASI parsial.

Meski demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa clomiphene dapat menekan laktasi melalui penurunan kadar prolaktin serum, terutama dengan menghambat peningkatan prolaktin setelah stimulasi payudara. Sejumlah uji klinis pada ibu postpartum yang tidak ingin menyusui menunjukkan bahwa clomiphene efektif mengurangi produksi ASI, pembengkakan payudara, dan ketidaknyamanan terkait laktasi.

Oleh karena itu, meskipun risiko langsung terhadap bayi yang menyusu tampak rendah berdasarkan data yang sangat terbatas, penggunaan clomiphene pada ibu menyusui kemungkinan besar dapat menurunkan atau menghambat produksi ASI.[4,16]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

4. Drugs.com. Clomiphene. 2026. https://www.drugs.com/monograph/clomiphene.html
8. TGA. Prescribing medicine in pregnancy database. 2026. https://www.tga.gov.au/resources/health-professional-information-and-resources/australian-categorisation-system-prescribing-medicines-pregnancy/prescribing-medicines-pregnancy-database
12. Medscape. Clomiphene. 2026. https://reference.medscape.com/drug/clomid-serophene-clomiphene-342752#0
16. Drugs and Lactation Database. Bethesda (MD): National Institute of Child Health and Human Development. Clomiphene. 2021. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501525/

Efek Samping dan Interaksi Obat ...
Kontraindikasi dan Peringatan Cl...

Artikel Terkait

  • Perbedaan IVF dan IUI
    Perbedaan IVF dan IUI
  • Jenis Pengobatan Infertilitas
    Jenis Pengobatan Infertilitas
  • Memprediksi Ovulasi pada Menstruasi Ireguler
    Memprediksi Ovulasi pada Menstruasi Ireguler
  • Efikasi Penggunaan GnRH pada Luaran Prosedur IVF
    Efikasi Penggunaan GnRH pada Luaran Prosedur IVF
  • Peran Anti-Mullerian Hormone (AMH) Sebagai Tes Kesuburan
    Peran Anti-Mullerian Hormone (AMH) Sebagai Tes Kesuburan

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 22 Oktober 2024, 21:17
Ovulation test strip untuk pasien program hamil
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alodokter, ijin bertanya dok, jika hasil ovulation test strip hasilnya positif, sebaiknya pasien yang ingin promil disarankan untuk berhubungan intim di hari...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 07 September 2023, 12:03
Pentingnya Mengatur Jarak Kehamilan dan Efeknya pada Kandungan dan Kesehatan Ibu - Artikel SKP Alomedika
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Siapa nih, yang berprinsip bahwa jarak atau interval waktu antara persalinan terakhir dengan tanggal pembuahan dari kehamilan berikutnya akan...
Anonymous
Dibalas 30 Juni 2023, 12:09
Waktu untuk tes kehamilan setelah minum obat kesuburan pada pasien oligomenorea
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Ijin bertanyaJika pasien oligomenorea, siklus 36-47 hariPasien untuk bulan ini mengkonsumsi profertil setengah dosis selama 5 hari pada haid hr ke-5Dan hasil...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.